MEDAN, SUMATRA UTARA — “Di dalam rumahku sampai sekarang masih berantakan, hancur tanah ambles, belum dibersihkan sisa banjir. Tapi ku pilih di sini (pengungsian) saja lah, ramai-ramai ikut bantu urus ini (makanan) untuk warga,” ungkap Ibu Murni, penyintas bencana banjir bandang Sumatra di Langkat, Medan, yang merelakan waktu dan tenaganya di Pos Dapur Umum Dompet Dhuafa dan Kitabisa.com.
Jelang waktu makan siang, pada Kamis (11/12/2025), Ibu Murni bersama beberapa warga Dusun l, Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, berjibaku memasak dan menyiapkan makanan sebanyak 500 porsi di Pos Dapur Umum yang bertempat di pengungsian Musala Al Hidayah.



Menu ikan kembung dan sayur sop siap santap itu akan dibagikan kepada 90 KK terdampak banjir bandang di Dusun l, Desa Paya Bengkuang. Selain itu, banyak juga penyintas dari desa lain yang datang ke sana untuk menjemput bekal makan siangnya. Para relawan juga turut mendistribusikan makanan tersebut bagi penyintas yang masih bertahan di tenda ala kadarnya di wilayah Tanjung Pura.
“Alhamdulillah, terima kasih, bantuan makanan ini berarti bagi kami karena memang belum bisa memasak di rumah karena peralatan rumah tangga banyak rusak,” ucap Ibu Murni.



Sambil menyiapkan makanan di Dapur Umum, penyintas lainnya Ibu Sugiani, juga bercerita, sebelumnya sejak Senin (1/12) hingga Rabu (3/12) hujan tidak mereda. Malamnya air mulai naik hingga setinggi dada bahkan leher orang dewasa, hingga Kamis (4/12) malam, air makin tinggi.
“Situasi hujan, gelap, lampu padam beberapa hari. Keluar rumah pun sulit, tapi saya tetap keluar menyelamatkan cucu. Kami juga membuat rakit dari pohon pisang, kayu, dan kulkas yang rusak. Untuk bisa membawa barang atau kebutuhan saat banjir masih menggenang tinggi,” aku Ibu Sugiani.
Ia menambahkan, “Kalau rata-rata alat rumah tangga ya habis rusak, belum bisa masak, bahkan kereta (motor) sudah tenggelam. Selepas ini ya rencana kita betulkan dulu kereta”.



Supriyadi, salah satu Dompet Dhuafa Volunteer (DDV), menuturkan kebutuhan mendesak saat ini bagi anak-anak. Ia menekankan, “Alat-alat sekolah mereka rusak, jadi kami berharap ada juga bantuan untuk menunjang semangat mereka belajar. Sebab warga terdampak banjir ini kebanyakan pekerja harian, berjualan keliling, sehingga mungkin terputus harapan untuk mencari nafkah”.
“Banjir di sini terdampak cukup lama surutnya, terlebih warga yang tinggal di pinggir parit, hingga saat ini masih ada rumah yang tergenang air,” tambah Supriyadi.


Baca juga: Dompet Dhuafa Gencar Layani Penyintas Banjir di Padang Lewat Layanan Tanggap Darurat
Berdasarkan data dan laporan terkini dari berbagai sumber (per Kamis, 11 Desember 2025), situasi banjir dan longsor di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masih menjadi perhatian serius. Korban meninggal dunia mencapai 969-990 jiwa. Angka ini terus diperbaharui dan berpotensi bertambah. Korban Luka pun ada 5.400 jiwa di ketiga provinsi. Penyakit Mulai merebak dan pengungsian mulai dilanda wabah penyakit.
BMKG juga telah memperingatkan adanya potensi hujan ekstrem akibat pengaruh Siklon Tropis Senyar yang memicu cuaca ekstrem. Pemerintah melalui BNPB, BMKG, dan instansi terkait melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (TMC), khususnya di Sumatra Utara, dengan menyemaikan garam untuk mengurai awan berpotensi hujan ekstrem dan mengurangi risiko banjir/longsor susulan.


Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera menjauhi tebing atau bantaran sungai saat terjadi hujan ekstrem, mengingat kondisi tanah yang masih tidak solid dan rentan longsor susulan. Status Tanggap Darurat Bencana pun telah diperpanjang di beberapa daerah seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat.
Ribuan warga masih membutuhkan bantuan pangan, air bersih, obat-obatan, dan dukungan pemulihan. Sahabat dapat ikut hadir meringankan beban mereka dengan menyalurkan donasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

