Keberanian Srikandi DMC Kibarkan Semangat Solidaritas di Udara

BOGOR, JAWA BARAT — Di tengah keindahan alam Puncak, Bogor, sekelompok srikandi dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan aksi yang tak biasa. Dengan keberanian yang membara, mereka “membelah langit” menggunakan paralayang, mengibarkan tinggi-tinggi bendera Indonesia dan Palestina pada Jumat (11/10/2024). Aksi ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah pernyataan sikap yang kuat tentang solidaritas dan kemanusiaan.

Di balik aksi spektakuler tersebut, terdapat wajah familiar dari tim DMC Dompet Dhuafa yaitu Kamelia, sosok berpengalaman yang telah 12 tahun mengabdi di DMC. Ada juga Nabila Ainiyah, wajah baru di DMC yang bergabung sejak awal 2024 yang penuh semangat.

Kamelia dan Nabila (tengah) bersama segenap tim DMC Dompet Dhuafa dan relawan memanjatkan doa sebelum pengibaran bendera Negara Indonesia dan Negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jumat (11/10/2024).
Kamelia dan Nabila tengah bersama segenap tim DMC Dompet Dhuafa dan relawan memanjatkan doa sebelum pengibaran bendera Negara Indonesia dan Negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak Bogor Jumat 11102024
Paralayang tim DMC Dompet Dhuafa lepas landas dari ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL) kawasan Puncak, Bogor, Jumat (11/10/2024).
Paralayang tim DMC Dompet Dhuafa lepas landas dari ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut MDPL kawasan Puncak Bogor Jumat 11102024

Sepuluh menit mereka mengudara sambil mengibarkan dengan gagah bendera Negara Indonesia bersanding bendera Negara Palestina, serta kain bertuliskan #JanganLupakanPalestina . Ratusan pasang mata telah menjadi saksi atas aksi ini. Mereka adalah dua di antara srikandi yang ikut serta. Mereka yang biasanya berkutat dengan angka-angka di bagian keuangan, menunjukkan bahwa jiwa sosialnya tak pernah padam.

“Sepuluh menit terbang terasa singkat padahal persiapannya cukup lama dan menyesuaikan dengan alam. Namun pesan yang ingin kami sampaikan sangatlah mendalam. Melalui aksi ini, kami ingin mengingatkan bahwa genosida di Negara Palestina belum berakhir dan saudara-saudara kita masih membutuhkan dukungan,” ucap Kamelia, srikandi DMC Dompet Dhuafa, dalam pengalaman pertamanya terbang paralayang sambil membentangkan bendera Negara Palestina.

Baca juga: Bebas Mengudara, Dompet Dhuafa Kibarkan Bendera Negara Palestina dan Indonesia Gunakan Paralayang

Sementara itu, Nabila, yang mengaku takut ketinggian, berhasil menaklukkan rasa takutnya demi tujuan yang lebih besar.

“Saya lihat ini kesempatan untuk mencoba pengalaman baru,” ungkapnya. “Saya ingin membuktikan bahwa setiap orang, terlepas dari apapun pekerjaannya, bisa berkontribusi untuk kemanusiaan,” tambah Nabila dengan semangat.

Terbang bebas di udara, Dompet Dhuafa mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina berdampingan menggunakan paralayang di langit Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (11/10/2024).
Terbang bebas di udara Dompet Dhuafa mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina berdampingan menggunakan paralayang di langit Puncak Bogor Jawa Barat pada Jumat 11102024
Dari atas udara, Nabila, salah satu srikandi DMC Dompet Dhuafa membentangkan tagar #JanganLupakanPalestina menggunakan paralayang, Jumat (11/10/2024).
Dari atas udara Nabila salah satu srikandi DMC Dompet Dhuafa membentangkan tagar JanganLupakanPalestina menggunakan paralayang Jumat 11102024

Aksi paralayang ini bukan sekadar aksi seremonial. Di balik itu, terdapat pesan mendalam yang ingin disampaikan yaitu solidaritas untuk Palestina, pentingnya kemanusiaan, dan semangat kebebasan. Dengan mengibarkan bendera Palestina bersama bendera Indonesia, para srikandi ini ingin menunjukkan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Aksi ini juga adalah pengingat bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk membantu sesama yang membutuhkan. Paralayang, sebagai simbol kebebasan, merefleksikan harapan akan perdamaian dan kebebasan bagi seluruh umat manusia, terutama bagi rakyat Palestina yang masih menderita penjajahan.

Kamelia (kiri) pasca mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jumat (11/10/2024).
Kamelia kiri pasca mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak Bogor Jumat 11102024
Kamelia (kanan) dan Nabila (kiri), srikandi DMC Dompet Dhuafa yang memberanikan diri mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jumat (11/10/2024).
Kamelia kanan dan Nabila kiri srikandi DMC Dompet Dhuafa yang memberanikan diri mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera negara Palestina menggunakan paralayang di kawasan Puncak Bogor Jumat 11102024

Baca juga: Ujian Bagi Rakyat Palestina, adalah Ujian Juga Bagi Umat Muslim Sedunia. Mampukah Kita Peduli dan Ikut Membelanya?

Aksi paralayang yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa adalah bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan bisa menyatukan kita semua. Para srikandi Dompet Dhuafa telah menunjukkan bahwa dengan keberanian dan dedikasi, kita dapat membuat perubahan positif, sekecil apapun itu. Mari kita terus mendukung upaya-upaya kemanusiaan dan bersama-sama mewujudkan dunia yang lebih adil dan damai.

“Dari awal masuk DMC sempat ditegaskan bahwa walaupun bergabung di tim keuangan, namun juga harus siap dibutuhkan di lapangan karena bidangnya kemanusiaan dan kebencanaan. Jadi ketika dibutuhkan turun lapangan siap turun juga.” pungkas Nabila.

Dompet Dhuafa berencana untuk terus melakukan aksi-aksi serupa sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Berbagai kegiatan kreatif dan inovatif akan terus digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kemerdekaan Negara Palestina. Mari ulurkan tangan, satukan langkah, bersama Dompet Dhuafa untuk Palestina melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika Prabowo, Riza Muthohar
Penyunting: Dedi Fadlil