PIDIE JAYA, ACEH — “Saya gembira memiliki ruang kelas baru. Jadi bisa melanjutkan sekolah. (Dengan lanjut sekolah) saya bercita-cita ingin menjadi seorang ustaz,” ucap Muhammad Rajah, seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya.
Itulah ungkapan kebahagiaan serta harapan dari Rajah usai mendapat ruang kelas baru di sekolahnya. Semangat belajar dan meraih mimpi tersebut hadir kembali usai Dompet Dhuafa menambah bangunan Sekolah Darurat bagi siswa-siswi MIN 4 Pidie Jaya, Kelurahan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (20/01/2026).

Untuk diketahui, Sekolah Darurat memiliki dua kelas yang berukuran masing-masing 7 x 6 meter. Kelas itu nantinya akan diperuntukan untuk siswa-siswi dari jenjang kelas I sampai VI. Terhitung ada 220 jiwa siswa-siswi di sini.
Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah MIN 4 Pidie Jaya, Zulkarnaini menuturkan banyak terima kasih. Menurutnya, bantuan sekolah darurat ini mampu menjadi ikhtiar bersama bagi anak-anak untuk melanjutkan aktivitas belajarnya.
“Alhamdulillah kami bisa melanjutkan aktivitas belajar mengajar. Terima kasih Dompet Dhuafa yang telah memberikan bantuan kepada kami,” ungkapnya.
Baca juga: Sekolah Darurat Pascabencana Terus Ceriakan Asa dan Tumbuhkan Harapan Anak-Anak di Aceh


Di sisi lain, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, menuturkan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang melihat bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang penting.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang turut serta dalam menghadirkan Sekolah Darurat ini. Semoga Sekolah Darurat ini menjadi ruang yang aman dan nyaman guna menunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak,” ujarnya dalam sambutan.
Peresmian Sekolah Darurat tersebut turut disaksikan langsung Kepala Kantor Kemenag Pidie Jaya, Mulyadi dan jajaran pengurus MIN 4 Pidie Jaya. Peresmian berlangsung dengan pemotongan pita dan pemberian cendera mata untuk anak-anak.

“(Pascabanjir) kegiatan belajar mengajar menjadi vakum. Namun, berkat uluran tangan, kerja keras, dan perhatian yang diberikan oleh (donatur) Dompet Dhuafa, kami ucapkan terima kasih,” ucap Mulyadi dalam sambutan.
Salah seorang pegiat sosial, Azzahra Putri Santi, turut menjadi saksi peresmian sekaligus menggemakan kampanye Siap Sekolah untuk mendengungkan kebutuhan akan pendidikan bagi siswa-siswi penyintas banjir bandang Aceh dan Sumatra.
Dari kehadiran Sekolah Darurat ini, anak-anak sangat antusias. Mengingat ruang kelas mereka saat ini masih belum bisa digunakan secara penuh karena lumpur dan genangan air yang masih memenuhi ruang kelas.
Baca juga: Sekolah Darurat Dompet Dhuafa Berdiri, Pendidikan Di Lombok Utara Kembali Bergeliat


Di satu sisi kegiatan belajar-mengajar juga harus berlangsung guna mencerdaskan anak-anak menjadi penerus bangsa.
Tidak hanya membangun Sekolah Darurat, para donatur Dompet Dhuafa juga memberikan perlengkapan kelas dan buku bacaan guna menunjang kegiatan pendidikan anak-anak.
Sebagai informasi, seluruh distribusi bantuan Sahabat Dompet Dhuafa untuk Aceh dan Sumatra terus disalurkan. Total penerima manfaat per 19 Januari 2026 telah mencapai 151 ribu orang. Seluruh bantuan tersebut disalurkan lewat berbagai aksi respons seperti pembangunan Sekolah Darurat, Rumah Sementara (Rumtara), pemenuhan kebutuhan pokok, layanan dapur umum, pos wifi dan charger, distribusi air bersih, kebutuhan ibu, bayi dan lansia, paket school kit, sumur bor, psychological first aid (PFA), dan masih banyak lagi.

Untuk itu, Dompet Dhuafa terus berkomitmen mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama membangun kembali asa dan cita dari anak-anak yang terhenti proses belajarnya di sekolah usai terdampak musibah banjir bandang. Sahabat Dompet Dhuafa bisa berkontribusi dengan berdonasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/sekolahsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks: Arifian Fajar Putera, Moh Reynaldi Risahondua
Foto: DMC
Penyunting: Dhika

