ACEH — Dompet Dhuafa bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang. Pada Kamis (11/12/2025), sebanyak 1.300 paket bantuan tiba di Gedung MTQ Pidie Jaya sebagai manfaat bagi para penyintas di Kabupaten Pidie Jaya.
Bantuan tersebut bersumber dari Dana Kemaslahatan BPKH, sebuah program yang ditujukan untuk mendukung masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan atau dalam kondisi darurat maupun pemulihan setelah bencana. Penyerahan dilakukan secara simbolis langsung oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini yang hadir di Aceh bersama Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf, dan diterima langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi.
Paket bantuan tersebut berisi paket sembako lengkap untuk kebutuhan pangan, paket hygiene kit untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, serta paket selimut untuk membantu pemenuhan kebutuhan penghangat tubuh.



Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa dengan dukungan penuh dari BPBD Aceh mengawal proses penyaluran bantuan ini. Dengan begitu, bantuan dapat menjangkau para penyintas di berbagai titik yang terdampak paling parah. Kolaborasi ini memastikan bantuan tiba dengan cepat dan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan penjelasan mengenai langkah-langkah respon cepat yang telah dilakukan sejak awal terjadinya bencana.
“Dompet Dhuafa hadir sejak hari pertama setelah kejadian banjir bandang melanda. Tim respons cepat segera melakukan evakuasi warga, menyalurkan bantuan pangan, membuka dapur umum, menyediakan pos hangat, layanan kesehatan, hingga membantu membuka akses jembatan yang putus. Seluruh upaya ini dilakukan agar kebutuhan dasar para penyintas dapat segera terpenuhi,” jelasnya.
Baca juga: Puluhan Ton Bantuan Dompet Dhuafa Tiba di Pidie Jaya untuk Penyintas Banjir Bandang


Ia menambahkan, respon cepat ini merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam memastikan layanan kemanusiaan selalu siap hadir dalam setiap kondisi darurat di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, medan yang ditemui tim di lapangan tidak mudah. Akses menuju beberapa titik bencana terputus karena jembatan runtuh dan jalan tertimbun material banjir. Namun, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa tetap bergerak memberikan bantuan dengan metode yang adaptif, termasuk menyeberangi sungai dan menggunakan jalur alternatif.
Pada kesempatan yang sama, Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana BPKH, menyampaikan pesan dan harapan terhadap kondisi masyarakat terdampak. Pihaknya menyampaikan prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat Pidie Jaya. BPKH berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka dan membantu mempercepat proses pemulihan.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kerja sama dari berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
“Kami menyambut baik bantuan dari Dompet Dhuafa dan BPKH. Atas nama masyarakat Pidie Jaya, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang berupaya bangkit dari musibah banjir bandang,” ungkap Sibral.



Baca juga: Pos Bantuan dan Dapur Umum Berdiri untuk Penyintas Banjir di Pidie Aceh
Ia menjelaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut telah merusak banyak fasilitas umum, permukiman, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kehadiran lembaga-lembaga kemanusiaan menjadi energi besar bagi masyarakat dalam melalui masa-masa sulit.
Usai penyerahan bantuan, Ahmad Juwaini bersama sejumlah pimpinan Dompet Dhuafa dan tim DMC melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bireuen untuk meninjau kondisi Jembatan Kuta Blang. Jembatan ini terletak di atas Sungai Peusangan dan merupakan salah satu jalur utama penghubung antarwilayah.
Namun, jembatan tersebut kini terputus akibat terjangan banjir bandang, menyisakan kerusakan parah yang berdampak besar pada mobilitas masyarakat dan proses penyaluran bantuan ke daerah-daerah terpencil.
Dalam tinjauan tersebut, Ahmad Juwaini menyampaikan pentingnya upaya bersama untuk memastikan akses bantuan tetap terbuka.
Rencananya, Ahmad bersama tim akan menyeberangi Sungai Peusangan menggunakan jalur alternatif, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Tamiang, Aceh, untuk menyapa dan memberi semangat bagi masyarakat terdampak lainnya serta menyusun strategi bantuan lanjutan.
Dompet Dhuafa menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, serta masyarakat Indonesia yang terus mempercayakan amanah kemanusiaan kepada lembaga ini. Dengan dukungan berbagai pihak seperti BPKH, upaya membantu masyarakat terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas jangkauannya. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika

