Safari Dakwah di Depok, Sensei Sugimoto: Jumlah Muslim di Jepang Tumbuh Pesat Namun Tinggi Tantangan

Two presenters at a lectern in a mosque, delivering a talk while a projector displays slides about Islam; audience seated in headscarves.

DEPOK, JAWA BARAT — Pasangan suami-istri, Sensei Sugimoto dan Ustazah Purwati kembali melanjutkan Safari Dakwahnya di Indonesia. Kali ini, Rabu (01/07/2026), pasangan pendakwah tersebut menyiarkan dakwahnya di Masjid Adz Dzikri, Pesona Khayangan, Beji, Depok.

Kepada sekitar seratus jemaah yang hadir sejak pukul 08.00 WIB pagi itu, Sensei Sugimoto, mengisahkan perjalanan dirinya mengenal Islam melalui akhlak seorang Muslim, menjalankan kehidupan sebagai mualaf di wilayah minoritas, juga pertemuan dengan istri tercinta, Ustazah Purwati. Selain itu, pendakwah asal Negeri Sakura itu juga membagikan pengalaman makna ketika berhaji, serta perjuangan dakwah di Jepang.

“Saya kenal Islam sejak melakukan studi di Bangladesh. Saya kagum dengan adab dan akhlak seorang Muslim, lalu saya pelajari. Di Jepang sendiri, ada banyak agama tapi tidak banyak cerita tentang Tuhan atau Pencipta. Bahkan sekitar 63% penduduk Jepang tidak memeluk suatu agama tertentu,” ungkap Penerjemah Al-Qur’an dalam Bahasa Jepang itu.

Exterior of Masjid Adz-Dzikri with white arches, steps to the entrance, and a prominent black sign in the foreground reading Masjid Adz-Dzikri.

Ia pun mengisahkan bahwa tantangan dalam menjalankan hidup sebagai mualaf di Jepang sangatlah tinggi.

“Namun singkat cerita setelah bersyahadat, saya menemukan banyak tantangan dalam menjalankan kehidupan sebagai mualaf. Sulit mencari makanan halal, tempat ibadah, tempat belajar juga guru atau pendamping ilmu agama Islam. Hingga saya kuliah lagi di Malaysia, saya belajar banyak tentang Islam dan bertemu jodoh sekaligus pendamping agama di sana,” kata Sugimoto.

Baca juga:Bakar Semangat Siswa SMART Ekselensia, Sensei Sugimoto: Ayo Berdakwah Hingga Mancanegara dan Berani Lihat Indonesia dari Luar

Sensei Sugimoto memaparkan, bahwa jumlah penduduk Muslim di Jepang tumbuh pesat. Tahun 2020 terdapat sekitar 230.000 Muslim di Jepang, dan pada tahun 2025 terdapat 420.000 Muslim di Jepang. Selain mualaf, setengahnya adalah orang Indonesia. Hanya ada tujuh masjid di Jepang dan idealnya satu masjid bisa menampung 200 orang.

“Jangan bayangkan seperti di sini, di Indonesia. Di Jepang, satu masjid hanya bisa menampung paling banyak 200 orang,” jelasnya.

Men in traditional caps sit on a green-carpeted floor in a mosque-like hall, listening to a speaker at the front with a projector screen.

Ya, bagi mereka, tantangan masuk Islam itu adalah kehidupan setelahnya, orang-orang yang support. Padahal, mualaf termasuk dalam salah satu asnaf zakat juga.

“Syahadat hanyalah permulaan, istikamah yang utama. Itulah kenapa kami mengambil inisiatif dan butuh mendirikan Masjid Al-Muttaqin di Chiba sebagai pusat mualaf dan Islamic Cultural Center di Jepang, agar mampu menjadi tempat bernaung bagi Muslim di Jepang, serta sebagai support pendampingan bagi para mualaf, serta pusat pendidikan agama Islam bagi generasi muda,” pungkas Sensei Sugimoto.

Kepada jemaah Masjid Adz Dzikri di Depok, Sensei Sugimoto dan Ustazah Purwati secara khusus juga menceritakan tentang pertemuannya hingga kini sebagai pasangan suami-istri. Ia adalah Guru Ngaji di Malaysia, yang bertemu dalam forum komunitas Islam di Malaysia.

“Saya dipertemukan dengan Sensei Sugimoto, orang yang haus ilmu. Jadi saya berdoa terus, ya Allah beri kemudahan untuk ikut belajar. Jadi kami saling belajar. Belajar agama, belajar bahasa, dan hal lain. Dan saya husnudzon kepada Allah, bahwa sepertinya menerima Sensei Sugimoto itu ada amanah Allah untuk jalan dakwah sepanjang hidup saya juga,” aku Guru Ngaji asal Cilacap, Jawa Tengah itu.

Panel of two speakers seated at a table with microphones; projection screen shows a colorful poster, audience members in headscarves watching the talk.”] ,

Three people pose in front of a banner for the 'Kalam Rabb' event with mosque imagery; center woman in a turquoise dress and hijab smiles at the camera.

Baca juga: Kunjungi Zona Madina, Sensei Sugimoto Kagum Saat Hari Pertama Safari Dakwah di Indonesia

Ibu Wulan, warga Pesona Khayangan, salah satu jama’ah dalam Safari Dakwah Sensei Sugimoto tersebut mengaku, “Bagi saya dakwahnya ringan dan penyampaiannya pun halus, tapi dalam penuh makna. Saya tersentuh dengan kisah perjalanan mengenal Islam dan pertemuan cintanya yaitu istri, yang sesungguhnya juga membawa pada perjalanan cinta pada Allah. Dan pertumbuhan Muslim di Jepang yang luar biasa beserta tantangannya, ternyata membutuhkan banyak dukungan kita untuk keberlanjutan ketaqwaannya.”

Ayo ambil bagian menghadirkan rumah Allah di Jepang. Klik Hadirkan Masjid Permanen untuk Muslim di Chiba Jepang untuk Muslim di Chiba Jepang sekarang. Jadilah bagian dari hadirnya masjid untuk Muslim Jepang! (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika, Ronggo
Penyunting: Dedi Fadlil