Dukung Teman Tuli, Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan dan Penyaluran Seribu Al-Qur’an Isyarat di Riau

Pelatihan dan sertifikasi pengajaran Al-Qur’an Isyarat pada Kamis (13/2/2025).

PEKANBARU, RIAU — Membuka kembali data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, jumlah difabel Tuli di Indonesia mencapai 4,9 juta jiwa. Bukan angka yang kecil untuk kemudian terabaikan. Terlebih 4,5 juta jiwa di antaranya merupakan umat muslim yang berkewajiban mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sejalan dengan UU Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 14 Ayat C tentang Hak Keagamaan, bahwa difabel memiliki hak mendapat lektur keagamaan yang mudah diakses berdasarkan kebutuhannya, Dompet Dhuafa bersama ESQ Kemanusiaan kembali menyalurkan Al-Qur’an Isyarat pada Rabu (12/2/2025),

Bertempat di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Pekanbaru, Riau, Dompet Dhuafa bersama ESQ Kemanusiaan menyerahkan sebanyak 1.120 eksemplar Al-Qur’an Isyarat bagi stakeholder dan murid-murid SLB di Riau. Utamanya 16 SLB di Pekanbaru.

Baca juga: Komitmen bersama ESQ Kemanusiaan Wujudkan Ribuan Mushaf Al-Qur’an Isyarat bagi Teman Tuli

Agenda penyaluran dan pelatihan Al-Qur’an Isyarat dibuka dengan lantunan ayat suci Qur’an dari murid Tuli Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Pekanbaru, Riau.
Agenda penyaluran dan pelatihan Al Quran Isyarat dibuka dengan lantunan ayat suci Quran dari murid Tuli Sekolah Luar Biasa SLB Pembina Pekanbaru Riau
Sambutan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) turut hadir mengapresiasi pelatihan Al-Qur’an Isyarat pada Rabu (12/2/2025) di Aula SLB Pembina Pekanbaru.
Sambutan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah MKKS turut hadir mengapresiasi pelatihan Al Quran Isyarat pada Rabu 1222025 di Aula SLB Pembina Pekanbaru
Ketua Gerkatin Riau, Annela Rahma Syahrul turut memberi sambutan pada para peserta pelatihan Al-Qur’an Isyarat.
Ketua Gerkatin Riau Annela Rahma Syahrul turut memberi sambutan pada para peserta pelatihan Al Quran Isyarat
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Riau, Hera Firmansyah turut hadir memberikan apresiasinya kepada Dompet Dhuafa.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kanwil Kemenag Provinsi Riau Hera Firmansyah turut hadir memberikan apresiasinya kepada Dompet Dhuafa

Guna membumikan Al-Qur’an Isyarat, Dompet Dhuafa juga akan menggelar pelatihan teknik khusus untuk membacanya. Peserta terdiri dari Orang Tua, Teman Tuli, Guru SLB, Relawan Teman Tuli, dan Guru Agama setempat.

Pelatihan digelar dua hari penuh pada Rabu (12/2/2025) dan Kamis (13/2/2025) di tempat yang sama dengan penyaluran. Pada hari kedua, peserta akan menjalani ujian dan tes pengajaran. Bagi yang lulus, akan mendapat sertifikasi.

Pimpinan Dompet Dhuafa Riau, Hendi Mardika menyampaikan bahwa donasi untuk Al-Qur’an Isyarat sebelumnya terkumpul melalui aplikasi mobile banking Byond milik Bank Syariah Indonesia (BSI). Ia juga mengapresiasi mitra kolaborasi ESQ Kemanusiaan yang akan menjadi pengajar dan pendamping peserta pelatihan.

“Penyaluran dan pengajaran Al-Qur’an Isyarat hari ini dilakukan atas kontribusi banyak pihak. Harapannya, kegiatan ini dapat memberi kemudahan bagi teman-teman Tuli untuk mempelajari Al-Qur’an, terutama mendekati bulan suci Ramadan nanti. Dompet Dhuafa siap mensosialisasikan lebih luas lagi. Agar penyebaran (Al-Qur’an Isyarat) lebih masif dan berkelanjutan,” tutur Hendi.

Dari kiri: Perwakilan ESQ Kemanusiaan, Dewi Annjani bersama Relawan Dompet Dhuafa, Khalil Ibrahim yang merupakan Guru di Sekolah Ibtisamah Mulia Bekasi menjadi pengajar dalam pelatihan Al-Qur’an Isyarat.
Dari kiri Perwakilan ESQ Kemanusiaan Dewi Annjani bersama Relawan Dompet Dhuafa Khalil Ibrahim yang merupakan Guru di Sekolah Ibtisamah Mulia Bekasi menjadi pengajar dalam pelatihan Al Quran Isyarat
Penyerahan Al-Qur’an Isyarat secara simbolis kepada masing-masing perwakilan dari 16 SLB yang hadir.
Penyerahan Al Quran Isyarat secara simbolis kepada masing masing perwakilan dari 16 SLB yang hadir

Baca juga: Hadirnya MQI di Genggaman, Pacu Semangat Teman Tuli Belajar Al-Qur’an

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Riau, Hera Firmansyah menyatakan bahwa pihaknya siap mengkaji ulang mengenai kegiatan ini. Pasalnya, setelah Kemenag menerbitkan Al-Qur’an Isyarat pada akhir 2023, ia mengaku kegiatan ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Riau.

“Sangat luar biasa Dompet Dhuafa, sebelumnya belum ada pelatihan seperti ini, utamanya di Riau. Nanti setelah pelatihan, ada evaluasi, ke depannya akan seperti apa. Terkait pelatihan baca Al-Qur’an Isyarat, saya akan berkoordinasi dengan para jajaran. Secara kelembagaan kami bersedia memfasilitasi pelatihan ini di Riau nantinya. Tentu akan melibatkan berbagai unsur,” tegasnya, pada Rabu (12/2/2025).

Perluas Cakrawala Keagamaan, Lewat Al-Qur’an Isyarat sebagai Metode Baru

Seluruh umat muslim berhak mengajarkan dan mengamalkan ajaran Al-Quran, tegas Hera. Tanpa terkecuali, termasuk teman-teman Tuli. Guru SLB Pembina Pekanbaru, Reny Sriyanti pun sependapat.

Sebelum mendapat pelatihan ini, Reny menyampaikan bahwa pengajaran Al-Qur’an anak-anak Tuli biasanya menggunakan metode verbal oral atau memperhatikan gerak ucapan dan mulut saat berbicara. Namun metode ini tidak tepat bagi mereka yang memiliki kesulitan pendengaran secara total.

Dengan adanya Al-Qur’an ini, lanjut Reny, bahasa Isyarat dapat menjadi metode utama dalam pembelajaran. Ia dan para stakeholder SLB Pembina Pekanbaru berkomitmen akan menerapkan metode ini sebanyak dua kali dalam seminggu di mata pelajaran agama Islam.

Antusiasme para peserta pelatihan Al-Qur’an Isyarat yang terdiri dari komunitas penggerak dan para stakeholder 16 SLB di Pekanbaru, Riau.
Antusiasme para peserta pelatihan Al Quran Isyarat yang terdiri dari komunitas penggerak dan para stakeholder 16 SLB di Pekanbaru Riau
Para peserta melakukan praktik membaca secara intens dengan pengajar Al-Qur’an Isyarat.
Para peserta melakukan praktik membaca secara intens dengan pengajar Al Quran Isyarat

“Saya baru pertama kali mengetahui dan mengikuti pelatihan mengajar Al-Qur’an Isyarat ini. Sebelumnya kami mengajar anak-anak Tuli menggunakan metode verbal oral dalam mempelajari Al-Qur’an. Yang mana lebih susah, karena bukan bahasa sehari-hari mereka,” tuturnya.

Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Riau, Annela Rahma Syahrul menyambut pelatihan ini dengan tangan terbuka. Seperti nama guru, ia dan teman-teman komunitasnya pun pertama kali mengikuti pelatihan Al-Qur’an Isyarat.

Sebagai peserta pelatihan dengan berbekal ilmu baru, ia berencana melakukan sosialisasi dan implementasi metode ini secara masif. Baik di internal maupun antar komunitas teman-teman Tuli.

“Alhamdulillah, ini pengalaman baru bagi saya dan teman-teman Gerkatin Riau. Mungkin nanti akan diterapkan untuk teman-teman internal. Juga untuk membaca Al-Qur’an sehari-hari,” ucapnya bersemangat.

Baca juga: Program Humanesia Bantu Azkadina Mendengar Lagi

Ujian untuk sertifikasi pengajaran Al-Qur’an Isyarat di Aula SLB Pembina Pekanbaru pada Kamis (13/2/2025).
Ujian untuk sertifikasi pengajaran Al Quran Isyarat di Aula SLB Pembina Pekanbaru pada Kamis 1322025
Usai sudah rangkaian pelatihan dan sertifikasi pengajaran Al-Qur’an Isyarat pada Kamis (13/2/2025).
Usai sudah rangkaian pelatihan dan sertifikasi pengajaran Al Quran Isyarat pada Kamis 1322025

Tak hanya pelatihan, pada Jumat (14/2/2025), peserta akan melakukan praktik implementasi baca Al-Qur’an Isyarat kepada para murid dan stakeholder di SLB asal peserta. Praktik ini akan berjalan selama tiga bulan ke depan dalam pendampingan rutin oleh ESQ Kemanusiaan.

Alhamdulillah, penyaluran ini merupakan kedua kalinya setelah Dompet Dhuafa mendistribusikan 500 eksemplar Al-Qur’an Isyarat di kawasan Jabodetabek. Program ini akan menjadi komitmen Dompet Dhuafa untuk menjunjung tinggi kesetaraan dalam bermasyarakat di Indonesia. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Hany Fatihah Ahmad
Penyunting: Dhika