Bantuan Mesin Penunjang Produksi ‘Teh Bedana’ Hadirkan Napas Baru bagi Petani Desa Bedana

BANJARNEGARA, JAWA TENGAH — Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama mitra strategisnya, Jago Syariah, resmi meluncurkan mesin Open Top Roller dan Rotary Dryer untuk peningkatan kapasitas produksi teh lokal “Teh Bedana” di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara pada Kamis (27/11/2025). Acara ini dihadiri oleh Hardiyanto Setiawan selaku Kepala Desa Bedana, Riatmojo Ponco Nugroho selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banjarnegara, Jani Sugijarti selaku perwakilan Dinas Koperasi & UMKM Jawa Tengah, serta Zaini Tafrikhan selaku Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi kelompok tani pengolah teh di Desa Bedana, yang selama puluhan tahun mengandalkan metode manual. Para tamu undangan juga berkesempatan melihat langsung proses kerja mesin baru bersama para petani, yang menjadi penanda dimulainya era produksi yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Program pemberdayaan ini menegaskan komitmen Dompet Dhuafa dan Jago Syariah dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat desa. Hadirnya mesin produksi ini diharapkan menjadi “napas baru” bagi para petani Desa Bedana, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memperkuat identitas Teh Bedana sebagai produk unggulan Banjarnegara.

Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah menegaskan bahwa program ini merupakan respons nyata berdasarkan hasil asesmen kebutuhan petani.

“Alhamdulillah setelah asesmen, kami menemukan satu solusi untuk para petani Desa Bedana. Pertama, pemenuhan pengetahuan untuk mengelola teh yang baik. Kedua, pemenuhan peralatan melalui kolaborasi dengan Jago Syariah. Tentu ini menjadi kabar bahagia mesin yang mempermudah produksi teh, lebih efisien, dan tentu meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Zaini.

Baca juga: Alumni Institut Kemandirian: Dirumahkan Saat Pandemi, Kini Jago Bikin dan Buka Kedai Kopi

Salah satu petani sekaligus pengolah Teh Bedana, Tohir, adalah penerima manfaat yang telah mengabdikan hidupnya pada dunia teh sejak awal tahun 1990-an. Baginya, hadirnya mesin ini bukan sekadar alat, tetapi peluang baru untuk memperbaiki taraf hidup keluarga dan desanya.

“Saya menjadi pengolah teh sejak tahun 90. Saya terjun ke dunia teh ini untuk kehidupan keluarga saya. Sebelum ada mesin ini, kami mengolah secara manual. Biasanya sehari hanya mampu memproses 5 Kg. Setelah ada mesin berkapasitas 50 Kg ini, produksi kami meningkat jauh, dan ini sangat membantu,” ujar Tohir.

Menurutnya, selama ini petani sering kewalahan memenuhi kebutuhan produksi saat panen melimpah. Dengan mesin ini, ia berharap kualitas dan kuantitas Teh Bedana dapat bersaing dengan produk teh daerah lain.

Para petani juga menyampaikan harapan agar teknologi baru ini membuka peluang pasar lebih luas, memperkuat branding Teh Bedana, serta meningkatkan pendapatan agar generasi muda tertarik kembali bertani teh.

Baca juga: Petani Melon Elan Buktikan Amanah Zakat Mampu Perluas Manfaat

Dalam kunjungannya, Jani Sugijarti selaku perwakilan Dinas Koperasi & UMKM Jawa Tengah, menegaskan bahwa Desa Bedana menyimpan potensi besar dalam pengembangan teh lokal.

“Belum lama kami mengadakan pelatihan produk UMKM bidang teh, dan di Desa Bedana ini sangat berpotensi. Kualitasnya bagus, semangatnya luar biasa dari para UMKM. Dompet Dhuafa hadir memberikan sebuah mesin pengering kepada petani Desa Bedana dan mendampingi para pelaku UMKM di sini,” ujar Jani.

Jani menambahkan bahwa sinergi pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat merupakan kunci mengangkat UMKM teh Banjarnegara ke level yang lebih profesional.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa berharap produktivitas petani meningkat dari skala kecil menjadi skala UMKM yang siap berkembang, dengan kualitas Teh Bedana yang terstandar dan mampu menembus pasar modern. Lebih jauh, program ini diharapkan melahirkan kelompok tani yang mandiri, mampu mengelola rantai produksi hingga pemasaran, serta membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan melibatkan generasi muda Bedana.

Program ini juga membuka peluang kemitraan lanjutan seperti pelatihan, pengembangan kemasan, hingga akses pasar. Kolaborasi dengan Jago Syariah menjadi contoh nyata dukungan lembaga keuangan syariah dalam pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Ayu Nadia
Penyunting: Dhika