BANDUNG — Pada Sabtu (17/01/2026), langkah-langkah kebaikan kembali hadir di tengah hiruk-pikuk Kota Lautan Api. Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Barat, menyusuri gang demi gang mengetuk satu per satu pintu rumah warga. Setiap ketukan membawa harapan dan kebahagiaan sederhana, barangkali kebahagiaan itu hanya berupa sekotak nasi atau satu kontainer boks sembako.
Bagi mereka yang menerima, bantuan itu menjadi pelipur lara, pemberi semangat, sebagai wujud bahwa masih banyak kepedulian dan kebaikan, sebagai penguat untuk bertahan dan melangkah lagi.





Dompet Dhuafa bersama mitra digital Shopee menyalurkan fidyah yang dihimpun dari para pengguna aplikasi Shopee. Melalui kemudahan fitur pembayaran fidyah di platform digital, tidak hanya mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban mereka, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan asa baru bagi para penerima manfaat yang tengah membutuhkan uluran tangan.
Di wilayah pinggiran sungai Kelurahan Wates, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, adalah Undang seorang paruh baya menyambut kedatangan tim Dompet Dhuafa. Ketika tim Dompet Dhuafa mengetuk pintu rumahnya untuk mengantarkan satu kontainer box sembako, wajah dan senyum lembutnya langsung menyapa.


Baca juga: Batas Waktu Bayar Fidyah: Kapan Harus Ditunaikan dan Kapan Berakhir?
Melalui program fidyah, Dompet Dhuafa bersama Shopee menyalurkan sebanyak 60 paket sembako dan 60 paket makanan siap saji untuk penerima manfaat yang di antaranya termasuk ke dalam 8 asnaf penerima manfaat, termasuk kepada Undang.
Dalam kesehariannya, ia menggantungkan hidup sebagai penjual rongsokan seperti botol dan gelas plastik bekas. Namun, seiring usia yang kian lanjut, ia tidak lagi mampu berkeliling mengumpulkan rongsokan seperti dahulu.
Kini, ia membeli barang-barang bekas dari para tetangganya dengan harga murah, lalu menjualnya kembali untuk memperoleh sedikit keuntungan. Misalnya, botol bekas ia beli seharga Rp1.500 per kilogram dan kemudian dijual kembali seharga Rp2.000. Dari selisih itulah ia berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Kalau sehari hari kadang dari anak dikasih jadi uang dari anak teh bapak dibeliin yang jual rongsokan yang dari rumah Bapak mah paling nerimanya dari rumah yang jual palingan 3-5kg kalau udah banyak udah dua karung baru dijual gitu kalau belum banyak mah disimpen aja,” ujar Undang.



Selain mengumpulkan botol bekas, Undang juga membeli kulkas-kulkas tak terpakai dari warga sekitar. Kulkas-kulkas tersebut kemudian ia bongkar untuk mengambil bagian mesinnya yang mengandung tembaga. Tembaga itu ia lebur kembali hingga menjadi bongkahan yang bernilai jual lebih tinggi, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Meski hidup seorang diri di sebuah bangunan kecil, Undang tetap berusaha mempertahankan semangatnya dalam menjalani hari. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia sesekali meminta bantuan dari anaknya atau membeli makanan sederhana seperti masakan Padang.
“Bapak tinggal sendiri, tidur di sini, masak mah neng paling ceplok endog aja yang gampang yang bisa,” kata Undang.
Baca juga: Tunaikan Fidyah dan Kafarat, Dompet Dhuafa Bagikan Makanan Siap Santap pada Dhuafa di Jatim


Melalui program fidyah, bantuan berupa paket makan siang dan sembako menjadi dukungan yang sangat berarti bagi Undang. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan kebutuhannya sehari-hari, tetapi juga memastikan bahwa ia menerima manfaat yang tepat di tengah keterbatasan yang dihadapi.
“Alhamdulillah sekali ini, terima kasih Dompet Dhuafa dan Shopee Alhamdulillah keterima, senang sekali mau Bapak makan aja, sebisa bisa Bapak aja dimasaknya,” kata Undang dengan senyuman yang hangat.


Kepercayaan para pengguna Shopee dalam menunaikan fidyah melalui Dompet Dhuafa menjadi penyambung asa bagi banyak penerima manfaat. Semoga setiap kontribusi yang tersalurkan menghadirkan keberkahan, menguatkan mereka yang tengah berjuang, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para pemberi. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

