Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Shopee, Ratusan Paket Fidyah Berlabuh di Kampung Nelayan Cirebon

CIREBON, JAWA BARAT — Di sebuah desa di Kabupaten Cirebon, masyarakat beraktivitas seperti biasa. Ada yang mengupas kerang, membersihkan dan menjemur ikan, ada pula yang bersiap hendak menyalakan mesin kapal. Dalam jarak lima meter, berlabuh kapal-kapal nelayan yang diikat di sebuah papan kayu di tepi sungai. Di sepanjang jalan Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, aroma khas dari air sungai tercium.

Siang itu, Ahad (18/01/2025), puluhan masyarakat yang mayoritas adalah seorang nelayan berbondong-bondong menuju TPI Bondet. Mereka adalah jiwa-jiwa yang berjuang di tengah keterbatasan ekonomi. Mereka berkumpul untuk menerima paket fidyah berupa sembako yang terbungkus kardus bertuliskan Shopee dan Dompet Dhuafa.

Ya, mereka adalah para penerima manfaat dari program fidyah yang digagas oleh Dompet Dhuafa melalui kemitraan digital bersama Shopee. Dompet Dhuafa menyediakan fitur atau layanan fidyah di aplikasi Shopee yang memudahkan para penggunanya untuk membayar fidyah.

Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Chapter Cirebon, puluhan paket fidyah pun berhasil dibagikan. Senyum bahagia hadir dalam di wajah mereka. Beberapa kali mereka mengucapkan, “Alhamdulillah Bu, terima kasih ya!”.

“Makasih Teh, ini diterima pisan ku Ibu (ini diterima sekali sama Ibu),” ungkap yang lainnya.

Baca juga: Fidyah dari Pengguna Shopee, Satu Klik Hadirkan Asa Baru Bagi Penerimanya

Di Desa Mertasinga di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, merupakan desa pesisir dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Terletak dekat muara sungai Bondet, desa ini memiliki suasana kampung nelayan yang kental.

Mayoritas penduduk menggantungkan hidup sebagai nelayan karena lokasinya yang strategis di pesisir utara Cirebon yang bermuara langsung ke Laut Jawa, memudahkan akses perahu nelayan.

Matsira (67), salah satu penerima manfaat yang ditemui Tim Dompet Dhuafa, berprofesi sebagai nelayan yang setiap hari melaut menggunakan perahu kayunya untuk mencari ikan dengan menjala atau menebar jaring. Ia juga memperbaiki sendiri mesin perahu maupun jaring jika mengalami kerusakan.

“Bapak sambil ngambil ikan jam 6 atau jam 7 itu udah berangkat pulang sore, saya jual di Tempat Pelelangan Ikan jadi bapak mengambil ikannya sebelah timur laut
pakai jaring,” ujar Matsira.

Pergi setiap hari mencari ikan, tak selalu sesuai keinginan. Kadang realita memaksa Matsira untuk pulang tak membawa apa-apa.

“Aduh, Bu. Tergantung cuaca, kalau cuaca dingin ya kadang sulit, karena gelombangnya sama angin kuat lebih berisiko, belum menentukan kadang banyak (dapat ikan) kadang ya nggak dapat,” sambung Matsira.

Baca juga: Salurkan Bantuan Penunjang Belajar, Dompet Dhuafa bersama Shopee Indonesia Bahagiakan Anak Yatim Kampung Nelayan

Matsira mengaku telah hidup seorang diri sejak 2020, setelah anak-anaknya tumbuh dewasa dan bekerja di tempat masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menyesuaikan keadaan. Memilih jalan yang dirasa paling memungkinkan saat itu. Kadang meminjam, kadang berharap uluran tangan keluarga demi tetap bisa bertahan menjalani hari.

“Kalau sekarang cuaca gini ya kadang, anginnya kuat gelombangnya besar jadi kadang berhenti soalnya merugikan, rugi perbekalan itu pada waktu berangkat kan, merugikan solar juga,” terang Matsira.

Matsira menjelaskan bahwa hasil tangkapannya dihargai berbeda-beda, tergantung kualitas ikan yang didapat. Saat tangkapan dalam kondisi baik, ia bisa menjualnya sekitar Rp12 ribu per kilogram, namun jika kualitasnya kurang bagus, harganya turun drastis hingga hanya berkisar Rp4 ribu–Rp5 ribu per kilogram.

Ketika paket fidyah diberikan, Matsira tak henti-hentinya mengucap syukur. Dengan senyum yang mengembang, Matsira melangkah pulang sambil membawa harapan baru,bahwa kebaikan sekecil apapun dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang.

“Alhamdulillah senang ya dapat bantuan, sebetulnya nggak ada yang dimakan jadi ada buat yang dimakan gitu. Terima kasih saya dapat bantuan semoga bapak ibu mendapatkan lebih banyak lagi rezekinya, terima kasih juga Shopee dan Dompet Dhuafa,” pungkasnya.

Di Kabupaten Cirebon, paket fidyah disalurkan kepada anak-anak yatim dan duafa, dan pada Ahad (18/01/2026), paket-paket tersebut menjadi santapan makan siang yang mengurangi rasa lapar mereka. Setiap paket yang tersalurkan bukan hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika