Target Penghimpunan Ramadan Dompet Dhuafa Selalu Besar, Apa Artinya Lembaga Ini Materialistik?

Andriansyah sebagai Ketua Ramadan 1446 H Dompet Dhuafa dalam sambutannya memaparkan program-program yang akan dijalankan Dompet Dhuafa, pada rangkaian Sambut Ramadan 1446 H: Berzakat Kerennya Gak Ada Obat, Kamis (6/2/2025).

BOGOR, JAWA BARAT — Pada Kamis (6/2/2025), di Kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, Dompet Dhuafa mengumumkan secara terbuka target penghimpunan donasi untuk Ramadan 1446 H nanti, yaitu sebesar Rp141,8 miliar. Meski ini baru disampaikan secara internal di lingkungan Insan dan Mitra Pelaksana Program (MPP), namun angka ini sudah bisa dikatakan pasti.

Secara resminya, memang akan disampaikan melalui Press Conference (presscon) pada 20 Februari 2025. Presscon ini nantinya tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi seluruh cabang di Indonesia melakukan presscon serentak. Sebelum itu, juga akan ada acara gembira-gembiraan menyambut kedatangan bulan Ramadan 1446 H di Lapangan Softball Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 8 Februari 2025. Acara di GBK tersebut bertujuan mengajak dan menjadi pengingat bahwa Ramadan sudah dekat. Jadi ayo kita persiapkan diri, hati, jiwa, dan raga, agar nanti saat menjalani kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan terasa semakin nikmat dan mendapat keberkahan.

Mungkin teman-teman ada yang menanyakan, mengapa Dompet Dhuafa kesannya seperti menggebu-gebu sekali dengan target pencapaian? Kok, setiap memasuki bulan Ramadan, selalu ditargetkan dengan angka-angka. Dan tidak kecil pula angkanya.

Misal, tahun sebelumnya (2024) saja Dompet Dhuafa berhasil menghimpun sebanyak Rp124 miliar. Kalau dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah capaian ini meningkat sebesar 9,7 persen. Terus, capaian 2023 dibanding dengan tahun 2022, ada peningkatan 11.9 persen. Jadi, ya, capaiannya dari tahun ke tahun terus meningkat. Data-data ini bisa teman-teman cek di laporan-laporan Dompet Dhuafa yang berada di web resmi www.dompetdhuafa.org.

Baca juga: Keberhasilan Wakaf Produktif Dompet Dhuafa: Surplus Wakaf Pendidikan Capai Rp2,9 M

Makanya, di tahun 2025 ini, Dompet Dhuafa menargetkan peningkatan sebesar 14 persen, yaitu dari Rp124 miliar ke Rp141,8 miliar. Cukup tinggi sih peningkatan targetnya. Kalau di perusahaan bisnis yang mengedepankan laba, mungkin ini bisa disebut sebagai Target Costing, yaitu suatu metode penentuan biaya produk atau jasa berdasarkan target di mana pelanggan bersedia membayarnya.

Dr. Indriarto Faishal MA selaku Dai Ambassador Cordofa yang juga ASN Kemenag RI, kaget dengan angka ini. Kok berani banget lembaga zakat menetapkan target besar, sampai 14 persen? Perusahaan-perusahaan profit saja peningkatan targetnya cuma 11 persen.

Ustaz Indrianto ini adalah anggota Pengembang Tafsir di Kementerian Agama RI. Dahulu, ia pernah beberapa kali jadi Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang dititipi amanah untuk berdakwah di luar negeri. Ia datang di acara tarhib Insan Dompet Dhuafa hari ini untuk memberikan tausiah menjelang Bulan Ramadan. Ia berkisah tentang pengalaman-pengalamannya ber-Ramadan di berbagai belahan dunia.

Kembali lagi ke konteks target penghimpunan. Karena Dompet Dhuafa ini adalah lembaga nonprofit, jadi ya nggak bisa disamakan. Tapi dalam hal target, secara langkah profesional mungkin bisa diterapkan. Justru dengan penerapan aspek-aspek profesionalitas inilah Dompet Dhuafa sering mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak.

Andriansyah sebagai Ketua Ramadan 1446 H Dompet Dhuafa dalam sambutannya memaparkan program-program yang akan dijalankan Dompet Dhuafa, pada rangkaian Sambut Ramadan 1446 H: Berzakat Kerennya Gak Ada Obat, Kamis (6/2/2025).
Andriansyah sebagai Ketua Ramadan 1446 H Dompet Dhuafa dalam sambutannya memaparkan program program yang akan dijalankan Dompet Dhuafa pada rangkaian Sambut Ramadan 1446 H Berzakat Kerennya Gak Ada Obat Kamis 622025

Terus, kenapa sih Dompet Dhuafa ini seakan menggebu-gebu dalam mencapai target yang sangat besar itu?

In fact, angka Rp141,8 miliar itu sangatlah kecil, teman-teman. Masih sangat jauh dibandingkan dengan potensi zakat yang secara nasional, nilainya itu mencapai Rp327 triliun per tahun. Angka ini adalah angka terbaru yang dikeluarkan oleh BAZNAS pada akhir tahun 2024. Jadi ya, Rp141,8 miliar dari Rp327 triliun itu hanya 0,04 persennya. Justru, seharusnya ini bisa jadi pemicu lembaga-lembaga zakat lainnya untuk ikut meningkatkan kampanye mereka dalam mengajak masyarakat menunaikan zakat.

Karena, misal nih, jika potensi zakat di Indonesia benar-benar tercapai, masyarakat akan jauh lebih sejahtera. Apalagi, sekarang-sekarang ini, lembaga-lembaga zakat sudah banyak yang menerapkan pengelolaan zakat secara produktif. Salah satunya, ya, Dompet Dhuafa.

Jadi, besarnya angka penghimpunan yang ditargetkan oleh Dompet Dhuafa, tentu semata-mata untuk meluaskan manfaat zakat, agar makin banyak masyarakat yang terbantu dan tersejahterkan hidupnya. Sehingga, tagline yang digadang-gadang oleh Dompet DHuafa, yaitu Mustahik Move to Muzakki, dapat terwujud. Dari target Rp141,8 miliar di Ramadan 1446 H nanti, Dompet Dhuafa sudah memproyeksikan banyak program yang nantinya akan menjangkau 500.000 penerima manfaat. Program yang sudah direncanakan antara lain Program Dakwah Melintas Batas, Ramadan di Palestina, Muliakan Anak Yatim, SEKAR, Pos Mudik Ramah Keluarga, Pasar Berkah, dan masih banyak lagi.

Baca juga: I-HitS 2024 Bongkar Kiprah dan Dampak Filantropi di Indonesia: Penyaluran Hingga 115 Persen

Dompet Dhuafa di sini berperan hanya sebagai perantara sebenarnya. Perantara, atau jembatan antara si kaya dan si miskin, antara muzakki dan mustahik. Kalau kata Pak Parni (Inisiator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa), Dompet Dhuafa itu Lembaga yang MELAYANI. Yaitu melayani si kaya dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakafnya, juga melayani orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Jadi, Sahabat tidak perlu ragu ya untuk mendukung upaya-upaya Dompet Dhuafa di atas. Dompet Dhuafa dipastikan amanah dalam mengelola dana. Secara profesional, lembaga ini terawasi oleh semua pihak dan sangat transparan. Laporan-laporan audit bahkan secara terbuka dipampang di website dan bisa diunduh secara bebas oleh masyarakat. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika Prabowo