Audiensi dengan Menteri Kebudayaan RI, Langkah Perkuat Sinergi Pemajuan Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA — Dompet Dhuafa melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Ruang Menteri Kebudayaan RI, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Dompet Dhuafa dalam mendorong sinergi strategis antara pemajuan kebudayaan dan agenda pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, Dompet Dhuafa menyampaikan progres pelaksanaan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Budaya dan Pemberdayaan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025. Rangkaian FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari akademisi, praktisi budaya, komunitas, hingga perwakilan masyarakat, guna merumuskan gagasan dan rekomendasi kebijakan berbasis realitas sosial dan budaya Nusantara.

Hasil dari rangkaian FGD tersebut dirangkum dalam sebuah Policy Brief yang disusun oleh Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS). Dokumen ini menjadi ikhtiar kolektif dalam memajukan kebudayaan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai luhur Nusantara, sekaligus berorientasi pada penguatan keberdayaan masyarakat.

Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia

Baca juga: Perluas Diplomasi Kebudayaan, Kemlu RI Gandeng Dompet Dhuafa Bangun Islamic Centre di Kroasia

Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini; Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Rahmat Riyadi; Deputi Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi; serta Managing Director IDEAS, Haryo Mojopahit. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan reflektif, membahas berbagai isu strategis terkait tantangan dan peluang pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Diskusi diawali dengan penyampaian Policy Brief oleh Ahmad Juwaini kepada Menbud RI. Ia menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai identitas bangsa, tetapi juga sebagai modal sosial dalam mendorong pembangunan manusia dan masyarakat.

“Policy Brief ini kami susun sebagai ikhtiar bersama untuk mempertemukan agenda pemajuan kebudayaan dengan pemberdayaan masyarakat. Budaya tidak hanya tentang pelestarian seni semata, tapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan suatu masyarakat. Melalui pelestarian budaya, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan dampak bagi penguatan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Juwaini.

Ia menambahkan, kebudayaan memiliki potensi besar untuk menjadi medium transformasi sosial jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan. Ketika kebudayaan diposisikan sebagai sumber nilai dan praktik hidup masyarakat, maka budaya dapat menjadi penggerak perubahan sosial. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas dapat menjadi alat dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berdaya.

Fadli Zon menyampaikan pandangannya tentang potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Fadli Zon menyampaikan pandangannya tentang potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia
Rahmat Riyadi menyampaikan pandangannya tentang potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Rahmat Riyadi menyampaikan pandangannya tentang potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia

Baca juga: Masjid Salamad, Diplomasi Kubah dari Delta Mekong Vietnam

Menanggapi paparan tersebut, Menbud RI Fadli Zon, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dompet Dhuafa yang secara konsisten mengintegrasikan isu kebudayaan dengan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pendekatan pemberdayaan berbasis budaya merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk dilakukan dalam pembangunan nasional.

“Dompet Dhuafa memliki track record yang panjang, khususunya terkait pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan dengan nilai-nilai budaya, dampaknya akan lebih kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan masyarakat,” ujarnya.

Didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, Fadli Zon juga memaparkan berbagai program strategis yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Kebudayaan, termasuk upaya penguatan ekosistem kebudayaan nasional, pelindungan warisan budaya, serta pengembangan ruang-ruang ekspresi budaya di berbagai daerah.

Salah satu topik yang menjadi pembahasan menarik dalam audiensi tersebut adalah budaya silat. Seni bela diri tradisional ini tidak hanya diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis, etika, dan spiritualitas yang melekat kuat dalam budaya Nusantara.

Silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, filosofi hidup, pendidikan karakter, serta identitas kebangsaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Inilah yang menjadikan silat sebagai kekayaan budaya yang sangat penting untuk terus dilestarikan dan dikembangkan.

Dompet Dhuafa sendiri selama ini telah mengembangkan Kampoeng Silat Jampang (KSJ) sebagai salah satu model pemberdayaan dan pelestarian budaya silat di Nusantara. Melalui pendekatan pemberdayaan komunitas, KSJ tidak hanya menjadi ruang pelatihan bela diri, tetapi juga wahana pendidikan karakter, penguatan ekonomi komunitas, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Baca juga: Gerakan Sejuta Beasiswa Resmi Diluncurkan, Sejuta Kesempatan untuk Masa Depan Indonesia

Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi-potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Diskusi antara Dompet Dhuafa dengan Menteri Kebudayaan RI mengenai potensi potensi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia

Ke depan, Dompet Dhuafa dan Kementerian Kebudayaan RI akan menjalin kolaborasi secara lebih konkret dalam pengembangan program-program kebudayaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat budaya Indonesia sebagai citra dan identitas bangsa, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan kesediaannya untuk mengunjungi Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa di Parung, Bogor, Jawa Barat, dalam waktu dekat. Kawasan ini merupakan etalase berbagai aktivitas dan program pemberdayaan Dompet Dhuafa, mulai dari edukasi ZISWAF hingga pelaksanaan lima pilar program, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial/Kemanusiaan, dan Dakwah/Budaya.

Kehadiran Kampoeng Silat Jampang di Zona Madina menjadi salah satu contoh bagaimana kebudayaan bisa terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat secara holistik. Melalui pendekatan tersebut, Dompet Dhuafa berharap kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber daya strategis untuk membangun masa depan Indonesia yang berdaya, berkarakter, dan berkelanjutan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika