PURWOKERTO, JAWA TENGAH — Melalui Program Jejaring Sehat Indonesia (JSI), Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah memperluas jaringan layanan kesehatannya ke lima kabupaten di wilayah Banyumas Raya. Wilayah tersebut antara lain Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen.
Penguatan jejaring ini terwujud lewat kegiatan sosialiasi Nota Kesepahaman atau MoU dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diselenggarakan di Baturraden pada Ahad (19/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mitra-mitra JSI yang selama ini telah berperan aktif dalam layanan ambulans dan advokasi kesehatan masyarakat.
JSI sendiri merupakan inisiatif dari LKC Dompet Dhuafa yang telah berjalan sejak tahun 2023 sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan gratis berbasis kolaborasi. Program ini fokus pada penyediaan layanan ambulans, pelatihan relawan kesehatan, dan pelayanan kesehatan holistis, khususnya bagi masyarakat duafa.
Sejauh ini, JSI telah berkembang di 13 provinsi di Indonesia dengan melibatkan berbagai mitra lokal untuk memastikan hadirnya layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau. Di Jateng sendiri, terdapat 30 mitra JSI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan dikelompokkan dalam tiga wilayah koordinasi layanan, yakni Kedu Raya, Banyumas Raya, dan Pantura.


Penanggung Jawab Respon Darurat Kesehatan (RDK) Advokasi dan Jaminan Kesehatan LKC Dompet Dhuafa Jateng, Agung Dwi Fahma Rizqi, menyampaikan bahwa kebutuhan layanan ambulans saat ini terus meningkat, terutama bagi pasien duafa dengan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Permintaan layanan ambulans, khususnya untuk pasien duafa dengan kondisi kronis, cukup tinggi dan tersebar di berbagai wilayah. Melalui penguatan Jejaring Sehat Indonesia, kami berharap layanan ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara efektif, tanpa terkendala keterbatasan armada maupun operasional,” ujarnya.
Perwakilan mitra JSI dari Gumelar Peduli Ummat, Andayati, turut menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin. Ia menilai program ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan kapasitas relawan di lapangan.
“Kami berterima kasih atas kemitraan ini. Melalui JSI, kami mendapatkan dukungan sekaligus peningkatan kapasitas bagi para relawan yang bertugas di lapangan,” ungkapnya.

Baca juga: Program Pembiayaan Kesehatan Pasien Dhuafa Pulihkan Asa Pengrajin Sapu Lidi
Melalui sinergi yang terbangun, LKC Dompet Dhuafa Jateng optimis bisa terus meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan, khususnya di wilayah Jateng. Harapannya, program ini mampu memperkuat peran relawan dan mitra dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala LKC Dompet Dhuafa Jateng, Titi Ngudiati, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperluas manfaat layanan kesehatan bagi masyarakat duafa.
“Kami optimistis bahwa dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama berbagai pihak, layanan kesehatan bagi masyarakat duafa dapat semakin luas, mudah diakses, dan berkelanjutan, terutama di Jawa Tengah,” terangnya. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dompet Dhuafa Jateng
Penyunting: Ronna

