33 Tahun Dompet Dhuafa: Akselerasi Filantropi Hijau untuk Membangun Peradaban Berkelanjutan

Man in a suit and black hat cuts a cake on a table, flanked by six men in traditional Indonesian attire at a stage with a green event banner.

JAKARTA — Memasuki usia ke-33 tahun, Dompet Dhuafa meneguhkan komitmennya sebagai pelopor filantropi Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman melalui tema “Akselerasi Filantropi Hijau: Melahirkan Gagasan, Menjejak Milestone, Membangun Peradaban”. Pada Kamis (02/07/2026) ratusan Insan Dompet Dhuafa hadir untuk memeriahkan Syukuran Milad ke-33 Tahun Dompet Dhuafa di Sasana Budaya Rumah Kita dan Lobby Philanthropy Building.

Hal ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang Dompet Dhuafa dalam membangun ekosistem filantropi yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sosial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pembangunan peradaban.

Membuka kegiatan tersebut, Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pada Milad ke-33 tahun ini, Dompet Dhuafa memperkenalkan semangat Filantropi Hijau (Green Philanthropy). Dengan pendekatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari praktik filantropi Islam dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

A man in a suit and peci speaks at a clear podium with a microphone, in a conference room with a large screen beside him showing event graphics.

Man in a black cap giving a speech at a podium on a decorated stage, with a banner reading 'MILAD 33 Tahun' and floral arrangements in front.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, penghimpunan Dompet Dhuafa mencapai Rp426.331.894.665. Berdasarkan data per 30 Juni 2026 adanya peningkatan 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini penghimpunan sebanyak 317 miliar rupiah. Hal tersebut mencerminkan makin kuatnya kepercayaan masyarakat dalam mendukung berbagai program yang dijalankan Dompet Dhuafa.

Di sisi lain, pengelolaan wakaf Dompet Dhuafa sepanjang 2025 juga menunjukkan hasil yang membanggakan dengan total nilai mencapai Rp41.766.854.964. Nilai tersebut terdiri atas penghimpunan dan aset wakaf sebesar Rp24,7 miliar, wakaf temporer (CLWS dan CWLD) sebesar Rp13,9 miliar, serta hasil pengembangan wakaf senilai Rp3 miliar.

Baca juga:Sayap Kebaikan 33 Tahun: Cerita di Balik Logo Milad Kupu-kupu dan Semangat Filantropi Hijau Dompet Dhuafa

Semua angka dan kerja keras ini bermuara pada satu kebahagiaan, yaitu melayani 3.632.925 jiwa penerima manfaat sepanjang tahun lalu. Pada peringatan Milad ke-33, Dompet Dhuafa turut menggelar sejumlah rangkaian kegiatan reflektif, mulai dari Epilog Refleksi 33 Tahun yang disampaikan Yudi Latif, zikir dan doa bersama, hingga tausiah reflektif. Sebagai ungkapan rasa syukur, pengurus Dompet Dhuafa juga melakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak-anak yatim.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang peluncuran berbagai program strategis, di antaranya penyaluran 33.000 paket bantuan pangan, penanaman 33.000 pohon pangan dan produktif, serta pemberian santunan bagi anak yatim dan masyarakat dhuafa sebagai bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Pada tahun ini, kiprah kita semakin terekspos luas sebagai lembaga filantropi dan pemberdayaan masyarakat melalui program Indonesia Humanitarian Summit, penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra, serta misi kemanusiaan global Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Ahmad Juwaini dalam sambutannya.

Man in a dark suit hands a green gift bag to a girl in a white hijab on a stage during a ceremony.

A woman in a white dress with a green headscarf hands a plate to a young boy during a formal ceremony, with officials watching in the background.

Program-program tersebut menjadi representasi nyata bahwa filantropi tidak hanya hadir untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membangun fondasi kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Inovasi program pun terus melompat. Bila tahun lalu kita mengembangkan Kurban Ekspress, tahun ini kita telah memulai program kurban unta serta melembagakan kegiatan fundraising tahunan untuk memuliakan yatim melalui program Besteam (Bestian dengan Yatim),” sambung Ahmad Juwaini.

Perayaan milad tahun ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Milad 33rd yang menghadirkan berbagai kegiatan inspiratif, seperti Run for Vision 5K, donor darah serentak sebanyak 3.300 kantong, khitanan massal, kampanye media sosial, peluncuran buku, Kongres Kemandirian 2026, hingga aksi konservasi melalui penanaman pohon pangan.

Baca juga: Gerakan Donor Darah Serempak di Penjuru Nusantara Jelang Milad Dompet Dhuafa

Momentum Milad ke-33 juga menjadi tonggak bagi Dompet Dhuafa dalam memperkuat arah transformasi kelembagaan menuju lembaga filantropi Islam berkelas dunia. Fokus pengembangan ke depan diarahkan pada penguatan pendekatan pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi, peningkatan martabat manusia (human dignity), kepemimpinan filantropi hijau, serta pembangunan ekosistem kebaikan global yang mampu menginspirasi masyarakat dunia.

Melalui semangat “Melahirkan Gagasan, Menjejak Milestone, Membangun Peradaban”, Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat, mitra, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi memperkuat gerakan filantropi Islam yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Male speaker in batik and cap delivering a presentation on stage with a microphone, in front of a green event banner.

Fifteen people posing together on a stage in a celebration event, smiling and showing peace or victory gestures, with a banner behind them reading 'Syukuran' and logos for the event.

Bersama, filantropi dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan kesejahteraan sosial sekaligus menjaga kelestarian bumi bagi generasi yang akan datang. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini, Dhika
Penyunting: Dhika