JAKARTA — Belakangan, kondisi ekonomi di Indonesia sedang terasa sangat berat, belum lagi kesenjangan sosial yang kian melebar. Apalagi, Sumatra dan Aceh belum juga pulih dari bencana banjir bandang dan longsor. Meski begitu, Dompet Dhuafa tetap optimis menyambut Ramadan 1447 H.
Pada Ramadan mendatang, Dompet Dhuafa mengusung semangat kampanye “Berzakat Itu Kalcer”. Beragam program dan kolaborasi hadir mengisi bulan Ramadan 1447 H bersama Dompet Dhuafa. Semangat kampanye tersebut Dompet Dhuafa paparkan dalam kegiatan Konferensi Pers Ramadan 1447 H: Berzakat Itu Kalcer di Top Golf Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sulis Tiqomah selaku Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa membuka acara konferensi pers tersebut dengan menyampaikan semangat kampanye “Berzakat Itu Kalcer” dan memaparkan program-program unggulan yang akan bergulir selama Ramadan. Di antaranya ada program-program pemberdayaan unggulan, seperti Tebar Zakat Fitrah, Yatim Remember (Ramadan Meriah Penuh Berkah), Ber-Ojol (Bantu Rawat Kendaraan Ojek Online), Recovery Sumatra, Borong Dagangan Saudaramu, hingga Mudik Kalcer.
Selain itu, ada pula program reguler berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang masih terus bergulir selama Ramadan. Termasuk bantuan untuk menguatkan saudara kita di Palestina menjalani Ramadan 1447 H. Selama bulan suci ini, Dompet Dhuafa menargetkan dapat menyasar 750.000 jiwa penerima manfaat.
Baca juga: Sambut Ramadan, Dompet Dhuafa Hadir di CFD Simpang Lima Semarang, Gaungkan “Berzakat Itu Kalcer!”


“Di awal sudah dijelaskan oleh Ketua Ramadan Dompet Dhuafa mengenai program-program yang bergulir di Dompet Dhuafa. Itu adalah langkah kami untuk menjadi jalan dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah maupun wakaf di Ramadan 1447 H ini. Dengan program yang pas, tentu harapannya pas dan tepat sasaran, juga pengelolaan donasi yang terhimpun dari masyarakat. Dengan perbandingan pada penerima manfaat di tahun 2024 terdapat 3.269.768 jiwa, sementara pada tahun 2025 terdapat 3.632.925 jiwa. Sehingga pertumbuhan penerima manfaat sejak 2024 hingga 2025 terdapat 363.157 jiwa atau lebih dari 11,11 persen,” ucap Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, di sesi diskusi panel.
Ahmad Juwaini menambahkan bahwa Dompet Dhuafa menghadirkan beragam layanan untuk memudahkan partisipasi masyarakat berbuat kebaikan bersama Dompet Dhuafa. Mulai dari kemudahan berdonasi hanya dari genggaman melalui aplikasi Dompet Dhuafa yang sudah terintegrasi dengan banyak channel pembayaran, layanan konter di berbagai pusat perbelanjaan, hingga jemput zakat. Selain itu, Dompet Dhuafa juga menguatkan kolaborasi dengan sejumlah Mitra Pengelola Zakat (MPZ) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Dompet Dhuafa membuka kolaborasi baru dengan Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui sedekah rutin sebagai penguat budaya/kultur/kalcer berbagi untuk sesama.
Kolaborasi antara Maybank Indonesia dan Dompet Dhuafa merupakan wujud nyata kolaborasi kebaikan yang menyatukan kekuatan perbankan syariah dan lembaga filantropi tepercaya. Maybank Indonesia menghadirkan kapabilitas teknologi dan layanan perbankan yang memudahkan transaksi, sementara Dompet Dhuafa memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dan penyaluran dana sosial secara amanah dan tepat sasaran.
“Sinergi ini menjadikan pembayaran Ziswaf dapat dilakukan secara lebih praktis, rutin, dan transparan, sehingga kebaikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara berkelanjutan,” jelas Romy H Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia.

Romy Buchari juga menambahkan, “Sebagai bank yang konsisten menerapkan pendekatan Syariah First sejak 2014, Maybank Indonesia terus mengembangkan ekosistem digital Syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemanfaatan Bank as a Service (BaaS) dan layanan Open API Account Binding, rekening nasabah dapat terhubung langsung dengan aplikasi Dompet Dhuafa, termasuk melalui fitur Sedekah Rutin Terjadwal yang memungkinkan donasi otomatis harian, mingguan, maupun bulanan langsung dari rekening Maybank Indonesia. Layanan ini menjadi layanan pertama yang tersedia di aplikasi lembaga zakat, infak, dan sedekah di Indonesia, dan Dompet Dhuafa menjadi partner pertama kami. Inisiatif ini sejalan dengan misi bank: humanising financial service di mana layanan perbankan syariah kami hadir tidak hanya sebagai sarana transaksi, tetapi juga sebagai enabler ibadah dan kebermanfaatan sosial yang berdampak luas”.
Baca juga: Zakat Itu Kalcer: Bongkar 5 Mitos soal Zakat Mal, Semua Generasi Termasuk Gen Z Wajib Bayar!
Prof Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI yang turut hadir dalam Konferensi Pers menyoroti besarnya potensi Ziswaf nasional. Hal ini merujuk pada Ziswaf yang dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan apabila dikelola secara optimal dan kolaboratif.
Sementara itu, Super Volunteer Dompet Dhuafa, Aliah Sayuti, mengatakan, “kekuatan gerakan kemanusiaan tak lepas dari dedikasi relawan. Baginya, semangat volunteer adalah denyut nadi distribusi manfaat hingga ke pelosok negeri”.
“Ramadan 1447 H pun diharapkan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga momentum penguatan ekosistem kebaikan nasional. Dengan mengusung pesan, “Berzakat Itu Kalcer,” Dompet Dhuafa ingin menegaskan satu hal, berbagi bukan lagi tren musiman, melainkan budaya yang mengakar”, pungkas Aliah Sayuti. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Bani K
Penyunting: Ronna

