Dompet Dhuafa Wakili Indonesia Dalam Forum The International Day of Zero Waste Conversation

Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional. Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation.

SAN FRANCISCO, CALIFORNIA – Sebagai salah satu lembaga filantropi Islam yang memiliki konsentrasi menjaga dan melestarikan lingkungan, Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional. Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation. Gelaran tersebut diinisiasi oleh organisasi pemerhati sampah Race To Zero Waste yang bermarkas di South San Francisco, California, pada Senin (30/3/2026). Pembahasan secara daring tersebut membahas bagaimana konsep tanpa sampah berkembang di Nepal, Kenya, Pakistan, Indonesia, dan Swedia, menjadi paparan yang apik dalam diskusi tersebut.

Dompet Dhuafa yang mewakili Indonesia mendelegasikan Ika Akmala untuk membangun diskusi di The International Day of Zero Waste bersama sejumlah narasumber dari lintas negara. Bersama David Ngige (Dajopen Waste Management Solutions, Kenya), Pal Martensson (World Cleanup Day, Swedia), Mahesh Nakarmi (HECAF360, Nepal), dan Dr. Aman Karim (NUMS / Zero Waste Alliance, Pakistan), Ika Akmala memaparkan konteks isu tentang gerakan kerelawanan di Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) dalam kampanye mengurangi sampah.

Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional. Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation.
Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation

“Jadi DDV di sini menunjukkan bahwa praktik filantropi tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan. Tapi juga dapat menjadi pintu masuk perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup berkelanjutan. Maka peran penting DDV di konteks isu ini terletak pada kemampuannya mengintregasikan nilai-nilai kedermawanan dengan aksi lingkungan. Kemudian diejawantahkan melalui seruan Asik Tanpa Sampah Plastik,” jelas Ika Akmala.

Baca Juga: Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Ika menambahkan, Program Asik Tanpa Sampah Plastik yang DDV gaungkan bergulir pada momentum Ramadan dan Iduladha. Program tersebut menjadi contoh konkret bagaimana distribusi bantuan dilakukan dengan mengganti kemasan plastic sekali pakai, menjadi bahan ramah lingkungan berbasis kearifan lokal.

Dengan adanya kampanye Asik Tanpa Sampah Plastik dari DDV di momentum Ramadan dan Iduladha tersebut, tentu tidak hanya mengurangi timbulan sampah. Tetapi juga dapat memberdayakan komunitas lokal dan memperkuat edukasi kesadaran publik akan upaya menjaga lingkungan, terutama bagi generasi muda.

Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional. Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation.
Dompet Dhuafa hadir mewakili Indonesia di forum internasional Kali ini di The International Day of Zero Waste conversation

“Selain itu, DDV juga aktif dalam berbagai aktivitas strategis seperti edukasi publik, kampanye media, aksi bersih lingkungan. Kemudian juga menjalin kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, tokoh agama, dan institusi pendidikan. Melalui pendekatan ini, DDV menempatkan relawan sebagai aktor perubahan yang mampu menjembatani isu lingkungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambah Ika.

Langkah tersebut berhasil melakukan penggantian kemasan plastik sekali pakai menjadi kemasan ramah lingkungan sebanyak 220,000 kemasan di 25 provinsi. Di forum tersebut kontribusi DDV menegaskan bahwa gerakan akar rumput memiliki peran penting dalam mendorong transformasi menuju zero waste. Tentunya lebih dari sekadar pengurangan sampah semata. Di kesempatan tersebut DDV mengangkat pesan bahwa perubahan harus dimulai dari cara kita berbagi, hidup, dan merawat bumi secara kolektif.

 

Teks dan foto: Ika Akmala/Dompet Dhuafa
Penyunting:
Taufan YN