MEDAN, SUMATRA UTARA — Pada Rabu (26/11/2025) pagi, jam masih menunjukkan pukul 07.00 WIB. Diiringi rintik hujan yang mengguyur Kota Medan, satu per satu relawan kreator konten Sumatra Utara mulai memasuki mobil minibus yang akan membawa mereka ke Kabupaten Samosir. Mereka sedianya akan menjalani perjalanan bertajuk “Heartventure” pada 26-27 November 2025 untuk melihat dan turut serta terlibat dalam aktivitas Program Dompet Dhuafa Waspada yang selama ini telah bergulir. Kota Medan menjadi titik keberangkatan perjalanan kebaikan yang perlu dibagikan dan didengungkan secara luas.
Heartventure kali ini diikuti kurang lebih 17 orang kreator konten dari berbagai daerah di Sumatra Utara. Mereka menempuh enam jam perjalanan menuju Kabupaten Samosir, titik program dakwah, yakni Masjid Nurul Islam yang terletak di Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Ogan Runggu. Setibanya di Samosir, para kreator konten ini langsung bercengkrama dengan murid-murid taman pendidikan Al-Qur’an yang diajar oleh Ustaz Muhammad Sya’ban.

Ustaz Muhammad Sya’ban telah bertugas selama delapan tahun menjalankan aktivitas program dakwah di kawasan Kaldera Toba. Dompet Dhuafa Waspada mendukung penuh setiap kegiatan dakwah di wilayah Samosir mengingat jumlah pemeluk agama Islam di sana tidak lebih dari dua persen dari total jumlah penduduk. Ustaz Sya’ban selama ini fokus untuk program pendidikan dan pendampingan keislaman.
Dalam aspek pendidikan, Ustaz Sya’ban fokus kepada baca tulis Al-Qur’an dari rentang usia anak-anak hingga dewasa melalui TPA dan pengajian mingguan. Sedang dari aspek pendampingan, Ustaz Sya’ban secara rutin datang bersilaturahmi dari pintu ke pintu untuk berdakwah. Jauhnya jarak antar pemukiman muslim tak menyurutkan semangat Ustaz Sya’ban.
Baca juga: Serunya jadi Peternak Dadakan di DD Farm Yogya, Lihat Ribuan Doka Lolos Quality Control

“Umat muslim di Samosir memang secara jumlah minoritas, namun kami terus semangat berdakwah agar saudara-saudara muslim di sini tetap berkualitas keimanannya,” ujar Ustadz Sya’ban.
Pada sore harinya, lebih dari 30 anak yang belajar di TPA Masjid Nurul Islam mendapatkan kejutan berupa Box of Happiness dari Dompet Dhuafa. Anak-anak menerima isi yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan personal mereka. Ada yang menerima sepatu sekolah, baju gamis, tas sekolah, hingga peralatan tulis dan menggambar. Relawan kreator konten pun turut serta mendampingi anak-anak dalam proses membuka Box of Happiness.

Ekspresi bungah nan ceria menghiasi wajah anak-anak di TPA. Senyuman mereka seakan menular juga ke Dani (19), kreator konten asal Medan. Dani menceritakan momen-momen saat mendampingi anak-anak membuka Box of Happiness yang membuatnya mendapatkan energi positif.

“Luar biasa rasanya bisa berbagi seperti ini. Saat anak-anak senang, otomatis kita juga ikut senang. Padahal, hanya sekedar membantu unboxing. Ternyata kebaikan itu menular tanpa kita sadari,” jelas mahasiswa semester awal ini.
Selanjutnya pada malam hari, belasan kreator konten Sumatra Utara ini menjalani sesi sharing session bersama Aiman Ricky, Super volunteer Dompet Dhuafa. Ditemani oleh seorang graphic recorder, Arga Muharram dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, sharing session berlangsung secara hangat dan akrab. Aiman Ricky menceritakan pengalamannya dalam dunia entertain hingga kini bergelut di bidang aktivisme sosial.
Baca juga: Dompet Dhuafa Ajak Influencer, Blogger dan Rekan Media Jelajah Sentra Ternak Cianjur

Aiman Ricky meyakinkan para kreator konten bahwa kebaikan harus digaungkan.
“Teman-teman jangan takut riya atau pamrih ketika berbagi di media sosial, orang lain saja tidak malu untuk berbuat dosa untuk pamer, masak kita yang berbuat baik harus takut dan malu?” sambut Aiman.

Hari berganti dan rombongan peserta Heartventure bergerak ke daerah Kabupaten Karo dengan perjalanan darat yang ditempuh selama empat jam. Kali ini peserta disuguhi tantangan untuk memetik hasil program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di kawasan agri Desa Aji Julu, Kecamatan Tigapanah. Rintik hujan tidak menyurutkan semangat mereka terjun ke lahan pertanian yang hampir seluas satu hektar.
Satu per satu peserta mulai memetik cabai, tomat, hingga daun bawang. Mereka pun turut serta bersentuhan langsung dengan petani, berinteraksi menanyakan bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik seiring dengan hasil panen yang baik pula.

Pada kesempatan yang sama, Sulaiman selaku Pemimpin Cabang Dompet Dhuafa Waspada memberikan pemahaman dan edukasi kepada para kreator konten tentang pendayagunaan zakat yang baik. Kawasan Program Kampung Hortikultura dijadikan sebagai contoh, dari awalnya lahan hanya 1.500 meter persegi dapat berkembang hingga hampir satu hektare dengan puluhan mustahik sebagai penggarapnya.
Baca juga: Care Visit Desa Tani, Ajak Donatur Kenal Petani Lebih Dekat

“Inilah hasil nyata dari setiap zakat yang ditunaikan oleh muzakki di Dompet Dhuafa, menjadikan tanamannya tidak hanya mempunyai nilai ekonomis saja, namun berkat itu juga bisa menaikkan taraf hidup masyarakat yang menjadi petani di Kawasan Program Kampung Hortikultura,” pungkas Sulaiman.

Kegiatan Heartventure dengan tema “Perjalanan Kebaikan Para Kreator” ditutup dengan menimbang setiap hasil panen yang berhasil dipetik oleh peserta untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan ini memiliki visi besar untuk mendengungkan kebaikan zakat, infak, dan sedekah dapat memiliki dampak yang besar pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ayo turut serta menebarkan kebaikan zakat melalui digital.dompetdhuafa.org/zakat/maal. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Aryo Prasojo
Penyunting: Dhika

