JAWA TENGAH – “Ini betulan? Domba segini banyaknya? Duh buyung…” respon Nur Ikhsan Kepala Desa Bercak, Kec. Wonosamudro, Kab. Boyolali, Jawa Tengah saat tahu ada 115 ekor domba kurban yang akan disembelih di daerahnya. Dalam rangkaian program Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa Jawa Tengah memilih Desa Bercak menjadi salah satu titik penyembelihan kurban dari belasan titik lain yang ada di provinsi Jawa Tengah.
Akses menuju Desa Bercak tergolong sulit yang berada di daerah perbukitan adalah alasan mengapa (THK) menyasar daerah ini. Selain itu, taraf ekonomi masyarakat rata-rata masih prasejahtera menjadikan Desa Bercak menjadi minim kurban. Nur Ikhsan selaku Kepala Desa Bercak juga membenarkan bila rata-rata jumlah hewan yang dikurbankan di Desa Bercak masih dalam hitungan jari setiap tahunnya.


“Di sini ya begini mas, kalau ada kurban hanya satu, itu mungkin belum mencukupi untuk semua warga. Alhamdulillah ini ada Dompet Dhuafa kurbannya sangat cukup, semua (warga) dapat daging,” jawab Nur Ikhsan.
Warga Desa Bercak rata-rata bermata pencaharian sebagai petani sehingga motor yang dimodifikasi ala trail jadi kendaraan yang lumrah dijumpai untuk membawa hasil bumi. Motor yang menjawab halangan dan rintangan jalan untuk naik turun perbukitan. Kendaraan bermotor ini seakan menari-nari ketika membawa hasil bumi dan saat ini digunakan untuk mengangkut hewan kurban.
“Terima kasih Dompet Dhuafa, terus lanjutkan program ini, sangat bermanfaat, menjangkau kami yang hidupnya di alas (hutan) ini,” ujar Ramadan (36) yang membawa domba yang sudah disembelih di atas motor trailnya.
Baca Juga: https://www.dompetdhuafa.org/kurban-bawa-bahagia-ke-desa-padas-grobogan/


Menikmati daging artinya memenuhi kebutuhan protein hewani. Kecukupan daging hewan kurban di momentum Iduladha Nur Ikhsan sebut sebagai momentum perbaikan gizi. “Warga jadi bisa perbaikan gizi walau setahun sekali,” pungkas kepala desa yang bergaya ala santri ini.
Program Tebar Hewan Kurban menjadi bagian dalam memperkuat syiar kebaikan yang menunjang program lain yang sebelumnya telah hadir di Desa Bercak. Program tersebut antara lain program Da’i Pemberdaya dengan adanya Ustadz Nur Cholis dan renovasi tempat ibadah warga yakni Masjid Ar-Ridho dengan skema wakaf oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
Baca Juga: https://www.dompetdhuafa.org/dari-auckland-salurkan-kurban-ke-grobogan/


Setelah pencacahan daging selesai dilakukan, daging dimasukkan ke dalam wadah besek bambu dilakukan bersama-sama antara warga, mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) chapter Solo. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ yang diinisiasi oleh DDV untuk mengurangi potensi penggunaan sampah plastik saat hari raya Iduladha. Wadah Besek diantarkan oleh DDV ke setiap rumah warga, paling tidak besek tersebut memiliki berat antara 1.3 kg – 1.8 kg.
“Wah terima kasih banyak yaa, semoga semua sehat, berkah, dan murah rezeki, semua urusan lancar nggih!,” respon Mbah Satijah (70) saat dirinya mendapatkan besek berisi daging kurban yang diantarkan oleh teman-teman DDV.
Dari pedalaman Jawa Tengah senyuman penerima manfaat dapat terukir berkat kurban yang Anda tunaikan di Dompet Dhuafa. Kurbanmu telah tersampaikan dan semua warga Desa Bercak telah menikmatinya. Jangan pernah berhenti berbuat baik ya, Sahabat! (Dompet Dhuafa).
Teks & Foto : Aryo Prasojo
Penyunting : Dhika

