JAKARTA — Dompet Dhuafa kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung kemerdekaan dan kemanusiaan di Palestina dengan mengirimkan tim kemanusiaan menuju Mesir pada Rabu (06/05/2026). Bertempat di Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, pelepasan tim kemanusiaan menjadi bagian dari gerakan solidaritas internasional Global Summit Flotilla melalui jaringan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Misi kali ini kembali bertujuan untuk menyalurkan bantuan krusial ke jalur Gaza melalui pintu perbatasan Rafah, sekaligus membawa misi diplomasi kemanusiaan untuk mendesak pembukaan blokade yang telah lama mengisolasi warga Gaza.
Dalam sebuah wawancara, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa keberangkatan tim ini adalah representasi tanggung jawab moral masyarakat Indonesia.
“Misi ini adalah bagian dari komitmen panjang Dompet Dhuafa selama puluhan tahun untuk Palestina. Tim yang berangkat akan bergabung dengan konvoi bantuan darat dari Libya menuju Mesir untuk menembus blokade di Gaza. Kami berharap gerakan ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan diplomasi internasional untuk menghentikan genosida dan mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Ahmad Juwaini.
Baca juga: Global Peace Convoy Indonesia Berangkat ke Brussel, Dorong Solusi Damai di Forum Internasional

Teknis penyaluran bantuan oleh Dompet Dhuafa akan dilakukan pada rangkaian konvoi besar yang melibatkan partisipan dari 105 negara. Satu dari personel tim yang berangkat, menjelaskan bahwa fokus bantuan kali ini menyasar pada sektor kesehatan dan pangan jangka panjang.
“Kami akan membawa kurang lebih 50 truk konvoi, di mana Dompet Dhuafa berkontribusi pada 3 kontainer berisi alat kesehatan dan bahan pangan. Kami juga memberikan perhatian khusus pada layanan medis. Saat ini, ambulans wakaf Dompet Dhuafa sudah beroperasi di Gaza untuk membantu warga yang terluka, dan melalui dukungan donatur, kami berkomitmen untuk terus menambah unit medis di sana,” jelasnya.


Meski demikian, tim menyadari tantangan berat yang menanti di lapangan. Negosiasi dengan otoritas negara tetangga, khususnya Mesir, menjadi kunci utama keberhasilan masuknya bantuan ke pintu Rafah. Selain itu, kondisi geopolitik yang dinamis di kawasan Timur Tengah juga menjadi faktor yang terus diantisipasi oleh tim.
Di sisi lain, personel kemanusiaan lainnya, menambahkan bahwa persiapan fisik menjadi prioritas utama, mengingat wilayah sasaran mulai memasuki musim panas. Kesiapan mental dan komunikasi juga telah dimatangkan guna memastikan koordinasi di lapangan berjalan lancar.
Baca juga: Delegasi Dompet Dhuafa Berangkat ke Turki, Gabung Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0
Pelepasan tim kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk Gaza ini turut disaksikan oleh Rahmad Riyadi selaku Dewan Pengawas Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna selaku Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika, serta Herdiansah selaku Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa. Hadir pula jajaran direksi seperti Direktur Penghimpunan Ziswaf, Etika Setiawanti, dan Direktur Keuangan & Operasional, Tri Estriani beserta jajaran staf.
Seluruh Insan Dompet Dhuafa yang hadir mendoakan keberangkatan tim kemanusiaan agar disertai keselamatan dan kesuksesan untuk melaksanakan misi serta kembali ke Tanah Air. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Roseta
Penyunting: Dhika

