SITUBONDO, JAWA TIMUR — Angin kencang yang membawa debu kering dan ranting sabana, berhembus setiap waktu di Dusun Merak, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Wilayah pedalaman yang terjepit di tengah rimbunnya Taman Nasional Baluran ini terbilang sunyi tanpa riuh sinyal seluler. Namun, keheningan di ujung paling timur Pulau Jawa tersebut seketika berganti menjadi kehangatan yang begitu pekat saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah tiba.
Debu jalanan yang menyengat seolah terkalahkan oleh semerbak gotong royong warga. Tahun ini HMNS, turut menitipkan jejak kebaikannya di dusun terpencil ini. Melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa, HMNS menyalurkan amanah berupa 10 ekor hewan kurban setara doka (domba/kambing) kualitas premium.
Langkah ini menjadi sebuah penegasan nyata bahwa jarak yang jauh bukan alasan untuk tidak memberikan yang terbaik. Sepuluh ekor hewan kurban bertubuh besar dan sehat tersebut menjadi hadiah istimewa bagi ratusan kepala keluarga di Dusun Merak, yang kesehariannya akrab dengan keterbatasan.



Baca juga:Aroma Kebaikan HMNS dalam Tebar Hewan Kurban untuk Warga di Maluku dan Jawa Timur
Sebab, bagi warga di sini, kehadiran daging kurban bukanlah ritual tahunan yang pasti mereka rasakan. Tanpa adanya uluran tangan dari luar, meja makan mereka sering kali senyap dari cita rasa perayaan.
“Ya kalau pun ada kurban itu, saya dikasih, kita masak. Kalau enggak ada yang ngasih, ya enggak ada kurban,” ungkap salah seorang warga penerima manfaat di Dusun Merak dengan jujur menceritakan kondisinya.
Bahkan, ia mengenang bahwa momen Hari Iduladha sering kali dilewati tanpa hidangan daging sama sekali di atas meja makannya.
“Enggak ada (kurban), iya pernah enggak ada. Kalau sepi itu cuman kambing, tapi kan enggak dikasih. Yang dikasih kan cuman orang sini tahlil itu yang dikasih, enggak sampai ke rumah saya gitu. Pernah enggak ada, enggak mesti ada,” tambahnya lagi.



Baca juga: Tembus Pelosok Situbondo, Bahagianya Warga Dusun Merak Sambut Tebar Hewan Kurban
Realita pahit itulah yang ingin dihapus oleh HMNS dan Dompet Dhuafa. Melalui 10 doka premium ini, tim di lapangan bergerak memacu sepeda motor dengan ekstra hati-hati menembus pekatnya malam, melewati kontur tanah berbatu layaknya sungai kering. Beberapa bungkusan bahkan diantarkan dengan berjalan kaki ke area pemukiman terdalam agar tidak ada satupun keluarga yang terlewat mendapatkan berkah ini.
Komitmen HMNS yang memilih untuk menyisihkan kepeduliannya hingga ke sudut yang sulit dijangkau ini menuai harapan tinggi dari perwakilan Tim Partnership Dompet Dhuafa, Pakihupiddin.
“Semoga, kerja sama kebaikan ini bisa terus terjalin dan semakin luas, sehingga makin banyak orang yang terbantu hidupnya. Hal ini juga tentu akan berdampak baik bagi mitra perusahaan untuk terus bisa melaksanakan niat-niat baiknya,” pungkas Pakih hangat.
Ketika malam semakin larut di Dusun Merak, aroma kebaikan yang dibawa oleh HMNS dan Dompet Dhuafa telah tuntas bermuara, meninggalkan jejak cerita penuh kebahagiaan yang akan terus diingat oleh warga di ujung timur Jawa tersebut. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Roseta
Penyunting: Dhika

