LANGKAT, SUMATRA UTARA — Di tengah hamparan air cokelat yang masih menggenangi Dusun IX Paya Katib, berdiri seorang remaja dengan tatapan yang teguh. Namanya Dinda Ardisa Putri. Siswi kelas 2 SMP berusia 14 tahun ini adalah satu dari sekian banyak wajah penyintas banjir bandang yang menerjang Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Dalam balutan lengan panjang bergaris putih-abu hasil donasi kemarin, Dinda menggenggam erat buku-buku barunya. Bagi Dinda, buku itu menjadi simbol harapan yang sempat rusak dan hanyut terendam banjir.
“Senang banget, jadi punya alat tulis dan punya buku lagi. Ini dapat tas, buku, kaos kaki, pulpen, juga pensil,” ujar Dinda.




Ingatan Dinda masih lekat pada malam kejadian. Langit seolah tumpah, hujan turun luar biasa deras disertai padamnya aliran listrik yang menyelimuti desa dalam kegelapan. Dalam kesunyian yang mencekam, air naik dengan sangat cepat.
Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, Dinda dan keluarganya memutuskan untuk mengevakuasi diri, tujuan mereka adalah rumah kerabatnya di tempat yang lebih aman. Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu 30 menit, berubah menjadi perjuangan hidup dan mati selama tiga jam. Mereka membelah banjir yang tingginya mencapai dada orang dewasa. Di bawah guyuran hujan dan kegelapan, setiap langkah adalah perjuangan.
“Air sudah tinggi. Keluar selamatkan diri, berjalan pelan-pelan dalam air, tiga jam. Hanya satu baju yang menempel di badan yang sempat diselamatkan,” kenangnya.
Baca juga: Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Kawal Langsung Distribusi Bantuan Banjir di Langkat




Berhari-hari setelahnya, Dinda harus menjalani pola cuci-kering-pakai untuk pakaian satu-satunya itu, sebelum bantuan pakaian donasi akhirnya tiba. Seluruh peralatan sekolah Dinda—seragam, tas, hingga buku-buku pelajaran—musnah terendam lumpur. Namun, duka itu sedikit terobati pada Ahad (14/12/2025).
Melalui amanah dari mitra kebaikan SMILES—perusahaan keuangan digital asal Jepang—yang turut hadir bersama tim Dompet Dhuafa melakukan penyaluran di pengungsian Dusun IX Paya Katib, Desa Pekubuan, Tanjung Pura. Sebanyak 145 paket kebersihan (hygiene kit) dan 140 paket peralatan sekolah (school kit) dibagikan kepada penyintas ibu-ibu dan anak-anak di sana, termasuk Dinda.
“Kami berharap para penyintas, khususnya juga anak-anak, bisa semangat terus meski di pengungsian,” ujar Rahman, Manager Marketing SMILES.




Siang itu, pasukan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sumut juga mengerahkan waktu dan tenaganya untuk berbagi keceriaan, serta pendampingan pada anak-anak melalui Psychological First Aid (PFA) kepada anak-anak penyintas di pengungsian Dusun IX Paya Katib. Juga di balik uap hangat dari Pos Dapur Umum Dompet Dhuafa di Dusun X, yang terus mengepul menyediakan makanan bagi pengungsi, kehadiran bantuan peralatan sekolah ini menjadi penyemangat bagi anak-anak seperti Dinda bahwa masa depan mereka tidak boleh ikut tenggelam bersama banjir.
Kini, meski air masih menggenangi desa dan langkah kaki masih di dalam air, Dinda sudah bisa kembali mendekap buku. Senyum tipisnya di tengah genangan air (seperti yang terekam dalam fotonya) seolah bercerita kepada dunia bahwa meski banjir bandang merampas rumah dan harta benda, ia tidak akan membiarkan bencana itu merampas impiannya. Meskipun seragam dan sepatu sekolah banyak hanyut entah kemana, pun bangunan sekolah yang juga rusak diterjang banjir.
“Alhamdulillah, hari ini telah didistribusikan paket hygiene dan school kit. semoga apa yang dikolaborasikan dan diperjuangkan oleh SMILES dan Dompet Dhuafa mampu membangkitkan semangat saudara-saudara kita di sini yang terdampak banjir,” ungkap Luthfah Mutiara, Officer Digital Partnership.
Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Pojok Laundry, Cuci Baju Gratis Pascabanjir Sumatra




Dinda merupakan salah satu potret ketangguhan anak-anak Sumatra, di antara kepungan air, mereka tetap tegak, siap kembali belajar saat air surut nanti. Sahabat, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat respons kemanusiaan untuk para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan pangan, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

