Berdiri Kukuh Setelah Pemugaran, MI Taman Bhakti Jadi Sekolah Penuh Harapan

JAWA BARAT — Sejak tahun 1962, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Taman Bhakti telah berdiri menjadi lembaga pendidikan dasar di Kampung Kandang Bhakti, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Terletak jauh dari hiruk-pikuk kota dan sulit dijangkau kendaraan umum, sekolah ini menjadi tumpuan satu-satunya bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk menggapai masa depan. Di sinilah generasi muda dari keluarga petani, buruh, dan pekerja harian belajar mengenal huruf, berhitung, dan menanamkan cita-cita yang tinggi, meski sarana yang mereka miliki begitu terbatas.

Selama lebih dari enam dekade, MI Taman Bhakti menjadi saksi keteguhan semangat belajar di tengah kondisi yang memprihatinkan. Ruang-ruang kelas yang berdinding apa adanya mulai lapuk dimakan usia. Atapnya sering bocor ketika hujan datang, membuat anak-anak harus memindahkan meja agar buku mereka tidak basah. Meja dan kursi yang tersedia sebagian besar sudah keropos.

Di bagian lain sekolah, kondisi bangunan bahkan membahayakan. Lubang-lubang di atap dan kayu yang mulai patah membuat para guru selalu khawatir saat cuaca buruk. Namun, semua itu tak menghalangi semangat belajar anak-anak yang setiap pagi tetap datang dengan wajah ceria, membawa harapan di tengah keterbatasan.

Proses pembangunan dan pemugaran kelas MI Taman Bhakti.
Proses pembangunan dan pemugaran kelas MI Taman Bhakti
Bangunan kelas MI Taman Bhakti usai dipugar.
Bangunan kelas MI Taman Bhakti usai dipugar

Baca juga: Belajar di Bawah Ancaman, Dompet Dhuafa dan Matahari Turun Tangan Pugar Madrasah Al-Khairiyah

Setelah puluhan tahun berdiri apa adanya, kini MI Taman Bhakti mulai berbenah. Melalui kolaborasi Dompet Dhuafa dan Audy Dental, pembangunan dan pemugaran sekolah akhirnya terwujud. Proses pembangunan dimulai sejak Juli 2025 lalu, meliputi dua ruang kelas, satu ruang guru, dan toilet baru yang kini berdiri kokoh dan layak pakai.

Proses yang panjang ini akhirnya mencapai puncaknya pada Jumat (10/10/2025), ketika gedung baru MI Taman Bhakti resmi diresmikan dalam suasana penuh syukur dan haru. Hadir dalam kesempatan itu Utammi Sri Lestari selaku Manager Partnership ZIS Dompet Dhuafa, Adityo Nugroho selaku Creative Director Audy Dental, Agus Husen selaku Kepala Sekolah MI Taman Bhakti, serta Muid selaku Ketua RW 04 Kampung Kandang Bhakti. Para siswa, guru, dan warga setempat menyambut kedatangan tamu undangan dengan penuh hangat dan antusias.

Dompet Dhuafa bersama Audy Dental, para guru, siswa, dan wali siswa di depan bangunan baru MI Taman Bhakti.
Dompet Dhuafa bersama Audy Dental para guru siswa dan wali siswa di depan bangunan baru MI Taman Bhakti
Warga sekitar ikut antusias menyaksikan peresmian bangunan baru sekolah MI Taman Bhakti.
Warga sekitar ikut antusias menyaksikan peresmian bangunan baru sekolah MI Taman Bhakti
Dompet Dhuafa dan Audy Dental membagikan paket peralatan sekolah kepada siswa-siswa MI Taman Bhakti.
Dompet Dhuafa dan Audy Dental membagikan paket peralatan sekolah kepada siswa siswa MI Taman Bhakti

Dalam sambutannya, Agus Husen menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impian panjang warga kampungnya.

“Alhamdulillah, sekarang kami bisa berkumpul di gedung MI yang megah ini. Dulu atap kami banyak yang keropos dan beresiko roboh, kini sudah kokoh. Lantainya pun keramik mengkilap, temboknya kokoh. Semoga anak-anak semakin semangat belajar, dan para orang tua pun kian percaya untuk menyekolahkan anak-anaknya di MI Taman Bhakti,” ujarnya penuh rasa haru.

Dari pihak mitra, Adityo Nugroho menuturkan bahwa kehadiran Audy Dental bukan hanya dalam perawatan kesehatan gigi, tetapi juga dalam menciptakan perubahan bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat sebagai pondasi bagi masa depan bangsa.

“Kami melihat kondisi gedung sebelumnya sangat berisiko. Maka dari itu, kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ini mungkin langkah kecil, tapi semoga menjadi kebaikan yang terus mengalir. Kami harap semua pihak dapat menjaga dan merawat sekolah ini agar manfaatnya berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca juga: Selesai Dipugar, Dompet Dhuafa dan GIIAS 2023 Resmikan Bangunan Baru MIS Nurul Falah Gelam Jaya

Kondisi ruang kelas MI Taman Bhakti sebelum dipugar.
Kondisi ruang kelas MI Taman Bhakti sebelum dipugar
Kondisi ruang kelas MI Taman Bhakti setelah dipugar.
Kondisi ruang kelas MI Taman Bhakti setelah dipugar
Kondisi sudut baca ruang kelas MI Taman Bhakti sebelum dipugar.
Kondisi sudut baca ruang kelas MI Taman Bhakti sebelum dipugar
Kondisi sudut baca ruang kelas MI Taman Bhakti setelah dipugar.
Kondisi sudut baca ruang kelas MI Taman Bhakti setelah dipugar

Sementara itu, Utammi Sri Lestari menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam pilar pendidikan, yang tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas guru dan siswa, tetapi juga pada penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

“Ini bukan kali pertama kami bersinergi dengan Audy Dental. Bersama-sama, kami ingin menghadirkan semangat pendidikan bagi masyarakat. Semoga para guru dan siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman, menjadi generasi cemerlang, dan menebar kebaikan yang hari ini telah diwujudkan,” tuturnya.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita dan doa bersama, dimana seluruh hadirin larut dalam suasana haru. Beberapa guru tampak meneteskan air mata bahagia. Salah satunya, Muhammad L. Baejuri, guru senior yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun di sekolah ini.

“Dulu saya mengajar di bawah atap yang lapuk dan bocor, sekarang sekolah ini berdiri megah. Rasanya seperti mimpi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Suasana belajar para siswa MI Taman Bhakti sebelum dipugar.
Suasana belajar para siswa MI Taman Bhakti sebelum dipugar
Suasana belajar para siswa MI Taman Bhakti setelah dipugar.
Suasana belajar para siswa MI Taman Bhakti setelah dipugar

Baca juga: Milenial Bangun Sekolah: Kebaikan Menular dan Harapan Baru Pascagempa

Di sisi lain, wajah ceria terpancar dari para siswa yang kini belajar di ruang kelas baru yang bersih dan terang. Halda, siswi kelas 6 yang bercita-cita menjadi dokter, dengan polos menyampaikan rasa bahagianya.

“Sekarang sekolahnya bagus dan nyaman, jadi saya mau lebih rajin belajar supaya bisa jadi dokter,” ujarnya penuh semangat.

Kini, MI Taman Bhakti tak lagi terlihat sebagai bangunan tua di pelosok Bogor. Sekolah tua ini telah menjelma menjadi harapan, semangat gotong royong, dan bukti nyata bahwa kolaborasi kebaikan dapat menembus batas jarak dan Waktu. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika