Akses Darat Kecamatan Linge, Aceh Tengah Masih Terputus, Dompet Dhuafa Konvoi Bawa Bantuan Terjang Sungai Kalaili

ACEH — Wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih terisolir, gelap gulita, dan sulit air bersih, Selasa (20/01/2026). Diketahui, ini merupakan hari ke-55 pascabencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Dusun-dusun di wilayah pedalaman Linge ini masih jauh dari kata pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah dan banyak akses darat yang terputus, sehingga sangat membatasi mobilitas dan aktivitas warga, yang mata pencahariannya kebanyakan adalah petani.

“Masih gelap (listrik belum nyala) sejak awal kejadian banjir. Mencekam lah, bantuan mesin genset itu baru tiba dua minggu kemudian. Air pun sama, masih kotor sampai sekarang sejak awal banjir. Lahan pertanian dan rumah kami juga hancur kena longsor,” ungkap Hendra, salah satu penyintas banjir bandang dan longsor di Dusun Jamat, Linge, Aceh Tengah, pada tim Dompet Dhuafa.

Konvoi tim Dompet Dhuafa bersama musisi Is Pusakata, tiba di Dusun Jamat, Linge, sekitar jam setengah delapan malam. Menempuh hampir 10 jam perjalanan dimulai sejak jam 10 pagi dari Pos Satelit Dompet Dhuafa di Takengon. Ragam kondisi akses jalan ditempuh, mulai dari badan jalan yang amblas, lumpur, dan batu sisa longsor, hingga menerjang Sungai Kalaili.

“Kita harus menyeberangi sungai ini untuk mencapai Dusun Jamat. Padahal dari sini sudah sekitar satu jam lagi kita sampai di lokasi. Namun kendala menyeberangi sungai ini juga luar biasa, melawan arus sungai dan batunya besar-besar, armada ambulans kami juga sempat tertahan batu besar,” sebut Barqu, Koordinator Respon Banjir Sumatra di Aceh Tengah.

Baca juga: Dompet Dhuafa Bersama Is Pusakata Hibur Penyintas dan Salurkan Bantuan Konser Amal di Pengungsian Linge, Aceh Tengah

Di sungai itu pun, tim respon DMC (Disaster Management Center) turut membantu mengevakuasi dua armada truk yang juga membawa bantuan kemanusiaan dan terhambat batu besar di sungai. Selain itu, tim medis LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) juga merespons cepat salah satu relawan yang terluka akibat menginjak paku di sisi sungai saat mengevakuasi truk tersebut.

“Perjuangan luar biasa melintasi sungai ini, namun ini semua demi upaya menyampaikan amanah bantuan para donatur Dompet Dhuafa bagi penyintas di Dusun Jamat. Karena bagi kami, masyarakat di sini lebih luar biasa menjalani kehidupan di sini,” imbuhnya lagi.

Baca juga: Menempuh Jalan Amblas Sisa Longsor, Is Pusakata Salurkan Langsung Bantuan ‘Bersama Untuk Sumatra’ di Aceh Tengah

Sahabat baik, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/pusakatabersamasumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil