Jejak Inspiratif dari Bumi Pertiwi: 3 Alumni Beasiswa Dompet Dhuafa Ukir Prestasi di Panggung Global

JAKARTA — Kabar membanggakan kembali datang dari ranah pendidikan dan pemberdayaan anak muda Indonesia. Tiga alumni berprestasi dari program beasiswa GREAT Edunesia Dompet Dhuafa berhasil menembus ketatnya persaingan dan masuk dalam jajaran 50 finalis MUDA30 Global Future X.

Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Pijar Foundation melalui gerakan Townhall Muda Indonesia ini menjadi panggung bagi para inovator dan penggerak perubahan muda yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa yang telah menghadirkan dampak konkret bagi masyarakat melalui inovasi, edukasi, dan program pemberdayaan.

Ketiga alumni tersebut adalah Joko Susilo, Fitra Riyanto, dan Haris Hendrik. Kiprah dan dedikasi mereka di berbagai bidang membuktikan bahwa investasi dalam pendidikan dan pembinaan karakter mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Joko Susilo: Menggerakkan Mimpi Anak Desa dari Gunungkidul

Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di wilayahnya, Joko Susilo, alumni Beasiswa BAKTI NUSA, mendirikan gerakan Gunungkidul Menginspirasi pada tahun 2012. Pria kelahiran Yogyakarta ini memilih jalan sunyi untuk membangun pendidikan alternatif yang relevan bagi pelajar dan pemuda di pelosok desa. Dengan pendekatan “nyantrik” yang menekankan pada kedekatan dan pemahaman mendalam, serta konsep “intelektual organik” yang mengedepankan pembelajaran berbasis pengalaman dan lingkungan sekitar, Joko berhasil menjangkau lebih dari 10.000 anak muda di lebih dari 100 sekolah dan 90 desa di Gunungkidul.

Dedikasinya tak hanya diakui di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Nasional 2022, namun juga membawanya berpartisipasi dalam forum internasional di Singapura dan Rusia. Kisah Joko adalah cerminan semangat pantang menyerah dan keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di akar rumput.

Baca juga: Konsisten Jaga Kualitas Pendidikan, GREAT Edunesia Sabet Trofi Perunggu SNI Award 2024

Fitra Riyanto: Membangun Asa Sarjana dari Desa di Banten

Semangat #1Village1Graduate1CEO menjadi motor penggerak Fitra Riyanto, alumni BAKTI NUSA lainnya, dalam membangun Alang Institute di Banten. Melihat potensi besar yang terpendam di desa kelahirannya, Fitra bertekad untuk memajukan pendidikan dan memberdayakan pemuda desa agar mampu bersaing dan menjadi pemimpin di masa depan.

Melalui berbagai program inovatif seperti Beasiswa Aktivis Muda dan Alang Academy, Fitra berhasil melahirkan generasi muda desa yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan adaptasi dan berpikir kritis. Inisiatifnya ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Haris Hendrik: Teknologi Inklusif untuk Kesetaraan Komunikasi di Riau

Inovasi dan kepedulian sosial berpadu dalam diri Haris Hendrik, alumni Beasiswa Etos ID yang menggagas Tulibot di Riau. Melihat tantangan komunikasi yang dihadapi teman-teman tuna rungu, Haris mengembangkan kacamata pintar yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat ke dalam teks dan suara.

Inovasi Haris tidak hanya memberikan harapan baru bagi inklusi sosial di Indonesia, tetapi juga mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Keberhasilan Tulibot menjadi juara dalam World Bank Youth Summit 2024 menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan kesetaraan dan memberikan akses yang sama bagi semua lapisan masyarakat.

Baca juga:GREAT Edunesia: Bangun Peradaban Lewat Pendidikan

Lebih dari Sekadar Beasiswa: Investasi Masa Depan Bangsa

“Keberhasilan Joko, Fitra, dan Haris menembus 50 besar finalis MUDA30 Global Future X adalah representasi nyata dari filosofi program GREAT Edunesia Dompet Dhuafa. Lebih dari sekadar memberikan bantuan finansial, program ini berfokus pada pembentukan karakter yang kuat, pengembangan daya saing global, dan penanaman nilai-nilai kontribusi sosial,” sebut Asep Hendriana, CEO GREAT Edunesia, Rabu (16/04/2025).

Kisah inspiratif ketiga alumni ini menjadi bukti bahwa investasi pendidikan dan pembinaan karakter yang tepat akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Kiprah mereka di panggung MUDA30 adalah secercah harapan dan motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya dan membuktikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

Pemberdayaan oleh GREAT Edunesia ini juga merupakan dana Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) yang Dompet Dhuafa kelola dalam suatu program pendidikan. Kita semua juga bisa turut berkontribusi dalam mencetak penerus lebih baik melalui BEASISWA PENDIDIKAN: SETIAP ANAK BISA SEKOLAH. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika Prabowo
Penyunting: Dedi Fadlil