SULAWESI SELATAN – Sejumlah titik di Indonesia dikepung aksi demo besar-besaran. Gelombang demonstrasi tak hanya mengguncang Ibu Kota, tetapi juga meluas ke berbagai daerah. Di Makassar, demonstrasi juga sempat memanas.
Para pengunjuk rasa itu melakukan protes atas kenaikan tunjangan anggota DPR, selain itu aksi tersebut juga digelar sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan. Kericuhan semakin memanas setelah seorang driver ojol dilindas Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Di Tengah Ricuhnya Aksi, LKC Dompet Dhuafa Jateng Hadir Mendampingi Korban
Aksi yang awalnya digelar di depan Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan menutup Jalan AP Pettarani. Massa membakar ban, menghadang kontainer untuk dijadikan panggung orasi, hingga kericuhan meluas ke berbagai titik. Sejumlah bangunan terbakar, situasi tak terkendali, bahkan menelan korban jiwa.
Kericuhan berlanjut di depan Kantor DPRD Kota Makassar. Massa merusak pagar dan pintu utama, lalu masuk ke area kantor. Enam motor serta sejumlah mobil yang terparkir di lokasi ikut dibakar, membuat situasi semakin memanas.
Sesekali, mereka yang tengah berjuang menyuarakan aspirasinya memekikkan kata “Revolusi, Revolusi, Revolusi!”
Demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa di depan Kantor DPRD Makassar berbuntut pada pembakaran gedung. Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 22.40 WITA kantor DPRD mulai terbakar.
Kabag Humas dan Protokol DPRD Makassar, Syahril, menyebutkan sedikitnya enam orang menjadi korban dalam pembakaran gedung DPRD Makassar. Empat di antaranya meninggal dunia, termasuk Seorang Fotografer dan Staf Humas DPRD, Muh Akbar Basri atau Abay. Dikabarkan, Abay terjebak kobaran api saat berupaya menyelamatkan rekannya, yakni Sarinawati, yang juga ditemukan tewas dalam peristiwa nahas itu.


Baca juga: Selamat Jalan, Affan, Simbol Perjuangan dan Keadilan dari Jalanan
Di tengah suasana duka yang menyelimuti, tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Selatan hadir memberikan dukungan moril maupun bantuan langsung kepada keluarga korban. Kehadiran Dompet Dhuafa menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban yang ditinggalkan, sembari menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi, pada Sabtu (30/8/2025).
“Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan turut berduka cita atas wafatnya Muhammad Akbar Basri (Abay) dan korban lainnya pasca peristiwa yang terjadi di Kantor DPRD Makassar, Sulawesi Selatan,” ucap Heru Pandu Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Salah satu anggota keluarga Abay, menuturkan pesan terakhir sebelum ia berpulang melalui ponsel genggamnya.
“Dia kirim video dia bilang lagi kata-katanya tolong doakan saya, minta maaf kalau ada salahku, saya terjebak di ruangan lantai tiga, saya sudah tidak bisa, saya sudah sesak, dikirimkan kepada keluarga, teman-temannya, bosnya,” cerita salah satu anggota keluarga Abay.
Salah satu rekan kerja Abay, Muh Triadi Danial,menyebut sosok Abay dikenal sangat ramah terhadap rekan kerja sesama staf.
“Rendah hati, ramah orangnya, dia tidak sombong biar banyak kenalannya. Kita lihat sendiri bagaimana kalau orang baik, dari tadi pagi ini orang melayat datang terus,” ucap Triadi.


Menjelang sore, pukul 16.10, Tim LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali bergerak melakukan pemantauan di area demonstrasi guna mengantisipasi masyarakat maupun mahasiswa yang mengalami luka. LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menyiagakan titik medis dengan memberikan pelayanan medis di area demonstrasi Kota Makassar. Selain santunan, bantuan berupa tujuh kotak air mineral dari donatur juga disalurkan kepada para demonstran di lokasi aksi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menyatakan pendapat adalah hak setiap orang. Namun, mari kita selalu menjaga agar aspirasi itu tersampaikan dengan cara yang kondusif, damai dan penuh rasa hormat. Karena suara yang baik akan lebih bermakna ketika disampaikan dengan bijak. (Dompet Dhuafa)
Teks dan Foto : Anndini, DD Sulsel
Penyunting : Syafira

