Menembus Arus Sungai Tamiang, Mengantar Harapan ke Desa Sekumur

Tumpukan kayu sisa banjir bandang Sumatra di atas jembatan rusak di Sungai Tamiang.

ACEH TAMIANG, ACEH — Perjalanan mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu perjalanan yang cukup menantang. Pada Senin (15/12/2025), Dompet Dhuafa bersama para relawan kembali menyusuri jalur darat dan sungai guna memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang terdampak banjir.

Dari posko Dompet Dhuafa di Langsa, tim relawan berangkat membawa berbagai bantuan. Mulai dari bahan makanan pokok, makanan dan minuman instan untuk penghangat tubuh, alat kebersihan, layanan psychological first aid (PFA), hingga layanan kesehatan. Perjalanan darat dari Langsa menuju Kuala Simpang memakan waktu sekitar dua jam. Setelahnya, tantangan yang sesungguhnya justru baru saja dimulai.

Setibanya di Kuala Simpang, seluruh logistik dipindahkan ke atas perahu kayu. Kampung Sekumur berada di kawasan hulu sungai, sehingga perahu harus melawan arus selama kurang lebih tiga jam perjalanan. Sepanjang menyusuri sungai, para relawan disuguhi pemandangan alam yang rusak dan liar. Sesekali terlihat buaya berjemur di tepian sungai, menambah kewaspadaan selama perjalanan.

 
Proses pemindahan bantuan ke atas perahu di Kuala Simpang menuju Kampung Sekumur Senin 15122025
Warga Sekumur menyambut kedatangan bantuan dari Dompet Dhuafa, Senin (15/12/2025).
Warga Sekumur menyambut kedatangan bantuan dari Dompet Dhuafa Senin 15122025
Proses pemindahan bantuan ke atas perahu di Kuala Simpang menuju Kampung Sekumur, Senin (15/12/2025).
Proses pemindahan bantuan ke atas perahu di Kuala Simpang menuju Kampung Sekumur Senin 15122025

Baca juga: Bantuan Pangan Pokok Sampai ke Ribuan Pengungsi Banjir di Bireuen Aceh

Saat perahu akhirnya merapat di Kampung Sekumur, sambutan hangat warga langsung terasa. Mereka berbondong-bondong menghampiri dan dengan sukarela membantu menurunkan serta mengangkut bantuan. Di tengah proses itu, seorang pria berusia 63 tahun menghampiri para relawan. Namanya adalah Mukhtar.

Dengan cara yang tak biasa, Mukhtar menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia bersenandung, merangkai kalimat demi kalimat yang menggambarkan kondisi Kampung Sekumur hari ini, diselipi ungkapan syukur dan pemohonan ampun kepada Allah serta terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Lelah perjalanan panjang seakan menjadi sirna karena mendengarnya.

Mukhtar memang dikenal gemar membantu. Ia mengaku rumahnya terdampak banjir, namun tidak sampai hanyut. Hal itu membuatnya merasa sangat bersyukur. Rasa syukur itulah yang ia wujudkan dengan membantu warga lain sebisanya, termasuk mengangkut logistik bantuan yang datang.

Mukhtar menyambut bantuan dari Dompet Dhuafa untuk Kampung Sekumur.
Mukhtar menyambut bantuan dari Dompet Dhuafa untuk Kampung Sekumur
Perjalanan menuju Kampung Sekumur ditempuh dengan melewati tumpukan material sisa banjir bandang.
Perjalanan menuju Kampung Sekumur ditempuh dengan melewati tumpukan material sisa banjir bandang
Perjalanan sempat terhambat sebab tingginya lumpur yang menutupi akses jalan.
Perjalanan sempat terhambat sebab tingginya lumpur yang menutupi akses jalan

Dari titik turun perahu, bantuan masih harus dibawa menuju lokasi tempat para penyintas tinggal. Jaraknya tidak terlalu jauh, namun akses yang rusak membuat perjalanan terasa lebih panjang. Para relawan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk melewati jalan berlumpur tebal yang dipenuhi puing dan material kayu.

Dampak banjir di Kampung Sekumur tergolong parah. Sejumlah rumah warga hanyut diterjang arus air berlumpur yang bercampur kayu-kayu gelondongan dari hulu. Hingga kini, warga Sekumur terpaksa memanfaatkan sisa-sisa puing bangunan sebagai pelindung sementara agar bisa beristirahat dan terhindar dari panas dan hujan.

Relawan Dompet Dhuafa Riau bermain dengan anak-anak Sekumur, Senin (15/12/2025).
Relawan Dompet Dhuafa Riau bermain dengan anak anak Sekumur Senin 15122025
Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa membuka layanan Pos Medis di Kampung Sekumur, Senin (15/12/2025).
Layanan Kesehatan Cuma cuma Dompet Dhuafa membuka layanan Pos Medis di Kampung Sekumur Senin 15122025
Malam hari, Dompet Dhuafa membuka layanan Pos Wifi dan Listrik, Dapur Umum, hingga Pos Hangat di Kampung Sekumur, Senin (15/12/2025).
Malam hari Dompet Dhuafa membuka layanan Pos Wifi dan Listrik Dapur Umum hingga Pos Hangat di Kampung Sekumur Senin 15122025

Baca juga: Pos Bantuan dan Dapur Umum Berdiri untuk Penyintas Banjir di Pidie Aceh

Sesampainya di lokasi, Safrudin (41) bersama para ibu relawan dapur umum Dompet Dhuafa menyambut kedatangan tim dengan penuh suka cita. Anak-anak pun tampak antusias. Kehadiran relawan kembali memberi semangat dan harapan di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.

Tenda hijau bertuliskan Dompet Dhuafa Riau telah berdiri tegak di bekas pemukiman warga Kampung Sekumur. Sebelumnya, pada Kamis (11/12/2025), sebagian relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah lebih dulu membantu warga membersihkan masjid dari lumpur dan kayu di kampung ini. Hingga akhirnya masjid satu-satunya itu dapat kembali digunakan untuk beribadah.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga menyalurkan bantuan logistik, alat kebersihan, serta mendirikan dapur umum dan pos hangat. Dalam setiap aksi respon bencana di Aceh ini, relawan Dompet Dhuafa Riau pun senantiasa hadir.

Sahabat! Kita dapat menjadi bagian dari harapan mereka. Yaitu dengan mengulurkan kepedulian dengan menyalurkan donasi terbaik melalui Dompet Dhuafa untuk membantu para penyintas bangkit dan menata kembali kehidupan setelah kejadian banjir. Mari! Salurkan donasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bangkitsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar, Dhika
Penyunting: Dhika