DEPOK — Nadia Sakirana (9) adalah salah satu penerima manfaat Program Belanja Bareng Yatim kolaborasi Dompet Dhuafa dan Paragon Corp. Siapa yang mengira di balik usianya yang masih belia, Nadia memiliki mimpi yang mulia. Ia ingin menjadi seorang konten kreator supaya bisa berbagi.
Seperti beberapa konten yang lewat di linimasa media sosial, ada konten kreator yang isinya adalah berbagi kepada yang membutuhkan. Hal inilah yang menginspirasi Nadia untuk menjadi konten kreator yang bisa turut menebarkan kebahagiaan kepada orang lain.
“Aku pengin jadi content creator, senang banget ngelihat content creator suka berbagi, aku pengin berbagi karena itu impian besar banget karena aku ngerasain susah, jadi aku harus harus bisa bantu orang walaupun aku susah tapi harus bantu gitu,” ujar Nadia kepada Dompet Dhuafa.

Baca juga: Keceriaan Aynun Beli Skincare di Belanja Bareng Yatim, Ingin Rawat Diri Lebih Baik
Semangat itu, makin kuat ketika Nadia menjadi salah satu peserta Belanja Bareng Yatim yang dilaksanakan dalam rangkaian Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa yang dilaksanakan pada Selasa (10/03/2026), lantaran Nadia merasakan sendiri bagaimana berbagi dapat menebarkan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, Nadia sempat ingin membeli gantungan kunci, namun ia memilih untuk membeli peralatan sekolah yang lebih penting dan lebih ia butuhkan. Ia membeli, tas, buku, pensil pulpen, penggaris, pena koreksi hingga buku jurnal.
“Senang banget karena dibelanjain, terima kasih ya, Kak, udah dibelanjain ini. Semoga kakak-kakaknya sehat terus melimpah rezekinya, dikasih perlindungan, sehat selalu kalau misal aku sukses aku bakal seingat itu,” lanjut Nadia dengan ceria sambil menunjukkan satu persatu barang yang ia beli.

Kisah Nadia menjadi pengingat bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu kita berada dalam kondisi berlebih. Justru, dari pengalaman merasakan keterbatasan, tumbuh empati yang lebih dalam untuk memahami dan membantu orang lain.
Berbagi memiliki kekuatan yang sering kali tak terlihat, ia menular. Satu kebaikan mampu memantik kebaikan lain, menciptakan rantai kepedulian yang terus meluas. Di tengah dunia yang sering kali sibuk dengan diri sendiri, berbagi menjadi pengingat bahwa kita saling terhubung. Satu bantuan sederhana bisa menjadi alasan seseorang untuk kembali tersenyum, kembali percaya bahwa ia tidak sendiri.
Selain berbelanja, Nadia juga mendapatkan santunan dan buka puasa bersama dengan teman-teman yang lain dan kakak pendamping. Apalagi, ini adalah pengalaman pertamanya datang ke Gramedia.
“Aku nggak terlalu sering-sering banget, biasanya sih belanja di pasar tapi sekarang ke sini beda banget lebih dingin terus banyak buku bukunya jadi aku lebih senang buat memilih gitu,” sambung Nadia.
Baca juga: Belanja Bareng Anak-Anak Hebat, Dompet Dhuafa dan Supermal Karawaci Penuhi Kebutuhan Lebaran

Saat ini, Nadia tinggal bersama ibu dan kakaknya, sementara sang ayah telah wafat ketika Nadia menginjak usia 5 tahun. Ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). Untuk membantu sang Ibu, Nadia kadang memberikan uang santunannya untuk membeli kebutuhan di rumah seperti sabun atau minyak.
“Kadang aku dari santunan aku bilang ini mama beli ini itu terserah mama ke Indomaret atau apa gitu beli sabun ini itu,” lanjut Nadia.

Nadia juga bercerita bahwa ia ingin sukses. Namun lebih dari itu, ia ingin kesuksesannya kelak menjadi jalan untuk terus berbagi. Melalui pengalaman seperti Belanja Bareng Yatim, Nadia merasakan langsung bahwa kebahagiaan itu bisa hadir dari hal-hal sederhana dari perhatian, kepedulian, dan kebersamaan. Apa yang ia rasakan hari ini, perlahan membentuk mimpinya untuk menjadi bagian dari kebaikan itu di masa depan.
Karena sejatinya, berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan niat untuk menghadirkan manfaat. Dan dari sana, kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk tumbuh dan menyebar, menjangkau lebih banyak hati. Mari ikut hadirkan semangat kebaikan di penghujung ramadan melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/sedekahyatim. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

