Dompet Dhuafa dan PARFI 56 Hadirkan Kehangatan Lewat Dapur Umum dan Layanan Kemanusiaan untuk Penyintas Banjir Aceh

ACEH — Kepedulian terus mengalir bagi para penyintas banjir bandang yang melanda Aceh. Pada Jumat (5/12/2025), Ketua PARFI 56 Marcella Zalianty bersama Dompet Dhuafa turun langsung menyapa para warga yang masih bertahan di titik-titik pengungsian. Hadir pula Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, beserta jajarannya, dalam rangka memperkuat respons kemanusiaan di lapangan.

Salah satu titik yang dikunjungi adalah dapur umum warga di Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Di lokasi tersebut, masyarakat mendapatkan kejutan spesial dengan hadirnya Benu Buloe, pembawa acara program Cerita Rasa KompasTV kelahiran Aceh. Benu bersama Marcella, Etika, dan para relawan Dompet Dhuafa memasak langsung menu khas Aceh, Kuwah Beulangong, kuliner tradisional berisi daging dan pisang.

Menu istimewa ini dimasak dan dibagikan untuk makan malam lebih dari 500 warga terdampak. Di tengah kepenatan hari kesembilan pascabencana, momentum masak bersama itu memberikan sedikit ruang tawa dan kehangatan. Para relawan dapur umum bekerja terkoordinasi dengan penuh semangat, sementara warga terlihat antusias dapat memasak bareng figur publik yang selama ini hanya mereka saksikan di layar televisi.

“Saya senang sekali bisa kembali ke tanah kelahiran dan membawa sedikit kebahagiaan untuk saudara-saudara saya di sini,” ungkap Benu kepada warga yang menyambutnya hangat.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Tokopedia Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Lubuk Minturun

Di sela kegiatan dapur umum, Marcella Zalianty turut berkeliling melihat langsung kondisi pemukiman warga yang terdampak. Didampingi Etika Setiawanti dan relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, ia membagikan paket hygiene kit untuk membantu warga menjaga kebersihan diri.

“Kondisi pascabanjir tentu tidak ideal. Tapi, menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah penyakit dan menambah beban bagi para penyintas,” ujarnya saat menyerahkan paket bantuan tersebut.

Etika Setiawanti menjelaskan bahwa sejak hari pertama banjir melanda, tim DMC Dompet Dhuafa sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen cepat, membantu evakuasi warga, serta memetakan kebutuhan mendesak penyintas.

“Sejak hari pertama, kami langsung turun melakukan respons awal. Selain evakuasi, kami telah menyalurkan paket sembako ke pengungsian-pengungsian, mendirikan dapur umum, menyalurkan hygiene kit, memberikan layanan kesehatan, hingga layanan Psychological First Aid bagi anak-anak penyintas,” jelasnya.

Marcella kemudian banyak berinteraksi dengan warga yang saat itu sedang membersihkan rumah mereka dari lumpur tebal yang masih tersisa. Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika ia menemui seorang ibu yang menggendong anaknya yang tengah sakit. Banjir bandang menghanyutkan rumah dan seluruh barang milik keluarga tersebut, sementara sang anak yang berusia sembilan tahun itu membutuhkan susu harian yang harganya tidak murah.

Melihat kondisi itu, Marcella memberikan dukungan penuh kepada sang ibu agar tetap kuat menjalani masa pemulihan. Pada hari yang sama, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa pun memberikan pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan kesehatan bagi para warga yang membutuhkan.

Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Pojok Laundry, Cuci Baju Gratis Pascabanjir Sumatra

Menutup rangkaian kunjungannya, Marcella Zalianty menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas bagi penyintas banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Masih banyak kisah-kisah pilu dari para korban yang membutuhkan uluran tangan kita bersama. Mari kita bantu mereka bangkit kembali,” pesannya.

Dompet Dhuafa terus melanjutkan respons kebencanaan melalui dapur umum, distribusi bantuan, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial. Masyarakat dapat ikut memperkuat gerakan kebaikan ini dengan berdonasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika