JAKARTA — Tepat pada hari Selasa (11/03/2025), bulan Ramadan 1446 H telah memasuk 10 hari kedua. Rasulullah Saw pernah bersabda, “Awal bulan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kemerdekaan”. Makna dari hadis tersebut yakni pada 10 hari kedua bulan Ramadan merupakan maghfirah atau ampunan bagi hamba-hambanya yang ikhlas menjalankan puasa karena Allah Swt.
Di momen 10 hari kedua Ramadan ini, Dompet Dhuafa kembali mangajak para volunteer specialist untuk merangkai momen inspiratif dalam acara bertajuk “Kajian Influencer: Mengenal Diri, Menggapai Ilahi” bertempat di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Filantropi Dompet Dhuafa. Inisiasi ini menghadirkan para influencer—volunteer specialist Dompet Dhuafa—yang memiliki pengaruh positif di media sosial, untuk saling bersilaturahmi, berbagi ilmu, dan memperkuat semangat kebaikan.



Melalui kajian ini, para influencer diajak untuk bermuhasabah sekaligus berkolaborasi dalam berbagai program sosial yang digagas Dompet Dhuafa. Harapannya, mereka dapat memanfaatkan platform digital mereka untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan mengajak lebih banyak orang berpartisipasi dalam program Ramadan yang penuh berkah.
“Peran influencer sangat besar dalam menyebarkan inspirasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat solidaritas dan memperluas dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan,” tutur Suci Nuzlaeni Qadarsih selaku General Manger Marketing Communication Dompet Dhuafa.
Baca juga: Parni Hadi Ajak Para Influencer Ciptakan Gagasan-Gagasan Pemberdayaan


Pembekalan spiritual dengan materi tentang mengenal diri dan mendekatkan diri kepada Ilahi membantu para influencer memahami tujuan hidup serta peran mereka dalam berbagi kebaikan. Melalui aktivitas mereka, diharapkan makin banyak pengikut yang menyadari pentingnya zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta peran Dompet Dhuafa dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Menurut KH Wahfiudin Sakam, seseorang yang telah mengenal dirinya ditandai dengan ketenteraman batin atau muthmainah yang membuatnya tidak mudah gelisah, kacau, atau tersinggung dalam menghadapi orang lain.
“Ketenteraman ini juga mencerminkan kepercayaan diri yang kuat, karena ia memahami apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Untuk mencapai pemahaman diri tersebut, cara yang paling mudah adalah dengan berinteraksi dengan dunia luar, baik dengan sesama manusia maupun alam. Melalui interaksi ini, seseorang dapat lebih menyadari jati dirinya dan memahami peran yang harus dijalankan dalam kehidupan. Karena tidak ada apa pun yang dapat kita kenali dengan baik kecuali kita mengeksplornya, buat kita berinteraksi bahkan lebih berbenturan dengan lingkungannya,” imbuh KH Wahfiudin.
Baca juga: Luaskan Literasi Wakaf, Dompet Dhuafa Himpun Puluhan Influencer Ajak Gemakan Wakaferse


Selain itu, menurut KH Wahfiudin Sakam, cara paling mudah untuk mengenal diri adalah melalui zikir. Terutama jika dilakukan dengan bimbingan dari seseorang yang telah tekun dalam berzikir. Dengan bimbingan yang tepat, seseorang akan lebih memahami makna zikir dan merasakan dampaknya dalam kehidupannya.
Zikir dapat dimulai dari yang sederhana, seperti mengucapkan la ilaha illallah, namun prosesnya memerlukan pendampingan agar lebih efektif. Selain berpikir dan berinteraksi dengan lingkungan, zikir menjadi salah satu cara penting untuk makin memahami diri dan mencapai ketentraman batin.
Sementara itu, turut hadir public figure Meisya Siregar yang pada kesempatan ini berperan memandu jalannya kajian dan diskusi. Bagi Meisya, pemahaman tentang mengenal diri sendiri membantu dalam mengenali bagaimana diri bekerja, termasuk proses yang mendorong seseorang dalam menjalankan ibadah dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
“Kegiatan ini bagus sekali ya … masyaAllah. Bisa melibatkan banyak orang-orang di luar sana yang mungkin bulan Ramadan ini bingung mau ngapain. Jadi mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengisi bulan Ramadan lebih sering lagi dan juga mendekatkan kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan pahala dan juga bisa mendekatkan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” ucapnya.

Kegiatan ini disambut dengan positif oleh para peserta, salah satunya Dimas Pangestu yang merupakan seorang Content Creator.
“Senang banget bisa datang ke Kajian Dompet Dhuafa, yaitu mengenal diri menggapai ilahi. Menurut aku selain kita di bulan Ramadan menggapai atau mengejar banyak kebaikan, tapi kita juga bisa benar-benar berdampak untuk kebaikan. Ini jadi momentum untuk selain recharge energi, aku tahu juga ini jadi recharge qolbu juga. Tadi materi yang disampaikan sangat relate dan membuat aku kaya … masyaallah, jadi pribadi yang semangat lagi untuk menggapai bulan Ramadan dengan lebih baik,” ungkap Dimas.
Baca juga: Atasi Banjir Jabodetabek: Super Volunteer Dompet Dhuafa Turun Lapangan


Bulan Ramadan bukan sekedar ibadah pribadi, namun juga momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Dengan adanya kegiatan ini, Dompet Dhuafa bersama para influencer berupaya menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh aksi nyata dalam berbagi dan membantu sesama. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Ronna

