Pesantren di Kampung Menang Gini jadi Penahan Ancaman Gelondongan Kayu Saat Banjir

Relawan Dompet Dhuafa meninjau kondisi salah satu lokasi di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir bandang di Aceh.

TAMIANG, ACEH — Hampir seluruh pemukiman warga Kampung Menang Gini, Aceh Tamiang, terancam digilas oleh gelondongan kayu besar yang terbawa arus dari hulu sungai saat banjir bandang dan longsor Desember 2025. Luapan air membawa lumpur dan material kayu dengan daya hantam yang luar biasa.

Namun, sebuah gedung pesantren di sekitar lokasi menjadi penahannya. Sehingga, sebagian besar kayu besar tertahan dan tidak sepenuhnya menghantam rumah warga. Meski begitu, kerusakan tetap tak terhindarkan. Banyak rumah warga rusak parah akibat hantaman kayu dan air.

Salah satu relawan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Chapter Riau, Muhammad Fikri Rozan, setiap hari bertugas mengantarkan bahan pangan ke dapur umum Kampung Menang Gini. Ia menjelaskan bahwa kawasan ini menjadi salah satu titik perhatian utama Dompet Dhuafa karena dampak banjir bandang yang sangat parah.

Di tengah kehancuran itu, Pos Dapur Umum Dompet Dhuafa hadir menyajikan kebutuhan makanan bagi para penyintas. Di samping itu, kehadiran para relawan Dompet Dhuafa yang datang dari berbagai daerah menjadi penyulut harapan, bahwa ada banyak kepedulian yang datang menyatukan.

Dan korban bantu korban nyata adanya. Banyak yang mengerahkan tenaganya untuk saling membantu, pun di dapur umum. Setiap harinya, makanan disiapkan dua hingga tiga kali, masing-masing sekitar 500 porsi.

Baca juga: Banjir Sumatra: Korban Bantu Korban, Rela di Dapur Meski Rumah Hancur

Para relawan Dompet Dhuafa bersama Ibu Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa, Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Para relawan Dompet Dhuafa bersama Ibu Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang
Relawan Dapur Umum Dompet Dhuafa, Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Relawan Dapur Umum Dompet Dhuafa Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang

Dapur Umum Dompet Dhuafa selain sebagai tempat untuk memasak, juga menjadi ruang berkumpul, berbagi cerita, dan menguatkan satu sama lain. Selama dapur ini masih mengepul, warga akan terus semangat untuk berkumpul, serta saling menguatkan. Siapa pun yang melintas, baik penyintas, relawan, maupun warga sekitar, dipersilakan singgah dan menikmati makanan. Bahkan jika harus menambah porsi pun diperkenankan.

Kayu-kayu sisa banjir digunakan sebagai tungku darurat. Sebelumnya lagi, saat akses jalan masih belum terbuka, warga bertahan hidup dari makanan-makanan yang telah hanyut. Dan hingga malam hari, warga masih berkumpul, bercanda, dan saling menguatkan. Selama ada makanan, selama ada kebersamaan, beban terasa lebih ringan.

Baca juga: Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Susur Sungai ke Tamiang, Perkuat Intervensi Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang Tamiang

Di belakang dapur umum, sebuah gedung difungsikan sebagai tempat pengungsian. Ada sekitar 60 warga Kampung Menang Gini bertahan di sana. Mereka menunggu air surut sambil sedikit demi sedikit mulai membersihkan rumah dari dampak tebalnya lumpur. Sisa banjir di rumah-rumah yang belum dibersihkan, ataupun banjir yang tidak menyisakan apapun di rumah, hancur. Lumpur menggenangi seisi rumah.

Sahabat! Kita semua bisa ikut mengambil peran. Uluran tangan kita sangat berarti untuk memastikan dapur umum tetap menyala, bantuan pangan terus tersedia, dan para penyintas bisa bertahan hingga pulih kembali. Mari salurkan donasi terbaik kita melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bangkitsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar, Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil