BOGOR, JAWA BARAT — Kampung Silat Jampang (KSJ) sukses menyelenggarakan Lebaran Jawara di Zona Madina, Bogor, pada Sabtu (25/02/2026). Kegiatan yang diikuti 250 orang dari 65 perguruan ini merupakan wujud nyata komitmen GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan dunia UNESCO.
Haryo Mojopahit selaku Kepala Divisi Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia, mengungkapkan bahwa Lebaran Jawara adalah bentuk apresiasi kepada perguruan dan pesilat yang berkontribusi dalam dunia pencak silat dalam suasana kebersamaan positif dan inspiratif. Selain itu, menurutnya, kegiatan ini jadi ikhtiar mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat bersama melestarikan dan mengangkat kembali kejayaan pencak silat di tingkat lokal maupun nasional.
Bertajuk “Kuatkan Persaudaraan, Bawa Silat ke Puncak Kejayaan”, Lebaran Jawara tak sekadar wadah para jawara, tetapi juga wadah penguatan kapasitas guru pencak silat, kelas-kelas pencak silat di berbagai tempat, khususnya sekolah, kejuaraan pencak silat, dan membangun jaringan pencak silat tradisi dan prestasi.
Baca juga: Srikandi STIM Budi Bakti Sabet Juara dalam Kompetisi Pencak Silat Tingkat Nasional
“Bahwa pencak silat tidak hanya menjadi seni bela diri, melainkan sarana pembentukan karakter dan identitas budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan,” tutur Haryo Mojopahit.
Turut hadir membersamai Lebaran Jawara, Prof Ismunandar selaku Staf Ahli Kementerian Kebudayaan; Yudi Santosa selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor; Mulyadi Saputra selaku Direktur Eksekutif GREAT Edunesia; dan H Daswara Sulanjana selaku Ketua Umum KSJ.

Membuka kegiatan, H Daswara Sulanjana mengungkapkan rasa bangganya kepada para jawara yang senantiasa mengusahakan yang terbaik untuk perguruan.
“Dengan semangat tinggi, para punggawa silat memiliki peran mengantarkan warisan tak benda yang diakui UNESCO. KSJ, katanya, memiliki komitmen memelihara, menjaga, dan mengembangkan, juga melestarikan silat tradisi tersebut,” kata Ketua Umum KSJ itu.
Di sisi lain, pada kesempatan yang sama Mulyadi Saputra menekankan pentingnya berkolaborasi. Sebab, menurutnya, lewat kolaborasi pencak silat akan makin mendunia dan dikenal luas. Sejalan dengan Mulyadi Saputra, Yudi Santosa juga mengapresiasi kegiatan Lebaran Jawara yang diadakan KSJ, “Salut dengan perjuangan KSJ yang sudah 12 tahun berkiprah sebagai motor penggerak silat di Bogor, ke depannya pemerintah Kabupaten Bogor ingin memaksimalkan kolaborasi supaya pencak silat menjadi bagian esktrakurikuler sekolah”.
Fadli Zon yang diwakili Prof Ismunandar menyampaikan, “Bahwa Lebaran Jawara merupakan momen pengingat agar budaya asli Indonesia bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Silat, katanya, dicatat di UNESCO tujuannya agar budaya silat tidak hilang, lestari, dan diharapkan menjadi salah satu cabang Olimpiade di masa depan. Akan tetapi, timpalnya, perjuangan ke sana masih harus terus diperjuangankan. Baginya silat bukan hanya olahraga tetapi juga olah rasa”.
Nilai-nilai luhur dan gerak pencak silat makin relevan dengan perkembangan masyarakat, karena disinyalir mampu menjaga nilai-nilai luhur dan tradisi asli Indonesia. GREAT Edunesia yakin bahwa melalui kegiatan ini dapat tercipta sinergi kuat antarpelaku silat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: YPUU Dompet Dhuafa
Penyunting: Ronna

