JAKARTA — Dompet Dhuafa terus mengecam keras tindakan pembajakan dan penahanan terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh pasukan Israel di perairan internasional. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional sekaligus ancaman nyata terhadap misi kemanusiaan global untuk rakyat Palestina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Forum Zakat (FOZ), armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 terdiri atas 50 kapal yang membawa bantuan medis, pangan, dan logistik untuk masyarakat Gaza, Palestina. Armada tersebut juga mengangkut ratusan aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara.
Hingga Selasa (19/05/2026) pukul 21:02 WIB, dilaporkan lebih dari 100 aktivis ditahan dan diculik oleh pasukan Israel setelah dilakukan pencegatan terhadap 40 kapal kemanusiaan di wilayah perairan internasional. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 warga negara Indonesia (WNI), termasuk 2 aktivis kemanusiaan dari Dompet Dhuafa, yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu.
Baca juga: Lagi, 2 Pejuang WNI Ronggo dan Herman di Kapal Zefiro GSF diculik Pasukan Israel
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, sekaligus sebagai Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ahmad Juwaini, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman atas tindakan represif tersebut. Menurutnya, misi kemanusiaan seharusnya mendapat perlindungan penuh berdasarkan hukum internasional.
“Kami mengecam keras tindakan pembajakan dan penahanan terhadap para aktivis kemanusiaan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Bantuan yang dibawa merupakan amanah masyarakat Indonesia dan dunia untuk membantu warga sipil yang tengah mengalami krisis kemanusiaan di Gaza,” ujar Ahmad Juwaini, saat Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0, di Jakarta Pusat, pada Rabu (20/05/2026).

Ahmad kembali menekankan bahwa keselamatan seluruh delegasi kemanusiaan, termasuk Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu, harus menjadi perhatian serius komunitas internasional. Ia juga mendesak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomasi cepat dan tegas demi memastikan keselamatan serta pembebasan seluruh WNI yang ditahan.
“Kami meminta pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk segera bertindak aktif dalam memastikan pembebasan para aktivis kemanusiaan. Jalur bantuan kemanusiaan tidak boleh dihalangi, apalagi diserang,” tambahnya.
Dompet Dhuafa bersama Forum Zakat (FOZ) dan berbagai elemen kemanusiaan lainnya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memantau perkembangan situasi dan mengupayakan pembebasan para delegasi kemanusiaan.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina serta mendukung upaya pengiriman bantuan kemanusiaan melalui berbagai jalur yang memungkinkan.
Di saat bersamaan, Forum Zakat (FOZ) telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam pembajakan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dan mendesak pembebasan seluruh aktivis yang ditahan, termasuk sembilan WNI yang berada dalam misi tersebut. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika

