KALIMANTAN UTARA — Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa, Almarhamah, menggelar wisuda bagi 30 peserta Program Sekolah Lansia Nusantara Ramah Lansia (Nurani) di Gedung Serbaguna Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (12/02/2026).
Para peserta yang diwisuda adalah mereka yang dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran selama 10 pertemuan. Program ini menandai komitmen bersama antara MPZ Almarhamah dan pemerintah setempat dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi lansia di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan memang seharusnya dapat diakses oleh siapapun tanpa mengenal usia.
Selama 10 pertemuan tersebut, peserta didik yang terdiri atas lansia menerima materi yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, mendorong lansia aktif berdiskusi, dan berbagi pengalaman hidup. Hal tersebut menjadi salah satu kekuatan program yang dinilai efektif membangun rasa percaya diri peserta.

Baca juga: Wali Kota Tarakan Apresiasi Sekolah Lansia MPZ Dompet Dhuafa Yayasan Almarhamah
Wisuda Sekolah Lansia Nurani dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is; Ketua MPZ Almarhamah, Muhammad Zulfunun; dan keluarga wisudawan serta relawan yang mendampingi para peserta wisudawan lansia.
Agenda ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Sejak pagi, para peserta wisudawan lansia hadir mengenakan toga dan didampingi keluarga serta relawan.
Suasana haru dan bangga terasa ketika satu per satu nama peserta dipanggil untuk mengikuti prosesi resmi di hadapan tamu undangan.

Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya wisuda Sekolah Lansia Nurani. Ia menilai, program yang diinisiasi oleh MPZ Almarhamah ini sebagai langkah yang luar biasa dan menjadi yang perdana di Kalimantan Utara.
“Ini luar biasa. Setahu saya, ini yang pertama di Kaltara. Tentu ini menegaskan bahwa Tarakan kembali menjadi bagian yang paling menonjol di Kaltara, sebagai pusat pembangunan, paku bumi Paguntaka,” ujar Ibnu.

Pada kesempatan tersebut, Ibnu Saud Is juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada MPZ Almarhamah Indonesia atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menyelenggarakan pendidikan bagi lansia.
“Kami berharap, ke depan MPZ Almarhamah dapat terus memperluas jangkauan Sekolah Lansia di Tarakan. Semoga semakin banyak lansia mendapatkan akses pendidikan dan pemberdayaan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca juga: Gubug Sinau, Tempat Belajar Al-Quran Bagi Lansia Sumberwungu

Ketua MPZ Almarhamah, Muhammad Zulfunun, memaparkan bahwa Sekolah Lansia Nurani bukan sekadar program seremonial. Melainkan, wadah pemberdayaan yang dirancang untuk menjaga semangat belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat interaksi sosial lansia.
“Melalui program ini, para wisudawan membuktikan bahwa usia tidak menjadi batas untuk terus bertumbuh dan berkontribusi di masyarakat,” katanya.
Prosesi pemindahan tali toga menjadi momen yang paling dinantikan oleh para wisudawan. Dengan penuh penghormatan, Wakil Wali Kota Tarakan memindahkan tali toga para wisudawan. Tepuk tangan meriah dari para hadirin menggema di setiap prosesi, membuat suasana lebih hangat dan meriah.

Melalui wisuda ini, MPZ Almarhamah berharap Sekolah Lansia Nurani dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lansia di Kota Tarakan. Sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah diharapkan makin kuat demi menghadirkan program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan lansia. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: MPZ Almarhamah, Hafiz, Anndini
Penyunting: Ronna

