Program Pembiayaan Kesehatan Pasien Dhuafa Pulihkan Asa Pengrajin Sapu Lidi

BOGOR — Batuk disertai sesak napas yang dialami oleh Riki Cisaputra (41) membuat ia sempat berhenti bekerja. Lelaki itu sehari-hari bekerja mengambil lidi dari pelepah kelapa sawit untuk diolah kembali menjadi sapu lidi.

“Ini adik pertama saya, Riki. Kerja kesehariannya ambil sapu sawit di Gunung Sawit. Itu dia awal sakitnya batuk-batuk, terus tiba-tiba langsung nyesek, terus dikasih obat dari warung, engga berubah,” cerita kakak Riki saat mendampingi adiknya berobat di RST Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Senin (23/02/2026).

Melihat gejala yang ditunjukkan Riki, akhirnya sang kakak membawa Riki berobat ke Puskesmas. Saat sudah di Puskesmas, Riki diminta agar dirujuk ke Poli Paru. Dari situ, kakaknya membawa Riki ke RST Dompet Dhuafa.

Riki Cisaputra sedang menunggu giliran pemeriksaan kesehatan oleh dokter di RST Dompet Dhuafa.
Riki Cisaputra sedang menunggu giliran pemeriksaan kesehatan oleh dokter di RST Dompet Dhuafa

Ia menjelaskan bahwa saat itu Riki masih berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga ia langsung mendaftarkan Riki sebagai member LKC Dompet Dhuafa agar bisa mendapatkan obat yang sesuai untuk adiknya.

“Terus akhirnya saya kan pakai member LKC. Kalau dari obat LKC (yang dikasih) itu obat yang semprotnya itu Berotec, kalau nggak Suprasma. Nah, itu dibayarin dari member,” jelasnya.

Berawal dari bertanya, kakaknya Riki berhasil mengetahui informasi terkait pengajuan member kesehatan LKC Dompet Dhuafa. Ia pun bergegas mempersiapkan seluruh informasi dan data untuk pihak rumah sakit untuk diproses lebih lanjut.

“Waktu itu saya di sini nanya-nanya kan, di sini ada member. Jadi buat yang nggak bisa beli obat, yang nggak mampu berobat. Akhirnya saya ngajuin ke pihak RST. Waktu itu saya ke Pak Budi sama Pak Heri. Saya nyerahin data, terus disurvey ke rumah dilihat keadaannya. Langsung ditunggu seminggu, setelah seminggu langsung saya ditelepon, ternyata di-ACC,” jelasnya.

Baca juga: Bantuan Kursi Roda Sejahterakan Penyandang Disabilitas dan Lansia

Riki Cisaputra, didampingi kakaknya, sedang menunggu pengambilan obat.
Riki Cisaputra didampingi kakaknya sedang menunggu pengambilan obat

Setelah keseluruhan persyaratan dipenuhi, akhirnya Riki mendapat kartu member LKC Dompet Dhuafa. Ia mengaku, saat berobat menggunakan member rasanya lebih sederhana dan tidak perlu untuk rujuk ke rumah sakit lain.

“Keluarga saya semua waktu itu pakai member. Sampai sekarang pun adik saya sudah hampir 10 tahun lebih pakai member dan berobat di sini,” tuturnya.

Sebelum menerima bantuan kesehatan, kakaknya bercerita bahwa Riki sangat kesulitan berjalan jauh. Katanya, jika dipaksakan jalan jauh, Riki akan merasakan sesak napas. Namun, setelah mendapat obat rutin, Riki menjadi lebih produktif dalam mencari rezeki dan bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

“Tiap bulan obat pilnya sama semprotnya itu dapet. Jadi kalau dia aktivitas, bisa. Sekarang dia bisa nyari sapu ke gunung. Dia ngambil sapu sawit, terus dia kumpulin, terus dia reretin. Dan alhamdulillah sekarang punya penghasilan dari jual sapu lidi itu, satu ikat Rp5 ribu,” jelasnya.

Riki Cisaputra didampingi kakaknya sedang mengambil obat dan berkonsultasi dengan dokter.
Riki Cisaputra didampingi kakaknya sedang mengambil obat dan berkonsultasi dengan dokter

Sebagai informasi, Riki adalah salah satu penerima manfaat dari program pembiayaan kesehatan pasien dhuafa dari kolaborasi kebaikan PT Audy Mandiri Indonesia (Audy Dental) bersama LKC Dompet Dhuafa. Lewat member kesehatan LKC Dompet Dhuafa, Riki kembali bisa bekerja dan mencari penghasilannya sendiri.

Bantuan biaya pengobatan tersebut merupakan buah kebaikan dari Audy Dental atas pengumpulan dana zakat karyawannya yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa dengan fokus pada Program Kesehatan.

Lewat LKC Dompet Dhuafa, dana zakat tersebut, disalurkan dalam bentuk program salah satu pilar LKC Dompet Dhuafa yakni pembelaan. Pilar ini fokus pada pelayanan mustahik yang tidak memiliki jaminan kesehatan, obat-obatan dan bahan habis pakai (BHP), serta kendala dalam mengakses bantuan alat kesehatan untuk pasien penyandang disabilitas.

Kolaborasi kebaikan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan kualitas hidup penyandang disabilitas serta pasien dhuafa. Langkah ini juga merupakan wujud penyaluran dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berdampak di masyarakat luas.

Baca juga: Perluas Pemulihan Kesehatan bagi Masyarakat Dhuafa bersama Audy Dental

Kakak Riki sedang menceritakan kondisi adiknya saat awal mula terkena sakit sampai berobat di RST Dompet Dhuafa.
Kakak Riki sedang menceritakan kondisi adiknya saat awal mula terkena sakit sampai berobat di RST Dompet Dhuafa

Cerita Riki patut diacungi jempol. Ia tak menyerah dalam keadaan sulit. Ruang nafasnya yang saat itu sempit, tak menutup dirinya untuk kembali berjuang menjadi lelaki sejati. Mari ambil peran sebagai pejuang rupiah yang kesulitan mencari nafkah akibat punya penyakit dan tak bisa berobat karena faktor biaya. Bantu mereka di sini! (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Moh Reynaldi Risahondua
Penyunting: Dhika