Dompet Dhuafa Silaturahmi dan Gelar Doa Bersama dengan Keluarga Donatur

Two elderly women hugging and smiling warmly, sharing a joyful moment in a bright room.

JAKARTA — Dompet Dhuafa menggelar Kajian dan Doa Bersama bertema “Plot Twist Terbaik Itu Bernama Takdir Allah” bersama Ustaz Dr Hepi Andi Bastoni, MA, M.Pd.I, di Patra Kuningan, Sabtu (27/06/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Dompet Dhuafa dengan para donatur beserta keluarga, sekaligus menjadi momen untuk memanjatkan doa bersama bagi almarhum Iswadji bin Rochmad yang berpulang pada 14 Mei 2026.

Suasana hangat telah terasa sejak awal kegiatan. Para hadirin saling bercengkerama sembari menikmati makan siang bersama sebelum acara dimulai. Momen sederhana tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara para donatur, keluarga, dan tim Dompet Dhuafa dalam suasana penuh keakraban.

Memasuki pembukaan acara, putra almarhum Iswadji, Agung Wicaksono, menyampaikan sambutan yang sarat rasa syukur sekaligus haru. Ia mengenang sang ayah sebagai sosok pekerja keras yang tetap aktif hingga usia 71 tahun. Setelah tidak lagi bekerja akibat pandemi, berbagai kegiatan Dompet Dhuafa menjadi bagian penting yang mengisi hari-hari almarhum dengan semangat, kebahagiaan, dan makna baru.

“Selama empat tahun terakhir kegiatan Dompet Dhuafa menjadi komunitas yang mengisi kehidupan almarhum Papah dengan penuh makna, penuh rahmat, dan semangat,” ungkap Agung.

Ia mengaku melihat sendiri bagaimana sang ayah begitu menikmati setiap kegiatan yang diikuti bersama Dompet Dhuafa.

“Saya belum pernah melihat bagaimana Papah begitu semangat, begitu ceria kalau beraktivitas dengan Dompet Dhuafa. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sekeluarga,” tuturnya.

People seated on a red carpet in a bright living room for a community/religious gathering; women in floral headscarves sit in front, men behind, with a chandelier and mountain picture on the wall.

Baca juga:Petik Cerita Alirkan Manfaat bersama Donatur Panen 1,2 Ton Buncis Kenya

Agung juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh hadirin dan keluarga besar Dompet Dhuafa yang telah hadir untuk mendoakan ayahnya. Menurutnya, perhatian dan doa yang dipanjatkan bersama menjadi penghiburan yang sangat berarti bagi keluarga.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan seluruh jemaah yang terus mendoakan almarhum. Semoga Allah melapangkan kuburnya, memudahkan hisabnya, dan menempatkan beliau di surga Jannatun Naim,” ujarnya.

Usai sambutan, para hadirin menyaksikan tayangan video kenangan almarhum Iswadji yang menampilkan kebersamaan beliau dalam berbagai kegiatan Dompet Dhuafa. Suasana haru pun menyelimuti ruangan. Sejumlah hadirin tampak terdiam dan larut dalam kenangan atas sosok almarhum yang semasa hidup dikenal penuh semangat dan keceriaan.

Kekhusyukan makin terasa ketika adik-adik SMART Ekselensia Indonesia memandu pembacaan Surah Ar-Rahman. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di ruangan mengantarkan seluruh hadirin untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Almarhum Bapak Iswadji. Doa tersebut kemudian dipimpin oleh Ustaz Dr Hepi Andi Bastoni sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar memohon ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah Swt bagi almarhum.

Man in a black cap speaks into a microphone to a small audience seated on a carpet in a quiet room with wooden doors in the background.

Doa bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kasih kepada almarhum Iswadji. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok yang aktif mengikuti berbagai kegiatan Dompet Dhuafa. Kehadirannya yang penuh semangat dan keceriaan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga maupun sahabat-sahabat yang pernah membersamainya dalam berbagai aktivitas kebaikan.

Mengusung tema “Plot Twist Terbaik Itu Bernama Takdir Allah”, Ustaz Dr Hepi Andi Bastoni kemudian mengajak para hadirin memahami bahwa beriman kepada takdir merupakan bagian dari rukun iman. Namun, keyakinan terhadap takdir bukan berarti seseorang boleh berhenti berikhtiar.

“Takdir tidak menghapus kewajiban ikhtiar. Kita boleh berencana dan bahkan harus membuat strategi. Tetapi yang menentukan hasil akhirnya adalah Allah Swt,” jelasnya.

Melalui kisah hijrah Rasulullah Saw serta teladan Umar bin Khattab dalam menghadapi wabah, Ustaz Hepi menjelaskan bahwa ikhtiar dan tawakal merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Seorang Muslim diperintahkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt.

“Kalau kita berikhtiar dengan menyertakan Allah, ketika berhasil kita bersyukur, dan ketika belum berhasil kita bersabar. Itulah rumus hidup seorang muslim,” katanya.

Baca juga: Cerita Jemput Zakat: Pasutri Ini Yakin Berzakat Melalui Dompet Dhuafa Sejak Tahun 2008, Transparan dan Penghasilan Bertambah

Speaker in a white cap and brown shirt holds a microphone beside a projected slide that reads 'Kita Boleh Merencanakan, Tetapi Allah yang Menentukan'.

Kajian berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Salah seorang kerabat keluarga menanyakan perbedaan antara ikhlas dan rida. Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Hepi menjelaskan bahwa ikhlas merupakan ketulusan seorang hamba dalam beramal, sedangkan rida yang paling utama adalah rida Allah Swt kepada hamba-Nya.

Pada kesempatan yang sama, Susilowati, istri almarhum Iswadji, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah mendoakan sang suami. Ia juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum pernah melakukan kesalahan kepada siapa pun.

Menanggapi pertanyaan mengenai amalan yang dapat menjadi ikhtiar ketika menghadapi takdir yang dirasa berat, Ustaz Hepi menjelaskan bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, amal saleh, sedekah, zikir, serta memohon doa dari orang-orang saleh sebagai bentuk ikhtiar kepada Allah Swt.

An elderly woman in a lavender hijab smiles as she hugs a person in a blue floral hijab; they stand indoors against a light background.

Menjelang berakhirnya kegiatan, para hadirin mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama. Suasana hangat terus terasa saat para hadirin saling bersalaman dan berpamitan dengan keluarga almarhum Iswadji serta tim Dompet Dhuafa. Sebagai ungkapan terima kasih atas doa dan kehadiran para hadirin, keluarga almarhum Iswadji turut menyerahkan bingkisan kepada para hadirin sebelum meninggalkan lokasi acara.

Lebih dari sekadar rangkaian kajian dan doa bersama, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, berbagi penguatan, serta mengenang sosok Almarhum Bapak Iswadji yang semasa hidupnya menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan dan berbagai aktivitas kebaikan bersama Dompet Dhuafa. Semangat tersebut diharapkan terus hidup melalui doa, kepedulian, dan ikatan persaudaraan yang terus terjalin. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Nurul
Penyunting: Dhika