Guru-Guru PGRI Cisauk Salurkan Donasi untuk Korban Genosida di Palestina

BANTEN — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cisauk menyerahkan donasi sebesar Rp33,3 juta untuk membantu korban terdampak konflik dan genosida di Palestina melalui Dompet Dhuafa, Senin (29/01/2026). Penyerahan bantuan ini berlangsung di Sekretariat PGRI Kecamatan Cisauk dan dihadiri oleh perwakilan pengurus PGRI Kecamatan Cisauk, Tangerang

Konflik Palestina masih terus bergejolak besar sejak 7 Oktober 2023. Konflik ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan dengan dampak yang sangat besar terhadap warga sipil Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Menurut statistik terbaru, hingga akhir Desember 2025 lebih dari 72.000 warga Palestina telah tewas, termasuk puluhan ribu anak-anak, perempuan, dan lanjut usia. Sementara jumlah yang terluka mencapai sekitar 171.000 orang. Konflik juga memaksa hampir dua juta penduduk Gaza mengungsi, sehingga sebagian besar penduduk hidup dalam kepungan kemiskinan, kelaparan, dan ketidakamanan.

Selain itu, serangan militer telah meluluhlantakkan infrastruktur penting seperti fasilitas kesehatan dan hunian penduduk, memperparah kondisi kehidupan warga sipil yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Melihat Kondisi ini, PGRI Kecamatan Cisauk tergerak untuk membantu warga Palestina yang terdampak konflik ini. Kepedulian dalam bentuk donasi ini merupakan hasil himpunan dari berbagai sekolah di wilayah Cisauk, melibatkan dukungan aktif dari Dewan Guru dan partisipasi orang tua murid. Melalui Dompet Dhuafa, bantuan ini akan disalurkan kepada saudara-saudara di Palestina yang kini hidup di tengah kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

Baca juga: Akses Kesehatan Pascabencana Hari ke-57 Masih Sulit Dijangkau, Dompet Dhuafa di Aceh Tengah Jemput Bola Hadirkan Pos Medis

Dalam kesempatan ini, Ketua PGRI Kecamatan Cisauk, Harun, menyampaikan bahwa PGRI sebagai organisasi profesi guru memiliki kepedulian tidak hanya terhadap dunia pendidikan, tetapi juga terhadap situasi kemasyarakatan dan kemanusiaan di tingkat global.

“PGRI tentu merupakan organisasi yang fokus pada kegiatan keguruan, peningkatan kompetensi guru, tetapi kami juga merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan. Karena itu kami merasa perlu untuk ikut peduli dengan kondisi yang ada di sekeliling kita, termasuk kondisi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Harun.

Menurutnya, donasi ini mungkin dari segi jumlah tidak seberapa, namun pihaknya sangat berharap bisa memberikan manfaat dan membantu meringankan beban mereka yang sangat membutuhkan.

Harun juga menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah memfasilitasi proses penerimaan dan penyaluran donasi. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut serta menjadi ladang kebaikan dan pahala bagi semua pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga bantuan ini menjadi pahala dan memberikan manfaat besar bagi saudara-saudara kita di Palestina,” imbuhnya lagi.

Dompet Dhuafa selama ini menjadi salah satu lembaga yang aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui berbagai program tanggap darurat. Penyaluran bantuan mencakup kebutuhan pokok, layanan medis, air bersih, hingga dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak konflik.

Baca juga: Dompet Dhuafa Bersama Pemerintah Pulihkan Polindes Guna Tunjang Kesehatan Penyintas Banjir Sumatra

Dimas Muttakhin selaku Community Relation Dompet Dhuafa, sangat mengapresiasi gerakan kebaikan yang dibuat oleh PGRI kecamatan cisauk ini. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Alhamdulillah, terimakasih atas kepercayaan Kang Harun dan rekan rekan PGRI Kecamatan Cisauk yang sudah mempercayai Dompet Dhuafa sebagai penyambung donasi untuk saudara kita di Palestina. Insyaallah donasi ini akan kami sampaikan kepada yang berhak dan tepat sasaran sehingga dapat mengurangi penderitaan saudara kita disana. Dan semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda kepada rekan rekan PGRI Kabupaten Cisauk dan semua donatur yang terlibat. Aamin,” ujarnya.

Dengan kondisi di Palestina yang semakin memburuk dari sisi kemanusiaan, ditandai oleh tingginya angka korban dan meningkatnya kebutuhan mendesak akan bantuan. Kolaborasi antara komunitas lokal di Indonesia dan lembaga kemanusiaan internasional diharapkan dapat terus membantu menyelamatkan nyawa serta meringankan penderitaan rakyat Palestina. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dimas Muttakhin, Riza Muthohar
Penyunting: Dhika