THAILAND — Suatu ketika, pada Jumat (14/03/2025), selepas salat Zuhur di Masjid As-Safier KBRI Bangkok, ada hal menarik yang saya temukan saat berbincang dengan pemuda bernama Ibrahim. Ia adalah staf lokal KBRI Bangkok bagian protokoler konsuler.
Ibrahim berkisah bahwa ia baru saja mengurus perihal wafatnya salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berlibur di Pattaya akibat sakit. Pemuda yang memiliki nama asli Song Pon ini mengungkapkan bahwa ia tengah mengurus rencana pemakaman WNI tersebut. Ternyata bila tidak harus dipulangkan ke Indonesia, jenazah bisa dimakamkan di Thailand. Sebab, lahan pemakaman untuk muslim asal Indonesia di Bangkok cukup mudah ditemukan. Salah satunya adalah pemakaman Masjid Jawa di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok.
Hal ini menjadi keistimewaan dan kemudahan tersendiri bagi muslim asal Indonesia. Pasalnya, biaya repatriasi jenazah ke Indonesia tidaklah murah, yakni kisaran 100.000 baht atau hampir 50 juta rupiah, bila dikonversi dengan kurs hari ini.
Lebih lanjut, pemuda asal Chiang Mai yang masuk Islam tahun 2015 silam itu mengungkapkan bahwa hampir seluruh masjid di Thailand, khususnya di Bangkok, punya lahan pemakaman. Biaya lahan pun gratis dan tak perlu sewa, hanya membayar biaya untuk pengurusan jenazah, seperti memandikan, mengafani, dan menggali kubur. Seluruhnya kira-kira hanya menghabiskan biaya 10.000 baht atau sekitar 500 ribu rupiah saja. Itu pun terkadang dapat sumbangan dari kas masjid bagi mereka yang tidak mampu.

Namun di balik beragam kemudahan itu, ada beberapa aturan yang berlaku tentunya. Misalnya seperti Masjid Darul Aman yang berada di Soi 7. Masjid ini mengharuskan adanya keanggotaan bagi muslim yang ingin dimakamkan di lahan pemakaman Masjid Jawa. Hal itu diterapkan karena terbatasnya lahan pemakaman.
Meski begitu, untuk warga muslim Indonesia terkadang tetap dibolehkan dimakamkan di lahan pemakaman Masjid Darul Aman walau belum menjadi anggota, karena adanya hubungan baik antara muslim Indonesia dengan pengurus Masjid Darul Aman. Hal ini diungkapkan Sofian, Staf KBRI Bangkok yang memang akrab dengan Imam serta Pengurus Masjid Darul Aman.
Lahan pemakaman muslim di Bangkok biasanya terletak di dalam kompleks masjid. Beberapa contoh masjid di Bangkok yang memiliki lahan pemakaman adalah Masjid Al Atiq Bang Uthit di Charoen Krung Road, Masjid Darul Aman di daerah Ratchathewi, dan Masjid Jawa di daerah Sathorn.
Baca juga: Dai Ambassador Hadapi Perbedaan Perhitungan Zakat di Australia, Seperti Apa?

Selain masjid, ada juga beberapa Kampung Muslim di Bangkok yang memiliki lahan pemakaman, seperti Kampung Muslim di Petchaburi Soi Jet. Kampung ini merupakan salah satu komunitas muslim terbesar di Bangkok dan memiliki berbagai fasilitas, termasuk masjid, sekolah, dan tentunya lahan pemakaman.
Menurut data Islamic Center of Thailand, pada tahun 2023 terdapat 4.059 masjid di seluruh Thailand. Lebih dari 170 di antaranya ada di Bangkok. Islamic Center of Thailand juga menunjukkan bahwa statistik ini hanya mencakup masjid-masjid yang terdaftar dan didukung oleh Islamic Center. Sementara, masih banyak pusat-pusat di wilayah lain yang belum sepenuhnya disurvei dan ditambahkan ke dalam statistik.
Masjid di Thailand memang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat komunitas yang menyediakan berbagai fasilitas, termasuk lahan pemakaman. Adanya lahan pemakaman hampir di setiap masjid di Bangkok merupakan sarana dakwah dan syiar Islam tersendiri. Dengan fasilitas ini, tentu akan menunjukkan betapa mudah agama Islam itu sekaligus sebagai wajah solidaritas kaum muslimin di tengah kota yang dihiasi kuil-kuil Buddha ini. Satu hal yang menarik yang mungkin bisa kita contoh untuk menjadi sarana dakwah.
Baca juga: Tiba di Thailand, Dai Ambassador Langsung Dihadapkan Perbedaan Pendapat

Satu hal penting yang perlu diingat bahwa masjid di Thailand betul-betul difungsikan untuk kebermanfaatan yang luas, menjadi rumah bagi kaum muslimin dari manapun asalnya, tidak hanya sekedar tempat salat lalu setelah itu dikunci rapat-rapat. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dai Ambassador penugasan Thailand, Ustaz Raji Luqya Maulah
Penyunting: Ronna

