3 Jenazah Ditemukan, Dompet Dhuafa Bersama SAR Gabungan Terus Sisir Lokasi Banjir Bandang Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH, SUMATRA UTARA — Dompet Dhuafa melalui tim respons Disaster Management Center (DMC) hari ini, Selasa (25/11/2025), menemukan tiga jenazah korban banjir bandang di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penemuan ini dilakukan saat Tim DMC bergabung dalam Tim SAR gabungan sebagai bagian dari grup Search Response Unit (SRU) 2.

Tim SAR gabungan dibagi menjadi empat SRU, dan SRU 2 mendapatkan arahan untuk melakukan penyisiran di titik pencarian Desa Bair. Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Banyaknya puing dan tanah sisa longsor yang menggunung, menjadi tantangan dan memerlukan waktu lebih lama dalam proses pencarian.

“Alhamdulillah, upaya pencarian membuahkan hasil, Tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 jenazah dalam satu titik yang sama, terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan yang diduga merupakan satu keluarga,” sebut Aryo Prasojo, Tim DDTV yang bertugas di lapangan dalam laporannya.

Baca juga: Pos Bantuan dan Dapur Umum Berdiri untuk Penyintas Banjir di Pidie Aceh

Bencana banjir bandang ini dipicu oleh hujan disertai badai yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sejak hari Senin (24/11). Puncaknya terjadi pada Selasa (25/11) dini hari, sekitar waktu Subuh, ketika banjir bandang membawa material bebatuan besar dan kayu gelondongan menerjang pemukiman penduduk di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli.

“Sebanyak 29 rumah dilaporkan rata dengan tanah, lenyap diterjang arus deras. Tidak hanya rumah penduduk, Kantor Desa Bair juga turut hilang dalam sekejap. Data terkini menunjukkan setidaknya tujuh orang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan,” jelas Aryo.

Salah satu penyintas, Hermida (55), menceritakan kengerian yang dialaminya pada tim Dompet Dhuafa. Ia dan keluarganya selamat setelah lari mencari tempat aman saat kejadian pada Selasa pagi pukul 05.00 WIB.

“Saat kejadian, kami pergi lari mencari tempat yang aman dan bisa dijangkau,” ungkap Hermida.

Baca juga: Dompet Dhuafa Pastikan Ketersediaan Makanan bagi Penyintas Banjir Solok

Dalam waktu singkat, banjir bercampur material bebatuan besar dan kayu gelondongan menghantam desanya. Ia dan keluarga sempat mengungsi ke gereja terdekat. Melihat bongkahan kayu-kayu besar yang tersisa di belakang rumahnya, Hermida kini dilingkupi trauma dan berencana untuk pindah ke tempat lain demi keselamatan keluarganya.

Dompet Dhuafa melalui Tim DMC akan terus berkoordinasi dan memperkuat upaya pencarian dan evakuasi bersama Tim SAR gabungan, sambil menyalurkan bantuan darurat bagi para penyintas yang kini mengungsi.

Di saat yang sama, kita dapat memperkuat kembali semangat solidaritas dan gotong royong dengan berdonasi atau mendukung aksi kemanusiaan melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika, Aryo Prasojo
Penyunting: Dedi Fadlil