JAKARTA — Suasana Masjid Jami Daarul Fathim di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Jumat (12/09/2025) siang terasa berbeda. Usai menunaikan salat Jumat, jemaah tampak tak beranjak dan masih berkumpul menyaksikan momen istimewa, yaitu penyerahan bantuan satu unit mobil jenazah dari Dompet Dhuafa bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) .
Bagi masyarakat Kosambi dan sekitarnya, keberadaan mobil ini ibarat cahaya baru yang memberi kemudahan di saat-saat paling krusial, yaitu mengantarkan orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir.
Serah terima kendaraan secara simbolis diterima oleh Drs. Rahmatullah, Ketua DKM Masjid Jami Daarul Fathim. Hadir pula sejumlah tokoh, mulai dari Dewan Pengawas Dompet Dhuafa Yayat Supriyatna, Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa Etika Setiawanti, hingga perwakilan BPKH, Dr. Turut hadir juga Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, Anggota Komisi VIII DPR RI.



Dalam sambutannya, Yayat Supriyatna mengatakan bahwa bantuan ini lahir dari kolaborasi berkelanjutan antara Dompet Dhuafa dan BPKH.
“Dompet Dhuafa mendapatkan amanah dana kemaslahatan dari BPKH yang berwujud mobil jenazah. Harapannya, mobil ini dapat memberikan manfaat besar, khususnya bagi masyarakat sekitar, dan juga Jakarta Barat secara luas,” ucapnya.
Sementara itu, Dr. Sulistyowati menjelaskan bahwa mobil jenazah ini merupakan bagian dari penyaluran Dana Abadi Umat (DAU) BPKH. Dana tersebut berasal dari sisa pengelolaan dana haji yang dialokasikan untuk kemaslahatan umat.
“Tahun ini, DAU sebesar Rp240 miliar kami salurkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Mobil jenazah ini salah satunya. Kami berharap, amanah ini dijaga dan dirawat bersama, agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pasha Ungu menyampaikan makna spiritual di balik keberadaan mobil jenazah. Ia mengingatkan bahwa mengurus jenazah adalah fardu kifayah, kewajiban kolektif umat Islam.
“Rasulullah Saw mensunahkan untuk menyegerakan pemakaman jika ada yang meninggal. Jika almarhum orang saleh, maka yang terlibat dalam proses pengurusannya akan ikut mendapat pahala. Semoga mobil jenazah ini menjadi sarana yang membantu masyarakat menunaikan kewajiban itu dengan lebih cepat dan layak,” tutur Pasha.



Ketua DKM Masjid Jami Daarul Fathim, Drs. Rahmatullah, menyampaikan bahwa bagi masyarakat sekitar keberadaan mobil jenazah kerap menjadi kebutuhan yang mendesak. Tak jarang, keluarga harus berjuang mencari kendaraan di tengah duka. Kini, dengan adanya mobil jenazah dari Dompet Dhuafa dan BPKH, warga Kosambi memiliki solusi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat amanah ini. Mobil jenazah ini akan sangat membantu masyarakat ketika ada warga yang berpulang. Insyaallah, kami akan menjaganya dengan baik dan memanfaatkannya untuk kepentingan umat,” ungkapnya.
Bantuan mobil jenazah ini bukan kali pertama dilakukan. Ambulans dan mobil jenazah dari BPKH telah beberapa kali disalurkan melalui Dompet Dhuafa. Bahkan setiap tahunnya, kedua lembaga ini konsisten menjalankan program bersama, mulai dari penyediaan ambulans, mobil jenazah, hingga pembangunan sekolah di pelosok-pelosok negeri.
Saat ini, salah satu program yang tengah berjalan adalah rekonstruksi sekolah di pedalaman Kalimantan. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana umat tidak hanya berputar di kota-kota besar, tetapi juga hadir di wilayah pelosok yang masih minim fasilitas pendidikan.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga memiliki unit program BARZAH (Badan Pemulasaraan Jenazah) . Ke depan, BARZAH diharapkan dapat bersinergi dengan program bantuan mobil jenazah ini, khususnya dalam pemulasaraan dan pengantaran jenazah, sehingga pelayanan bagi masyarakat semakin lengkap dan terintegrasi.
Serah terima hari itu kemudian ditutup dengan doa bersama. Warga, pengurus masjid, dan para tamu undangan berharap agar mobil jenazah ini dapat digunakan dengan bijak, dirawat dengan baik, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika

