Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Dompet Dhuafa Luncurkan Program MUFAKAT untuk UMKM Sumatera Barat

Group of men and women standing behind green-draped tables on a stage, each holding a certificate during a formal signing ceremony, with a large screen displaying logos and Indonesian text in the background.

PADANG, SUMATRA BARAT — Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Barat beberapa bulan terakhir tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan tulang punggung ekonomi daerah, termasuk sektor UMKM. Merespons urgensi tersebut, Dompet Dhuafa bergerak cepat dengan menghadirkan Program MUFAKAT (Modal Usaha Bermanfaat Untuk Masyarakat) sebagai solusi konkret pemulihan ekonomi penyintas bencana.

Melalui Mitra Pengelola Program (MPP) Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB), Dompet Dhuafa memperkenalkan model pembiayaan syariah yang terintegrasi dengan pendampingan usaha. Langkah besar ini dikaji secara mendalam dalam seminar kolaboratif bertajuk pemulihan ekonomi pascabencana yang digelar di Convention Hall Universitas Andalas, Kota Padang, Senin (04/05/2026).

Bencana Galodo (banjir bandang) yang menghantam empat kabupaten di Sumatera Barat telah menyebabkan ribuan pelaku usaha mikro kehilangan aset produktifnya. Per Januari 2026, tercatat sebanyak 4.876 UMKM terdampak langsung dan menghadapi kesulitan akses permodalan formal karena kondisi usaha yang tidak lagi bankable dikarenakan usahanya telah terdampak bencana.

Conference hall with audience watching a presentation: projector screen on the left, banners along the balcony, and floral decorations at the front.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah hadir sejak fase darurat, namun pemulihan jangka panjang melalui kemandirian ekonomi adalah prioritas utama saat ini.

“Bencana memang meninggalkan duka, namun kita harus melihat semangat kebangkitan. Program MUFAKAT ini adalah bentuk dukungan nyata Dompet Dhuafa agar para penyintas bisa kembali mandiri dan bermartabat. Kami ingin mereka bukan hanya pulih, tapi mampu kembali membantu sesama melalui ekosistem microfinance syariah yang kuat,” ujar Ahmad Juwaini dalam sambutannya.

Dompet Dhuafa memandang bahwa bantuan konsumtif jangka pendek tidak cukup untuk membangkitkan UMKM yang hancur. Oleh karena itu, Program MUFAKAT mengedepankan pendekatan produktif melalui jaringan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang memiliki kedekatan emosional dan geografis dengan masyarakat lokal.

Baca juga: Launching Bengkel Promatic Karawaci: Model Inkubasi UMKM Otomotif Ciptakan Wirausaha Baru di Tangerang

Speaker at podium giving a speech on a stage with floral decorations and two flags behind him, audience seated in foreground

Panel discussion on a stage with three men seated, in front of a large screen reading 'BANGKIT BERDAYA' and event details for a university-hosted talk on microfinance.

Dalam sesi wicara, Direktur LPIW Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk afirmasi bagi kelompok dhuafa yang lemah dalam akses permodalan dan pendidikan ekonomi.

“Bantuan kami tidak berhenti hanya untuk ‘mengganjal perut’. Kami berupaya memberi bantuan produktif, memberikan akses modal melalui 21 BMT, masing-masing ada 50 anggota, sekaligus membekali mereka dengan literasi keuangan dan sertifikasi halal. UMKM adalah penopang ekonomi nasional, maka penguatannya harus dilakukan secara menyeluruh,” tegas Prima.

Urgensi pemulihan ini mendapat dukungan penuh dari kalangan akademisi. Dr. Fery Andrianus dari Universitas Andalas memberikan apresiasinya atas konsistensi Dompet Dhuafa di lapangan.

“Kolaborasi bareng Dompet Dhuafa sudah terbukti. Kami ingin mahasiswa juga melihat bagaimana teori microfinance diimplementasikan untuk menyelamatkan ekonomi rakyat pascabencana,” ungkapnya.

Speaker at a podium giving a presentation in a conference hall, with green and red flags, and a large projection screen to the right showing a slide.

Baca juga: Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Lembaga Penggerak UMKM Indonesia dari IPEMI

Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, acara ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 10 BMT di Sumatera Barat. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk merevitalisasi pelaku UMKM agar dapat kembali berproduksi dan menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara Dompet Dhuafa, akademisi, dan pemerintah daerah, Program MUFAKAT diharapkan menjadi model nasional dalam penanganan resiliensi ekonomi masyarakat di wilayah rentan bencana. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil