KALIMANTAN TENGAH — Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) bersinergi dengan PT Pagatan Usaha Makmur (PUM) menggelar Aksi Layanan Sehat (ALS) di Desa Jaya Makmur, dan Desa Satiruk, Kalimantan Tengah.
Kawasan Sehat, merupakan sebuah program pemberdayaan kesehatan dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang bertujuan membangun pola hidup sehat di suatu wilayah berbasis komunitas. Aktivitasnya termasuk Gerai Sehat, Aksi Layanan Sehat (ALS), Pos Medis, dan berbagai kegiatan edukasi kesehatan lainnya.


Pada Senin (10/11/2025), LKC Dompet Dhuafa bersama PT PUM menggelar ALS di Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kegiatan Aksi Layanan Sehat yang dilaksanakan menargetkan 100 dengan peserta usia 18–59 tahun sebagai sasaran Penyakit Tidak Menular (PTM), kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan Puskesmas Puskesmas Pagatan 2 yang juga dibantu oleh para kader-kader setempat.

Namun, sebagian besar warga yang hadir merupakan lansia. Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan yang diberikan meliputi konsultasi dengan dokter, pemberian obat, serta pemeriksaan kesehatan berupa skrining kolesterol, asam urat, dan gula darah.
“Alhamdulillah setelah tadi Launching Program Kawasan Sehat, sebagai salah satu aktivitasnya kami mengadakan Aksi Layanan Sehat di sini,” ujar Sulrahmi sebagai Fasilitator Kawasan Sehat di Desa Jaya Makmur

Baca juga: Layanan Kesehatan Cuma-Cuma bagi Pengungsi Banjir Bandang Aceh
Ialah Paisah, yang menjadi penerima manfaat Aksi Layanan Sehat di Desa Jaya Makmur. Ia dengan antusias membagikan pengalamannya saat menjalani pemeriksaan oleh dokter dan mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya layanan skrining kesehatan gratis.
Bantuan ini sangat berarti baginya karena ia menjadi tulang punggung keluarga. Paisah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan menanam padi di lahan milik orang lain, dengan upah sekitar Rp100.000 per hari jika ada panggilan kerja, serta terkadang menerima bagian padi sebagai tambahan ketika tidak memperoleh penghasilan.
“Senang ya dapat obat, karena gratis pasti senang, kan saya punya keluhan sakit kepala, vertigo cuma sakit itu aja. Saya seringnya sakit kepala, nah ini tadi ada vertigo terus dikasih obat ini,” ungkap Paisah.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Saliah, salah satu penerima manfaat Aksi Layanan Sehat. Selain dilaksanakan di Desa Jaya Makmur, kegiatan ini turut menjangkau Desa Satiruk Darat, sebuah wilayah penghasil kelapa yang berbeda karakter dengan Desa Satiruk yang berada di kawasan pesisir.
Saliah mengungkapkan bahwa selama ini ia kerap merasakan keluhan nyeri di dada, perut, pinggang, hingga kaki, yang membuatnya sulit berjalan jauh dan sering mengganggu waktu istirahat pada malam hari. Dari hasil pemeriksaan, tekanan darahnya terbilang cukup tinggi.


Baca juga: Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Palestina
Akses layanan kesehatan yang jauh menjadi tantangan tersendiri, karena untuk berobat ia harus menyeberang menggunakan klotok ke wilayah lain, sementara tenaga kesehatan di desanya sudah tidak lagi tersedia. Oleh karena itu, kehadiran Aksi Layanan Sehat yang datang langsung ke desa menjadi sumber kebahagiaan baginya, karena memudahkan warga mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Senang ja, gembira ja. Biasanya kalau berobat jauh ke mantri, sebrangan Samuda, kalau ke sana harus naik klotok. Karena di sini bidan atau mantri nggak ada, rasa senang lah kalau anu jauh berobat itu, datangnya jauhlah, senang didatangi ke sini,” ujar Saliah.


Di Desa Satiruk Darat, Aksi Layanan Sehat juga menjadi penopang kesehatan, sebanyak 53 orang hadir di musala, termasuk lansia dan anak-anak. Kehadiran tim LKC Dompet Dhuafa bersama dokter, menjadi daya tarik bagi warga, sehingga warga dengan antusias berduyun-duyun menghampiri pelayanan kesehatan ini. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini
Penyunting: Dhika

