Menempuh Jalan Amblas Sisa Longsor, Is Pusakata Salurkan Langsung Bantuan ‘Bersama Untuk Sumatra’ di Aceh Tengah

ACEH TENGAH, ACEH — Melansir Tirto.id, sebanyak 9.880 warga di wilayah Aceh Tengah hingga kini masih hidup dalam kerentanan dan keterisolasian, meski 54 hari berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Puluhan desa di wilayah pedalaman belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah, sehingga membatasi mobilitas dan aktivitas warga.

Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), menyalurkan ragam bantuan bagi penyintas bencana banjir dan longsor Sumatra di wilayah Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin (19/01/2025). Ragam kondisi akses jalan ditempuh, mulai dari badan jalan yang amblas, lumpur dan batu sisa longsor di banyak titik.

Kali ini seorang musisi, Is Pusakata, ikut membersamai Dompet Dhuafa dalam penyaluran bantuan tersebut. Setelah siang itu mengemas bantuan logistik di Pos Satelit Dompet Dhuafa di Takengon bersama para relawan, sore harinya, vokalis band Parade Hujan itu juga mengawal dan menyalurkan langsung bantuan yang turut ia inisiasi melalui konser amal bertajuk Bersama Untuk Sumatra bersama para kolaborator musisi dan pegiat seni kreatif di Jakarta pada 8 Desember 2025 lalu.

“Hari ini saya banyak diam dan merenung, menyaksikan langsung sisa-sisa longsor dan akses yang terputus di Aceh Tengah. Gak bisa berkata apa-apa, terlebih jika kita menyaksikan juga mereka terutama bayi, anak-anak, dan lansia, yang mengalami ini,” ungkap Is Pusakata di tengah perhentiannya di titik longsor saat perjalanan distribusi bantuan.

Baca juga: Bantuan 3 Ton Sudah Tiba di Takengon, Tembus Jalur Udara

Warga Jamur Konyel menyambut antusias. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa hygiene kit, school kit, kitchen kit, genset, toren air, pakaian, vitamin, kebutuhan perempuan & bayi, juga sembako. Amanah tersebut disalurkan di Pos Bantuan Jl Bintang – Serule, Kp. Jamur Konyel.

“Tapi ini juga merupakan bukti, bahwa ada dan masih banyak manusia yang baik dan peduli. Saya berterima kasih pada kolaborator musisi dan pegiat seni kreatif yang telah solid, juga Dompet Dhuafa yang terus memfasilitasi. Semoga Sumatra lekas bangkit dan pulih,” ujar Is di sela penyaluran.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga menggelar layanan medis preventif program KesPro (Kesehatan Reproduktif), PFA (Psychological First Aid), dan membagikan menu kudapan bergizi bagi anak-anak penyintas di sana.

Tim medis LKC Aceh Nufus dan dr. Rifa menjelaskan, bahwa program KesPro merupakan langkah preventif yang perlu turut diperhatikan bagi penyintas khususnya mereka yang mengungsi dan memiliki balita.

Baca juga:171.379 Rumah Rusak, Dompet Dhuafa Targetkan Bangun 1.000 RUMTARA bagi Penyintas Bencana Sumatra

“Empat dari lima kampung di sini habis kena longsor, rumah saya pun tak ada lagi. Ada 118 KK yang habis (kena longsor). Saya tinggal sama adik saya sekarang. Terima kasih Dompet Dhuafa buat semua bantuannya,” ucap Ibu Leli, salah satu penyintas Kampung Jamur Konyel.

Sahabat baik, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/pusakatabersamasumatera(Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil