LANGKAT, SUMATRA UTARA — Banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra membuat sumber air bersih rusak dan tercemar. Warga yang masih bertahan pun menghadapi krisis air bersih, membuat mereka makin sulit bertahan hidup. Keterbatasan akses air membuat warga kesulitan menjaga kebersihan diri dan mencuci pakaian yang dikenakan sehari-hari. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, utamanya bagi anak-anak dan lansia, yang membutuhkan perhatian khusus.
Melihat kenyataan itu, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mendirikan Pojok Laundry Cuma-Cuma, layanan cuci baju gratis untuk para penyintas banjir di wilayah Kelurahan Bukit Kubu, Besitang, Langkat, Sumatra Utara pada Ahad (07/12/2025). Harapannya, program ini dapat membawa sedikit kenyamanan bagi para penyintas dalam beraktivitas di tengah bencana.


Baca juga: JDompet Dhuafa Kirim 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Pojok Laundry memberikan layanan cuci baju gratis bagi sekitar 300 warga Bukit Kubu, salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah. Warga berbondong-bondong membawa pakaian dan perlengkapan rumah tangga yang belum sempat dibersihkan akibat banjir. Bagi warga, Pojok Laundry ini membantu mereka mendapatkan kembali kenyamanan dan kebersihan di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Kami sangat terbantu. Setelah banjir, sulit sekali mencuci pakaian karena air dan alat terbatas,” ungkap salah satu warga penerima manfaat.


Melalui program ini, M Khaibar selaku Koordinator Lapangan DMC Dompet Dhuafa, berharap dapat meringankan beban warga, sekaligus mendampingi mereka untuk bangkit dan kembali menata kehidupan sehari-hari. Kehadiran Pojok Laundry menjadi bukti bahwa kepedulian, sekecil apa pun, dapat membawa dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dompet Dhuafa Waspada
Penyunting: Ronna

