Tiba di Thailand, Dai Ambassador Langsung Dihadapkan Perbedaan Pendapat

Dai Ambassador 2025 penugasan Thailand tiba di KBRI Thailand.

BANGKOK, THAILAND — Pada momen Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa mengirimkan 16 Dai Ambassador untuk pergi berdakwah ke 11 negara. Negara tersebut antara lain Thailand, Timor Leste, Hongkong, Filipina, Australia, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Yunani. Untuk penugasan di Negeri Gajah Putih, Dompet Dhuafa mengirimkan dua dai, yakni Ustaz Raji Luqya dan Ustaz Iqbal Maulana Alfiansyah.

Keberangkatan kami, para dai, ke negeri Thailand bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H di Indonesia atau pada Sabtu (01/03/2025). Meski sedang dalam safar (perjalanan), kami tak lantas memilih untuk membatalkan puasa. Sebab, waktu tempuh perjalanan kami dari Jakarta ke Bangkok hampir sama dengan Jakarta ke Cirebon melalui jalur darat. Itu pun karena penerbangan kami perlu transit dahulu di Singapura, jika pun tidak maka perjalanan kami bisa lebih cepat. Sehingga, tak ada masyaqqah (penyulit) bagi kami untuk tidak berpuasa. Namun setibanya kami di Negeri Seribu Pagoda, kami diberi tahu bahwa tidak ada satu pun muslim di negara ini yang berpuasa.

“Kok bisa?” tanyaku dalam hati.

Baca juga: Dubes RI di Thailand Minta Dai Ambassador Dompet Dhuafa Sebarkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin di Bangkok

Ternyata, karena Sheikhul Islam menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H di negera itu baru jatuh pada keesokan harinya, yakni Ahad (02/03/2025). Begitu terang Dedi Cahyadi selaku Atase Riset KBRI Bangkok sekaligus Ketua Majelis Taklim Masjid As-Safier KBRI Bangkok yang menjemput kami di bandara.

Sheikhul Islam atau Chularajmontree merupakan gelar bagi seorang mufti (ahli hukum Islam) di Thailand. Ia berperan sebagai pemimpin tertinggi komunitas Islam di Thailand. Posisi ini berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan yang langsung bertanggung jawab kepada Raja.

Awal Ramadan 1446 H di Thailand berbeda dengan di Indonesia. Keputusan ini diserahkan penuh kepada Sheikhul Islam sebagai mufti resmi kerajaan yang bertanggung jawab atas masalah keagamaan umat Islam di Thailand.

Surat edaran resmi dari Kantor Sheikhul Islam soal Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Thailand yang jatuh pada 2 Maret 2025.
Surat edaran resmi dari Kantor Sheikhul Islam soal Penetapan Awal Ramadan 1446 H di Thailand yang jatuh pada 2 Maret 2025

Baru saja hendak melangkah berdakwah di negeri orang, menapak di kota yang sejak masa lampau dijuluki Krung Thep atau The City of Angel, kami sudah dihadapkan pada ikhtilaf (perbedaan pendapat). Satu pelajaran yang kiranya akan menjadi bekal penting bagi kami dan dakwah di Indonesia yang kental akan keragaman; begitulah perbedaan, tak bisa dihindari sekalipun di negeri seberang.

Baca juga: Dai Ambassador Telusuri Kiprah Masyarakat Indonesia di Kampung Jawa Thailand

Kami dihadapkan pada kenyataan bahwa perbedaan itu ada di mana-mana, maka kami teringat pada benang merah dari buku Fikih Ikhtilaf karya Dr Yusuf Al-Qardhawi bahwa Islam sebenarnya tak menyoal perbedaan, namun Islam melarang perbedaan yang bermuara pada perpecahan. Itulah makna bahwa perbedaan umat ini adalah rahmat, selama ia tak menimbulkan perpecahan.

Allah Swt punya cara untuk membekali perjalanan dakwah kami. Belum sampai tas koper kami tergeletak di penginapan, sudah terjadi perbedaan pendapat. Begitulah seorang dai, ia harus punya keluasan berpikir dan kelapangan dalam menerima pendapat. Selama itu belum keluar daripada koridor agama, maka tak boleh terburu-buru divonis salah. Satu pelajaran penting. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dai Ambassador penugasan Thailand, Ustaz Raji Luqya Maulah
Penyunting: Ronna