2 Tahun Tak Servis Motor, Program BerOJOL Hadir Tepat saat Ayus akan Pulang Kampung

TANGERANG SELATAN — Pagi itu, Saryulis (38), yang akrab disapa Pak Ayus, berdiri agak lama di samping motornya. Tangannya sesekali mengusap jok yang mulai kusam. Motor itulah yang sejak 2019 menemaninya menjadi pengemudi ojek online, sejak hari-hari awal ia memutuskan turun ke jalan demi menghidupi keluarga.

Motor itu pula yang kini masuk antrean servis dalam Program BerOJOL (Bantu Usaha dan Rawat Kendaraan Ojol) yang digelar oleh Dompet Dhuafa pada Ahad (01/03/2026) di Kawasan Lotte Grosir Ciputat, Tangerang Selatan.

“Ini motor dari awal saya jadi Ojol,” katanya pelan saat ngobrol dengan mekanik yang menangani motornya.

Dulu, servis adalah rutinitas yang tak pernah ia lewatkan. Setiap dua pekan sekali, ia melakukan servis ringan, yaitu ganti oli dan cek rem untuk memastikan semuanya aman. Bila sedang ramai penumpang dengan jarak tempuh yang jauh, bahkan seminggu sekali ia menyempatkan diri ke bengkel. Sementara servis berat dilakukan ketika ada keluhan. Ayus selalu mengusahakannya tanpa menunda.

Namun, keadaan berubah. Beberapa bulan terakhir, menurut Ayus, masa-masa terasa lebih berat dari sebelumnya. Anak semata wayangnya kini duduk di kelas 3 SD. Biaya pendidikan makin besar. Sementara kebutuhan rumah tangga tak pernah berhenti menunggu.

Ayus pun mulai menahan diri untuk tidak mengeluarkan uang servis. Terakhir kali ia melakukan servis berat adalah dua tahun lalu. Sedangkan servis ringan sudah lebih dari lima bulan tak tersentuh. Padahal, sekali servis ringan ia biasanya harus mengeluarkan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Untuk servis berat, biayanya bisa menembus Rp1,2 juta.

“Kalau ada uang, mending ditransfer ke rumah untuk anak dan istri,” ujarnya.

Baca juga: BerOJOL: Berkah untuk Ojek Online, Dompet Dhuafa Buka Layanan Servis Motor Gratis

Sejak pandemi Covid-19 melanda, istri dan anaknya pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah. Mereka tinggal di sana, menunggu kiriman rezeki dari sang ayah. Sementara Pak Ayus tetap bertahan di kerasnya jalanan metropolitan, menembus panas, hujan, dan risiko kecelakaan, demi memastikan dapur tetap mengepul.

Hari itu, dalam Program BerOJOL, setelah dicek oleh mekanik, motornya ternyata membutuhkan servis berat.

Eka Anendar, mekanik yang menangani motor Pak Ayus, bahkan harus memanggil beberapa rekannya untuk membantu. Banyak temuan kendala yang sudah cukup serius. Ada kemungkinan, jika setelah servis ini masalah serupa muncul kembali, motor tersebut perlu turun mesin.

“Ganti oli sudah pasti. Kampas rem habis, gas sangat berat, kelistrikan juga ada masalah,” jelas Eka sambil menunjuk beberapa bagian motor yang perlu dibenahi.

Baca juga: Tarhib Ramadan 1447 H di Zona Madina, Dompet Dhuafa Paparkan Program Unggulan Mudik Kalcer hingga BerOJOL

Pak Ayus memperhatikan dengan saksama. Sesekali ia mengangguk, seolah mengiyakan semua yang selama ini ia keluhkan namun tak sempat ia lakukan.

Program BerOJOL ini menjadi jawaban atas kegelisahannya. Apalagi ia sudah merencanakan untuk pulang kampung ke Pemalang menggunakan motor tersebut.

“Biasanya H-2 sudah berangkat. Naik motor. Perjalanan 7-8 jam. Biasanya servis dulu sebelum pulang kampung. Alhamdulillah ketahuan apa kurangnya. Nanti pas pulang tinggal dicek ulang,” imbuhnya dengan senyum lega dan terlihat lebih tenang.

Usai servis motor selesai, Pak Ayus diarahkan untuk melapor ke pihak Dompet Dhuafa. Di sana, ia mendapatkan bingkisan berupa beras zakat fitrah sebagai bentuk dukungan tambahan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan ini. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika