KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR — Di tengah perbukitan yang menjadi kawasan hulu sumber air PDAM Kota Kupang, terdapat sebuah perkampungan sederhana bernama Mantasi di Kecamatan Alak, Kupang. Di wilayah yang mayoritas warganya hidup sebagai buruh harian dan pedagang kaki lima itu, daging sapi bukanlah hidangan yang bisa dengan mudah hadir di meja makan keluarga.
Namun pada Iduladha 1447 Hijriah ini, suasana berbeda terasa di Mantasi. Warga berkumpul dengan wajah penuh syukur ketika UPZ Bazma Pertamina Retail berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa menyalurkan 5 ekor sapi kurban yang manfaatnya dirasakan oleh sekitar 450 jiwa.
Mantasi dipilih bukan tanpa alasan, selain karena ini adalah wilayah dengan jumlah penduduk Muslim yang relatif sedikit, kawasan ini juga dihuni banyak keluarga perantau dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang datang ke Kupang untuk mencari penghidupan.
Sebagian besar bekerja sebagai buruh, pedagang kecil, dan pekerja sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu. Dalam kondisi tersebut, pelaksanaan kurban setiap tahun berlangsung sangat khidmat. Karena itu, kehadiran lima ekor sapi kurban tahun ini membawa kebahagiaan yang begitu besar.




Salah satu penerima manfaat adalah Amina Rasyit (59). Ia sudah lebih dari 30 tahun berjualan buah untuk menghidupi keluarganya. Setiap hari, setelah menunaikan salat Subuh, Amina berangkat ke pasar mencari barang dagangan. Pisang, pepaya, alpukat, hingga buah-buahan musiman, ia jual di pinggir jalan Kota Kupang.
“Kalau dibilang cukup untuk hidup sehari-hari, sebenarnya tidak cukup. Tapi ini sudah menjadi pekerjaan saya sejak anak-anak masih kecil,” tuturnya.
Baca juga: Kurban di Tanah Timor: Hadirkan Harapan untuk Mualaf Minoritas di NTT
Selama lebih dari tiga dekade, Amina memilih bertahan menjadi pedagang kecil. Dari hasil jualannya, ia memperoleh pendapatan yang harus ia hemat setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sebagian harus digunakan untuk ongkos ojek, membeli dagangan untuk dijual kembali, kebutuhan rumah tangga, hingga membayar kontrakan sederhana yang kini ditempatinya bersama sang anak.
Untuk makan sehari-hari, Amina dan keluarganya sering menyampur beras dengan jagung agar lebih hemat. Sementara, lauk yang tersedia biasanya hanya sayur atau ikan dengan jumlah terbatas. Daging sapi menjadi makanan yang hanya bisa dinikmati pada waktu-waktu tertentu.
“Kalau ada rezeki atau Hari Raya baru bisa makan daging. Sehari-hari ya kami makan seadanya,” ujarnya.
Di rumah kontrakannya yang sederhana, tidak tersedia kulkas untuk menyimpan makanan. Bila mendapat daging, ia harus segera mengolahnya menjadi sambal goreng atau dendeng agar bisa bertahan lebih lama, tapi untuk membeli bumbu terkadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Karena itulah, pembagian daging kurban menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarganya. Dengan mata yang berbinar, Amina menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah berbagi kebahagiaan melalui program kurban.
“Kami sangat berterima kasih. Setiap tahun kami merasakan manfaatnya. Semoga semua yang berkurban diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, dan segala urusannya dimudahkan Allah. Kami selalu mendoakan para donatur dalam setiap shalat kami,” katanya.



Sementara itu, Antoni Suryaputra, Area Business Head Pertamina Retail wilayah NTT, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Dompet Dhuafa dilakukan karena lembaga tersebut memiliki tata kelola distribusi yang baik dan amanah.
“Kami memilih bekerja sama dengan Dompet Dhuafa karena prosesnya dimonitor dengan baik, amanah, dan penyalurannya juga diawasi dengan baik. Sehingga, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Antoni, kolaborasi serupa juga telah dilakukan pada tahun sebelumnya di wilayah NTT. Tahun ini, UPZ Bazma Pertamina Retail kembali menyalurkan lima ekor sapi melalui Dompet Dhuafa untuk masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap, sinergi ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
“Harapan kami kerja sama ini terus berjalan dengan baik. Semoga manfaat kurban dapat dirasakan semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa menerima keberkahannya,” kata Antoni.
Apresiasi juga disampaikan oleh M Kamil Zaidan, perwakilan Partnership Dompet Dhuafa.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan ini. Bekerja sama dengan UPZ (Bazma) Pertamina Retail bukan hal yang baru bagi kami. Ini adalah tahun kedua Dompet Dhuafa dipercaya untuk mengawal rangkaian ibadah kurban karyawan Pertamina Retail hingga distribusi ke pelosok negeri, mulai dari Aceh, Lampung, Kupang, NTT, bahkan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Mohon doanya agar kami terus mampu menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Kamil.
Baca juga:Antusias Warga Desa Waspait Sambut Kedatangan Sapi Kurban di Pulau Buru

Di Mantasi, sapi yang diberikan oleh para donatur, sangat berarti bagi ratusan warga yang menerima manfaatnya, kurban tersebut adalah kebahagiaan yang nyata. Ia hadir dalam bentuk senyum syukur dan doa-doa tulus yang dipanjatkan dari rumah-rumah sederhana.
Program ini menjadi pengingat bahwa makna kurban tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menghadirkan kepedulian, menguatkan persaudaraan, dan memastikan bahwa mereka yang berada jauh di pelosok negeri tetap merasakan hangatnya Hari Iduladha.
Terima kasih kepada seluruh donatur UPZ Bazma Pertamina Retail yang telah mempercayakan kurbannya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di Mantasi, Kupang, kurban yang Anda tunaikan telah menghadirkan kebahagiaan bagi ratusan saudara kita.
Kurbanmu membuat bahagia saudaramu di Hari Iduladha. Semoga setiap tetes kebaikan yang diberikan menjadi amal jariah yang terus mengalir, membawa keberkahan bagi keluarga, pekerjaan, dan kehidupan para pekurban. (Dompet Dhuafa)
Teks: Elfi
Foto: Aryo, Elfi
Penyunting: Dhika

