Seruan ‘Palestina Merdeka’ Menggema di Balik Ombak Marmaris, Siap Mendobrak Blokade Gaza

Two people on a sailboat beside a tall mast with multicolored signal flags and rigging against a clear blue sky.

MARMARIS, TURKI — Di tepi laut Marmaris, Turki, debur ombak bercampur dengan langkah para delegasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, yang bergerak tanpa henti. Dari pelabuhan kecil itu, para delegasi tengah menyiapkan pelayaran untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza, Kamis (07/05/2026).

Persiapan yang dilakukan antara lain seluruh delegasi sibuk mempersiapkan legalitas pelayaran dan mengikuti general assembly atau rapat umum sebelum keberangkatan menuju Gaza termasuk delegasi kemanusiaan yang mewakili Indonesia.

Para delegasi tersebut mewakili sejumlah lembaga filantropi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), salah satunya adalah Dompet Dhuafa.

Two men on a boat hoist a red-and-white flag (Indonesia) under a blue, cloudy sky with mountains in the distance.

Sang Saka Merah Putih tampak berkibar di antara kapal-kapal flotilla yakni Amanda Boat & Family Boat sebagai penanda kehadiran delegasi Indonesia, sekaligus membawa pesan dukungan, semangat, dan keteguhan untuk tidak menyerah dalam perjuangan kemanusiaan

Delegasi Global Sumud Flotilla perwakilan Indonesia, Chiki Fawzi, tampak berdiri di sisi kapal sambil memegang kuas dan cat. Ia melukis tulisan “Palestina Merdeka” di salah satu lambung kapal.

Baca juga: Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina, Dompet Dhuafa Kembali Lepas Tim Kemanusiaan Menuju Mesir

Woman wearing a red life jacket and hijab sits in an inflatable dinghy beside a graffiti-covered sailboat on turquoise water at sea.

Cat-cat yang menggores kapal tersebut membawa pesan bahwa rakyat Indonesia tidak tinggal diam melihat penderitaan Palestina, ini juga sebagai bentuk perlawanan terhadap blokade yang selama ini membungkam Gaza.

Sementara itu, para peserta juga menunggu kedatangan 34 kapal lain yang berlayar dari Yunani. Sebagian kapal dilaporkan sempat mengalami intersep oleh tentara Israel di wilayah perairan Yunani. Salah satu kapal yang sempat dicegat adalah Saf Saf, kapal yang sebelumnya menjadi mother boat bagi aktivis kemanusiaan Thiago Ávila.

Person in an orange life jacket sits in a graffiti-covered dinghy with an outboard motor beside a larger sailboat, in green water.

Baca juga: Masih Jauh dari Gaza, Armada Global Sumud Flotilla Dibajak Israel di Yunani

“Senang sekali akhirnya kami bisa menjemput teman-teman yang kemarin sempat tertahan di perairan Yunani. Setelah ini kami akan sama-sama bersiap melakukan pelayaran bersama untuk mendobrak blokade Gaza yang dibuat secara ilegal oleh Israel,” ujar salah satu delegasi.

Keterlibatan aktif lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia seperti Dompet Dhuafa dalam misi Global Sumud Flotilla disebut sebagai representasi dari solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina. (Dompet Dhuafa)

Teks: Anndini Dwi Putri
Foto: Ronggo Wirasanu
Penyunting: Dhika