PADANG, SUMATRA BARAT — Di tengah kepungan lumpur dan puing-puing sisa galodo (banjir bandang) yang menerjang sejumlah kawasan di Sumatra Barat, khususnya di Kampung Apa, Kotopanjang Ikua Koto, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, sebuah pemandangan hangat membawa secercah harapan. Galodo yang menerjang Kampung Apa, pada Kamis (27/11/2025) lalu, tak hanya membuat para penyintas kehilangan harta benda, tetapi galodo bercampur lumpur yang membawa material kayu berukuran kecil hingga besar dari hulu sungai itu juga meluluhlantakkan pemukiman warga.



Suasana Subuh yang biasanya tenang dengan suara kokok ayam berubah menjadi detik-detik penuh kecemasan. Dalam sekejap, air melonjak hingga setinggi dada. Pada saat itulah, suara hantaman kayu besar berkali-kali menyeruduk rumah warga. Satu per satu meruntuhkan dinding rumah, arus deras yang membawa gelondongan kayu datang tanpa henti, menyapu harapan dan meninggalkan ketakutan bagi warga Kampung Apa. Namun, ketidakpastian dan duka mendalam yang menyelimuti warga penyintas perlahan terobati oleh kolaborasi kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama YouTuber Indonesia, Ria Ricis.
Pada Kamis (4/12/2025), Ria Ricis tiba di lokasi bencana, bukan sekadar sebagai tamu, melainkan terjun sebagai relawan di Pos Layanan Dapur Umum Dompet Dhuafa. Dengan semangat gotong royong, ia turut serta dalam proses memasak makan siang. Menu istimewa hari itu adalah Rendang. Sebanyak 500 porsi makan siang disiapkan, dikemas apik dalam thin wall bersama nasi. Siap dibagikan kepada warga yang membutuhkan asupan gizi dan energi.
Baca juga: Antrean BBM di Aceh Hingga 4,5 Jam, Ujian Kesabaran Pasca Banjir di Tengah Kegelapan


“Hari ini kan tujuannya kita untuk healing untuk menyembuhkan trauma mereka jadi bukan yang kita datang untuk mengingat kembali luka dan tapi untuk menyembuhkan luka anak-anak yang ada di sini,” ujar Ria Ricis.
Ia pun turut memberikan bantuan makanan melalui Dapur Keliling (Darling) Dompet Dhuafa. Ricis bahkan sempat makan bersama warga di tenda, berbagi cerita dan kehangatan.

Dompet Dhuafa memahami bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik. Trauma dan kecemasan adalah luka tak terlihat yang harus diobati. Oleh karena itu, kolaborasi ini turut menghadirkan layanan Psychological First Aid (PFA).
Suasana makin meriah dan penuh warna dengan kehadiran Kak Ojan, Co Founder Dongeng Akademi Jakarta. Anak-anak yang semula tampak lesu, kini memancarkan tawa lepas. Mereka antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari mewarnai, bernyanyi, menari, hingga terpukau mendengarkan kisah dongeng dari Kak Ojan.
Tawa renyah mereka di tengah tenda pengungsian seakan menjadi pelepas pilu, membuktikan bahwa semangat masa kanak-kanak tak mudah padam meski dibayangi bencana. Aktivitas ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk sejenak melupakan kengerian galodo.


“Sebenarnya secara alami anak-anak itu lebih cepat pulih dan pulihnya sederhana. Ketika orang dewasa di sekitar anak-anak ini sibuk merapikan rumah, membersihkan puing-puing, ada relawan-relawan yang membantu mereka, ketika anak-anak terlihat ceria dan tertawa itu yang dibantu bukan anak-anak doang, tapi yang dibantu orang-orang dewasa juga,” ungkap Kak Ojan.
Tak hanya pangan dan dukungan psikologis, Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) juga memastikan kesehatan fisik warga yang terdampak. Skrining kesehatan gratis digelar, ada layanan cek tensi darah, konsultasi langsung dengan dokter, hingga pembagian obat gratis. Layanan ini menjadi vital untuk mencegah timbulnya penyakit pascabencana.
Baca juga: Dompet Dhuafa Pastikan Ketersediaan Makanan bagi Penyintas Banjir Solok


Di sisi logistik, Ria Ricis juga memberikan dukungan tambahan berupa lima boks diapers, perlengkapan alat tulis, serta tiga bal besar pakaian layak pakai. Bantuan ini adalah gelombang awal, dengan rencana distribusi berkelanjutan ke tiga lokasi terdampak lainnya di Sumatra.
“Aku juga mengantarkan langsung bantuan ke rumah-rumah warga karena kan memang di sini sangat amat banyak membutuhkan bantuan dari teman-teman, jadi memang aku di sini untuk membantu sedikit-sedikit. Karena, sekecil apa pun bantuan kita, itu sangat berguna untuk warga di sini,” sambung Ria Ricis.



Sinergi antara Dompet Dhuafa bersama Ria Ricis dan Kak Ojan di Padang ini menunjukkan bahwa solidaritas adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan. Bantuan yang disalurkan bukan sekadar materi, melainkan wujud kepedulian tulus yang berupaya merawat harapan dan mengembalikan senyum mereka yang sempat hilang.
Sahabat, mari kita perkuat semangat solidaritas dan gotong royong dengan berdonasi atau mendukung aksi kemanusiaan melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/ricisbersamasumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika, Anndini
Penyunting: Dedi Fadlil

