Delegasi Indonesia Dipastikan Selamat dalam Serangan Kapal Global Sumud Flotilla di Tunisia

TUNISIA – Sebuah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) diserang oleh pesawat nirawak di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia. Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada Selasa (9/9/2025) dini hari waktu setempat. Seluruh delegasi asal Indonesia yang ikut dalam misi ini juga dinyatakan aman.

Kapal yang diserang, bernama “Family Boat”, merupakan salah satu kapal utama dalam pelayaran GSF menuju Gaza. Kapal ini membawa sejumlah pengarah misi, termasuk aktivis Greta Thunberg. Beruntungnya, Greta dan rekan-rekannya sudah turun dan mendarat beberapa belas jam sebelum serangan terjadi.

“Kapal ini berlayar dengan bendera Portugis, semua kru dan penumpang selamat,” ungkap GSF.

Baca juga: Kapal Global Sumud Flotilla Diserang Drone di Perairan Tunisia, Misi Kemanusiaan Tetap Berlanjut

Menurut rilis resmi GSF, serangan tersebut menyebabkan kebakaran yang merusak dek utama dan ruang penyimpanan kapal. Saat ini, investigasi sedang berlangsung untuk mengetahui lebih lanjut mengenai insiden ini. GSF menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan misi mereka untuk mendobrak blokade Gaza.

“Saat ini investigasi tengah dilakukan secara menyeluruh. Ketika sudah ada informasi lebih lanjut akan segera dirilis,” kata GSF.

“Tindakan-tindakan agresi dengan tujuan untuk mengintimidasi dan menggagalkan misi ini tidak akan menghalangi kami untuk terus bergerak. Misi damai kami untuk mendobrak kepungan terhadap Gaza dan berjuang bersama warganya akan terus berlanjut dengan tekad dan keteguhan hati,” tandas GSF.

Menanggapi insiden ini, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, menyerukan perlindungan segera bagi para awak GSF. Di sisi lain, Koordinator IGPC, Husein, memastikan seluruh delegasi Indonesia dalam keadaan baik. Mereka selamat karena sedang berada di penginapan masing-masing saat serangan terjadi.

“Kapal utama Family Boat tampaknya diserang pesawat tak berawak di pelabuhan Tunis. Dua kapal lainnya sedang dalam perjalanan ke Tunisia dan mereka membutuhkan perlindungan segera,” tulis Francesca di X.

“Alhamdulillah semua WNI yang menjadi delegasi dalam misi pelayaran akbar ini semua dalam kondisi baik-baik saja, karena saat peristiwa terjadi para delegasi sedang berada di penginapannya masing-masing, ” kata Husein.

Baca juga: Tunisia Sambut Kedatangan Konvoi Global Sumud Flotilla dari Spanyol, Siap Berlayar Menuju Gaza

Senada dengan itu, dari tangkapan layar akun Instagram yang diunggah @maimonherawati1, seorang Dosen di Universitas Padjadjaran Bandung sebagai salah satu delegasi Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), menegaskan, “Alhamdulillah semua aman. Kami masih di hotel. Yang di kapal yang sedang piket malam.”

Ia juga mengungkapkan, “Mereka pikir kita mundur. Malah makin semangat. Bismillah. Doakan kami ya.”

Terkait jadwal keberangkatan selanjutnya, pihak Indonesia masih menunggu informasi terbaru dari komite GSF. Doa dan harapan disampaikan agar misi kemanusiaan ini dapat terus berjalan tanpa hambatan. (Dompet Dhuafa)

Penyunting : Dhika