Global Sumud Flotilla Diserang Drone, Italia dan Spanyol Kerahkan Kapal Perang untuk Pengawalan

Fregat AL Italia Virginio Fasan saat berlayar di Laut Mediterania. Kapal ini dikirim untuk mengawal kapal kemanusiaan Armada Sumud Global pada 24 September 2025. (Dok. AL Italia)

MEDITERANIA TIMUR — Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan vital ke Gaza menghadapi eskalasi bahaya yang signifikan setelah mengalami serangkaian serangan drone saat berlayar di perairan internasional dekat Yunani. Menyusul serangan tersebut, dua negara Eropa, Italia dan Spanyol, bergerak cepat mengumumkan pengerahan kapal angkatan laut untuk mengawal dan memastikan keselamatan konvoi sipil tersebut.

Sebelumnya pada Selasa (23/9/2025) malam, Global Sumud Flotilla yang terdiri dari sekitar 50 kapal sipil dan membawa lebih dari 500 aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, melaporkan bahwa kapal-kapal mereka menjadi sasaran setidaknya 12 serangan drone.

Para aktivis melaporkan telah mendengar ledakan dan melihat benda-benda tak dikenal dijatuhkan di sekitar kapal, yang menyebabkan gangguan komunikasi dan kerusakan pada beberapa bagian kapal. Insiden ini, yang diklaim oleh aktivis sebagai taktik intimidasi, telah menimbulkan kekhawatiran mendesak bagi keselamatan para peserta yang tidak bersenjata.

ALL CREW SAFE. Last night, multiple civilian boats were targeted by unmanned drones. The attacks included the deployment of explosive and incendiary devices, deliberate dispersal of chemical substances onto civilian vessels, disabling of emergency communication devices and calculated physical damage designed to render the ships unseaworthy and endanger volunteers aboard.”

“Semua awak kapal selamat. Tadi malam, banyak kapal sipil menjadi sasaran drone tak berawak. Serangan-serangan tersebut meliputi pengerahan perangkat peledak dan pembakar, penyebaran zat kimia secara sengaja ke kapal sipil, melumpuhkan perangkat komunikasi darurat, dan kerusakan fisik yang diperhitungkan yang dirancang untuk membuat kapal tidak layak berlayar serta membahayakan relawan di dalamnya,” sebut GSF melalui sebuah unggahan di Instagram, Rabu (24/9/2025).

Baca juga: Dompet Dhuafa Kawal Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Untuk Palestina

Fregat AL Italia Virginio Fasan saat berlayar di Laut Mediterania. Kapal ini dikirim mengawal kapal kemanusiaan Armada Sumud Global pada 24 September 2025. (Dok. AL Italia)
Fregat AL Italia Virginio Fasan saat berlayar di Laut Mediterania Kapal ini dikirim mengawal kapal kemanusiaan Armada Sumud Global pada 24 September 2025 Dok AL Italia

Menanggapi situasi kritis ini, pemerintah Italia menjadi yang pertama mengumumkan akan mengirimkan kapal fregat Angkatan Lautnya ke area tersebut untuk operasi penyelamatan dan pengawalan.

Langkah ini segera diikuti oleh Spanyol. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menegaskan bahwa Madrid akan mengirimkan kapal angkatan laut untuk memastikan warganya dapat diselamatkan jika diperlukan, sekaligus mengirimkan sinyal politik dan diplomatik kepada Israel. Dengan tambahan itu, tiga kapal perang bakal mengawal flotilla tersebut.

“Kami telah mengirimkan satu kapal dan kapal lainnya sedang dalam perjalanan, siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Menteri Pertahanan Guido Crosetto dalam pidatonya di majelis rendah parlemen di Roma, Kamis (25/9/2025), melansir Reuters.

Italia mengirimkan fregat pertamanya pada Rabu (24/9/2025), beberapa jam setelah GSF mengatakan kapal itu menjadi sasaran drone yang menjatuhkan granat kejut dan bubuk gatal, di perairan internasional 30 mil laut (56 km) di lepas pantai pulau Gavdos, Yunani. GSF menyalahkan Israel atas serangan itu.

Spanyol juga telah memutuskan untuk mengirim kapal perang militer untuk melindungi armada tersebut. GSF mengatakan pada Kamis (25/9/2025) pagi bahwa kapal-kapalnya berlayar dengan kecepatan lambat di perairan teritorial Yunani, menjadi sasaran “aktivitas drone moderat” pada malam hari, dan menuju perairan internasional “hari ini”.

Keputusan Italia dan Spanyol untuk mengerahkan aset militer di perairan internasional menandai dukungan konkret bagi misi kemanusiaan ini, di tengah penolakan keras Israel terhadap flotilla tersebut yang berusaha mematahkan blokade maritim di Gaza.

Baca juga: Delegasi Indonesia Dipastikan Selamat dalam Serangan Kapal Global Sumud Flotilla di Tunisia

“Flotilla sailing at slow speeds in Greek territorial waters, moderate drone activity tonight. EU government sources point at escalating threats by Israel as we sail into international waters later today.”

“Flotilla berlayar dengan kecepatan lambat di perairan teritorial Yunani, dengan aktivitas drone yang moderat malam ini. Sumber dari pemerintah Uni Eropa menunjuk pada eskalasi ancaman oleh Israel saat kami berlayar menuju perairan internasional pada hari ini,” kata Flotilla melalui sebuah unggahan di Instagram pukul 04.08 waktu setempat, Kamis (25/9/2025).

Meskipun mendapat tekanan dan ancaman, para aktivis Global Sumud Flotilla menegaskan tekad mereka untuk melanjutkan pelayaran menuju Gaza, dengan harapan bantuan darurat yang mereka bawa dapat meringankan penderitaan warga sipil di sana.

Aksi berani para relawan di laut ini menunjukkan bahwa harapan tidak akan padam. Namun, kebutuhan di Gaza jauh melampaui muatan satu kapal. Mari kita tingkatkan dukungan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Terus ‘lajukan’ doa dan donasi terbaik kita melalui http://digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina untuk membantu menyediakan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi Palestina. Setiap bantuan kita adalah nafas bagi mereka yang terkepung! (Dompet Dhuafa)

Teks: Dhika
Foto/Ilustrasi: Dok. AL Italia
Penyunting: Dedi Fadlil