ACEH TENGAH, ACEH — Tim respons gabungan Dompet Dhuafa bersama musisi, Is Pusakata, menghibur anak-anak SD Negeri 08 Linge–penyintas bencana banjir Sumatra–di pengungsian Dusun Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu (21/01/2026).
Anak-anak tersebut tampak riang dalam kegiatan yang berlangsung interaktif sepulang mereka bersekolah pagi itu. Is Pusakata menyanyikan beberapa lagu, termasuk lagu Tanah Air sebagai refleksi diri.
Bukan hanya itu, vokalis band Parade Hujan itu juga mengawal dan menyalurkan langsung bantuan school kit dan family kit, yang turut ia inisiasi melalui konser amal bertajuk “Bersama Untuk Sumatra” dengan para kolaborator musisi dan pegiat seni kreatif di Jakarta pada 8 Desember 2025 lalu.




Rindu, salah satu penyintas di sana mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang mendapat bantuan dan bertemu para relawan Dompet Dhuafa. Ia menceritakan, kegiatan sekolah baru berjalan sekitar sepekan dan berlangsung di tenda darurat.
Siswa kelas 4 SD Negeri 08 Linge itu juga menyampaikan pengalamannya ketika kejadian banjir berlangsung.
“Aku sempat terpisah dengan orang tua ku saat banjir, alhamdulillah bertemu lagi setelah dua hari kemudian. Rumah ku habis kena banjir, lahan sawah bapak juga kena. Sekarang ini aku masih mengungsi,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara tersebut.




Sebelumnya, Dompet Dhuafa melalui tim LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) Aceh juga menggelar layanan penyuluhan preventif program KesPro (Kesehatan Reproduktif), PFA (Psychological First Aid), dan menyalurkan bantuan bagi kebutuhan ibu dan anak-anak penyintas di sana.
Tim medis LKC Aceh, Nufus menjelaskan, bahwa program KesPro merupakan langkah preventif yang perlu turut diperhatikan bagi penyintas khususnya mereka yang mengungsi dan memiliki balita.





Wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih terisolir, gelap gulita listrik belum menyala, dan sulit air bersih, Selasa (20/01/2026). Diketahui, ini merupakan hari ke-56 pascabencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Dusun-dusun di wilayah pedalaman Linge ini masih jauh dari kata pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah dan banyak akses darat yang terputus, sehingga sangat membatasi mobilitas dan aktivitas warga, yang mata pencahariannya kebanyakan adalah petani.




“Masuk ke wilayah yang jauh lebih dalam, ternyata masih kita temukan kondisi pascabencana seperti ini. Sangat-sangat berharap percepatan bantuan dari siapapun untuk pemulihan saudara-saudara kita di sini. Ayo, jangan berhenti bantu. Tolong kita bantu terus,” ucap Is Pusakata di sela penyaluran.
“Tapi ini juga merupakan bukti, bahwa ada dan masih banyak manusia yang baik dan peduli melalui ‘Bersama Untuk Sumatra‘ juga. Saya berterima kasih pada kolaborator musisi dan pegiat seni kreatif yang telah solid, juga Dompet Dhuafa yang terus memfasilitasi. Semoga Sumatra lekas bangkit dan pulih,” imbuhnya.





Sahabat baik, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/pusakatabersamasumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

